Perluasan Lahan Masjid & Imaret Kesultanan Bintan
Perluasan Lahan Masjid & Imaret Kesultanan Bintan

Perluasan Lahan Masjid & Imaret Kesultanan Bintan

Rp 7.537.047
terkumpul dari Rp 1.050.000.000
30 Donasi 0 hari lagi


Cerita

Assalamuallaikum Warramattulahhi Wabarakatuh. Saya Irawan Santoso, pekerjaan advokat di Jakarta. Penggalangan dana untuk pembangunan Masjid dan Imaret Kesultanan Bintan ini sangat menggugah. Karena disinilah, Insha Allah, akan dibangun Masjid yang berdampingan dengan pasar yang berbasis muamalah. Selain itu akan dihadirkan pula imaret, prototipe yang dulu pernah di bangun Kesultanan Utsmaniyah, abad 16. Di dalamnya akan dihadirkan pasar (tanpa sewa, pajak, dan lainnya),

Pendirian masjid Sultan Huzrin Hood terus dilakukan. Langkah awal berupa pembelian lahan seluas 2500 meter persegi di kawasan Toapaya, Bintan, Kepualauan Riau telah dilaksanakan. Rencananya diperlukan perluasan lahan untuk pembangunan masjid dan imaret itu menjadi sekitar 3500 meter persegi lagi. Lahan ini tersedia persis di sebelah kanan dan kiri lahan yang telah dibeli.

Harga tanah di sekitar wilayah itu berkisar Rp 300.000 per meter persegi. Dalam hitungan rupiah, diperlukan dana sekitar Rp 1,05 Miliar. Penggalangan dana ini ditargetkan akan dikumpulkan dalam waktu enam bulan ke depan.

Selain itu, untuk mendukung menuju arah pembangunan masjid dan imaret itu, akan didatangkan desainer dari Inggris, Haji Abdal Halim Orr, yang insha Allah akan datang dalam beberapa bulan ke depan. Beliau akan menyiapkan desain masjid dan imaret yang ditargetkan akan menjadi ciri khasi masyarakat muslim Melayu Bintan.

Masjid dan Imaret ini sangat diperlukan di jaman ini. Karena menjadi percontohan bagi perkembangan sultaniyya saat ini. Memang selain masjid, yang fungsinya akan dikembalikan sebagai sentral kegiatan para muslimin, tak hanya sebagai tempat ibadah belaka. Imaret juga menjadi sangat penting. Karena disanalah kegiatan berbasis wakaf akan kembali diterapkan. Seperti dapur umum, penginapan, perpustakaan, dan segala bentuk kegiatan lainnya yang berbasis wakaf, rencananya akan terbangun dalam imaret itu. Bisa dibilang, masjid ini akan mengawali kembalinya model berbasis wakaf di abad ini. Model imaret terakhir dikembangkan oleh Kesultanan Utsmaniyah (kini Turki dan sekitarnya), yang merujuk pada bentuk Amal Madinah seperti yang dicontohkan Rasulullah Shallahuallaihi Wassalam.

Rasulullah Shallahuallaihi Wassalam bersabda: siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR Ibnu Majah).

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


icon-flash-message

Doa-doa #OrangBaik

Terbaru
  • Terbaru
  • Terpopuler

Maaf terjadi kesalahan. Cobalah beberapa saat lagi. Coba lagi


Donasi (30)


Fundraiser