Kitabisa! - Harapan Terakhir 500 Mualaf di Desa Jikolamo
Harapan Terakhir 500 Mualaf di Desa Jikolamo

Harapan Terakhir 500 Mualaf di Desa Jikolamo

Rp 786.605.926
terkumpul dari Rp 800.000.000
8463 Donasi 0 hari lagi

Cerita

Saat konflik di Maluku meletus sepanjang 1999-2002, ratusan warga di Desa Jikolamo mengungsi agar bisa selamat.

Saat itu, sebagian masyarakat yang memilih bertahan tinggal di kampung memutuskan untuk menjadi mualaf. Hingga tahun 2000, tercatat hampir seluruh warga desa yang berjumlah 500 jiwa telah meyakini Islam.

Pada tahun tersebut, masjid pertama di Desa Jikolamo dibangun. Sejak berdirinya masjid, semakin banyak warga non-Muslim yang tertarik untuk mempelajari agama Islam dan menjadi mualaf.

24d409d8-2de6-43d0-894d-079ff8b7741b.jpg

Sayang, letak desa yang terisolir, membuat biaya pembangunan masjid semakin mahal. Menurut Kepala Desa Jikolamo, Yahya Lotono, pembangunan masjid tidak pernah lagi dilanjutkan selama 20 tahun ini.

aa54e820-761d-4d97-a0ba-66366c6cc891.jpg

Para mualaf di Desa Jikolamo pun tak bisa beribadah di masjid lain sebab untuk pergi ke kota terdekat saja, mereka harus menempuh perjalanan laut sekitar 3 jam. Itu pun harus bergantung pada jadwal perahu yang hanya lewat satu kali dalam waktu 2 minggu dan bila kondisi laut sedang tidak pasang.

Di samping itu, bangunan masjid sudah lapuk dan bocor. Ketika waktu salat Jumat tiba, sekitar 100 mualaf terpaksa harus salat di luar.

fb353d0d-e350-4706-819d-d8a0144adb23.jpg

Sedari awal memang bangunan masjid belum selesai dibangun. Banyak jendela yang bolong, tidak ada kaca serta kusen, tidak ada plafon, dan seng masih bocor.

Selama 20 tahun itu pula, warga hanya menambal bagian-bagian masjid yang bocor tanpa melakukan perbaikan. Penghasilan mayoritas warga dari bertani dan menjadi nelayan tak seberapa.

32534ed7-1055-46ea-85bb-5ea839efc409.jpg

Apalagi harga Kopra yang merupakan komoditas warga setempat turun drastis dari kisaran 800 ribu rupiah menjadi 200 ribu rupiah per kwintal.

Warga setempat juga jarang bisa menyantap nasi. Bagi warga yang tak punya pohon kelapa, mereka hanya bisa memakan singkong atau pisang.

Warga desa pun kesulitan untuk mencari bantuan dana pembangunan sebab akses pendidikan terbatas dan pengetahuan mereka seputar dana bantuan masih rendah.

Selama ini, masjid di Desa Jikolamo terbengkalai dan hanya menjadi saksi bisu dari konflik Maluku yang silam.

Mari bantu para mualaf di sana terus berharap agar masjid ini bisa menjadi tempat ibadah yang nyaman sekaligus membuktikan bahwa iman dan niat ibadah mereka yang tulus lebih kuat dari apa pun. Caranya:

1. Klik "DONASI SEKARANG"

2. Masukan nominal donasi

3. Pilih bank (GO-PAY/BNI/BNI Syariah/Mandiri/BCA/BRI/Kartu Kredit)

4. Dapatkan laporan via email

DISCLAIMER:

1. Donasi yang terkumpul akan disalurkan untuk pembangunan Masjid di Desa Jikolamo serta masjid-masjid lain yang membutuhkan bantuan.

2. Fundraising ini adalah bagian dari program Masjidku Kokoh dari Masjid Nusantara yang berfokus dalam membangun dan merenovasi masjid di pelosok Indonesia.

3. Informasi lebih lengkap dapat menghubungi: Wendi (+62-896-5736-2676).

4. More Information: Kunjungi kantor kami di Jln. Kayu Agung I No. C 50, Bandung.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (8463)