Kitabisa! - Wakaf Masjid Mualaf Suku Ta’a Wana
Wakaf Masjid Mualaf Suku Ta’a Wana

Wakaf Masjid Mualaf Suku Ta’a Wana

Rp 543.650.899
terkumpul dari Rp 600.000.000
4008 Donasi 45 hari lagi
Masjid Nusantara
Akun telah terverifikasi

Cerita

Di kaki gunung Tokala, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, tinggal suku Ta’a Wana yang terisolir dari dunia luar.

Banyak sebutan yang bisa menggambarkan orang Ta’a. Ada yang menyebut mereka orang Cagar karena tinggal di daerah Cagar Alam Morowali.

jDeYNH63G_ygYBYYjWWkMNPBSRc9qNIeoR5ivhGcEiltztUmUnNYQSW7hycnETEv5ApVvCK8KbGj2HhQGFOJ6PWt7GXUVl4CzaPKmtDly1dYg0-K4ZC-j3lbsKy2jxQoIGu6Mbwv

Mereka tinggal di Lipu atau rumah yang terbuat dari kayu beralaskan rotan setinggi 1 sampai 1,5 meter. Lipu umumnya tidak menyentuh tanah agar dapat menghindari serangan binatang buas. 

Di dalam satu Lipu, terdapat 2 sampai 3 keluarga yang tinggal tanpa sekat.

gftp9DPzD0TmhJjAl3-WTp3_jsLUcrXri9kKQ8lyu31l9vKxWDK5RiA1XFAIf4DhNiOcbKtr-RTSdxNXsSQezbKtC23EAoBsPKOoAgOxK3FPW0qlOYDvEr6tvgVvP4jD0DyZZ7Xs

Ketika mereka hidup nomaden menjadikan mereka tidak mempercayai hak milik perseorangan, dengan pemikiran bahwa bumi adalah milik semua makhluk. 

Dengan memiliki kemiripan mengenai tradisi khitan sebelum agama Islam masuk, mempermudah jalan para Da’i menyebarkan agama Islam.

KdUdW_3npsT8-z2EKbcjDkwkb9refu877Q8cmDRWsPIirw7ahAf_TlXPwPOY8TSjY8j0S5xu6BbneIfN_eaz4RPGEplVjo4nKvSwg9CK1Lv4TGlMeiCkkIqChtAG8E-ir0f7MIVd

Sebelum menjadi mualaf, mereka memiliki kepercayaan animisme. 

Mereka percaya ketika kematian datang, ruh mereka akan bersemayam di gunung Tokala yang dianggap sakral.

Setelah Da’i datang memberi mereka pencerahan, kini mereka menjadi mualaf. Dengan dibimbing oleh 9 Da’i, dan 4 diantaranya menetap di dusun terpencil. 

ipKUsyS86ElmnsGMzvtV7ylX-834VjQzj1ZJSaORUohi1mx2ozYiqL3G9YsELF4VIUb4nLYeT48YlrihCb3K1rNnQ4bgmgg9y9zbYzSeJUpP2mfZ8ZCZbr-pFSd6x91B-1pcD1Tj

Para Da’i ini sudah belasan tahun berdakwah tanpa kendaraan. 

Untuk itu mereka harus terus berjalan dengan melakukan pendakian dengan membawa barang-barang berat melalui jalan yang terjal dan sungai.

_7CoW8V0XaMmTlpvDyh9OT2blJbOj7hG-4bb-qpdQn-ho3Z6DRj9ABtqae4kEnpJab9I1xHGAwNAfMJXl7e3s_61sRh8LZgIcz95d2NCB31NlVXJnvxDiRI8QkVjI3sc6Z9anday

Sayangnya, masjid sebagai tempat beribadah hanya ada satu di pedalaman Morowali. 

Untuk pergi ke masjid terdekat, dari dusun terdekat ke masjid mereka harus menempuh waktu 10 jam dan jarak yang jauh dengan berjalan kaki.

bcdGLX3Nq2Ky1uCJKKGmJjX6I-T0_f1rwxHXGDT8mD-ulMmAm3yb0p39znCXruX_mCCqTeg58UGbXRvMCOHM21IDiD_1mCaOVIv9UQnnXHot_qrz0FLQkRyGalqFxoOSwDSh81Rg

Bayangkan saja jika menjadi mereka, untuk beribadah ke masjid saja perlu berjalan belasan kilometer untuk beribadah di rumah-Nya. 

Mari bantu saudara kita yang terasing di Morowali untuk dapat merasakan nikmatnya sholat berjamaah di masjid terdekat, dengan cara: 

1. Klik "DONASI SEKARANG"

2. Masukan nominal donasi

3. Pilih bank (GO-PAY/BNI/BNI Syariah/Mandiri/BCA/BRI/Kartu Kredit)

4. Dapatkan laporan via email

DISCLAIMER:

1. Donasi yang terkumpul akan disalurkan untuk pembangunan masjid di Desa Pionto serta masjid-masjid lain yang membutuhkan bantuan.

2. Fundraising ini adalah bagian dari program Masjidku Kokoh dari Masjid Nusantara yang berfokus dalam membangun dan merenovasi masjid di pelosok Indonesia.

3. Informasi lebih lengkap dapat menghubungi: Wendi (+62-896-5736-2676).

4. More Information: Kunjungi kantor kami di Jln. Maskumambang No. 39, Bandung.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (4008)