Kitabisa! - Selamatkan Masjid di Kampung Mualaf Pelosok Toraja
Selamatkan Masjid di Kampung Mualaf Pelosok Toraja

Selamatkan Masjid di Kampung Mualaf Pelosok Toraja

Rp 229.513.485
terkumpul dari Rp 200.000.000
1384 Donasi 0 hari lagi

Cerita

Dari cerita Pak Tamin, kepala dusun sekaligus imam setempat, jumlah mualaf di Dusun Sangbua terus bertambah setiap tahun.

Pada tahun 1997, hanya ada 7 keluarga muslim di sana. Sampai tahun 2016, alhamdulillah sudah ada sekitar 77 keluarga (330 orang) mualaf di dusun tersebut.

Ditambah lagi banyak warga dusun sekitar yang terinspirasi akan hijrahnya masyarakat Dusun Sangbua. Alhamduillah, mereka juga pindah ke Dusun Sangbua dan memeluk Islam.

Sayang, masjid satu-satunya yang ada di Dusun Sangbua tak bisa menampung jamaah di sana.

b5db482eae982c606791197fa67e4a1cec06e043.png

Masjid yang dibangun pada tahun 1987 itu awalnya hanya berukuran 3 x 3 meter. Kemudian, masjid diperluas hingga 8 x 8 meter pada 1989. Akan tetapi, jumlah mualaf di sana terus meningkat hingga banyak mualaf yang tak bisa masuk ke masjid.

Untuk shalat Jumat, masyarakat pun terpaksa shalat di luar masjid beratapkan terpal dan beralaskan tanah. Bila hujan, air pun merembes dan membasahi sajadah jamaah.

Akhirnya, pada 2017, masyarakat berpatungan untuk memperluas masjid hingga 12 x 12 meter.

Alhamdulillah, masjid sudah bisa menampung seluruh mualaf di sana. Namun, melihat perkembangan jumlah mualaf, Pak Tamin memperkirakan sekitar 2 tahun lagi, jumlah mualaf akan bertambah dan masjid tak akan muat lagi menampung mereka semua.

Untuk memperluas masjid, masyarakat dusun terkendala biaya. Penghasilan mayoritas masyarakat sebagai petani kentang & kopi hanya cukup untuk biaya sehari-hari. Apalagi bila hasil panen gagal, penghasilan para petani di sana hanya Rp 1 juta untuk 4 bulan.

Di samping itu, masyarakat juga sudah pernah meminta bantuan pemerintah untuk membangun masjid, namun masih banyak wilayah di Kab. Tana Toraja yang perlu diutamakan.

Untuk pergi ke masjid terdekat, masyarakat harus menempuh 2 km menuju Dusun Kaduala. Namun, akses menuju masjid hanya bisa ditempuh dengan motor sehingga kurang praktis. Selain itu, jumlah mualaf Dusun Sangbua yang terus bertambah belum tentu bisa ditampung oleh masjid di Dusun Kaduala.

Tak hanya itu, Dusun Sangbua juga terpencil dan berada di wilayah pegunungan. Jalanan menuju dusun berbatu dan terjal serta berbatasan langsung dengan jurang dan tebing. Saat musim hujan, jalan menuju dusun juga tak bisa dilalui karena berbahaya.

Sulitnya akses menuju dusun juga membuat biaya distribusi bahan bangunan pembangunan masjid lebih mahal.

Padahal, masyarakat di sana sudah berikhtiar menjadikan masjid sebagai tempat belajar mengaji. Anak-anak di sana pun sudah belajar membaca dan menghapal Quran di bawah bimbingan Pak Tamin.

Dengan kondisi masjid yang sempit, ratusan mualaf di Dusun Sangbua tak akan pernah bisa menikmati shalat di Rumah Allah seperti yang kita rasakan.

Mari bangun Rumah Allah bagi saudara seiman baru kita dengan cara:

1. Klik "DONASI SEKARANG"

2. Masukan nominal donasi

3. Pilih bank (GO-PAY/BNI/BNI Syariah/Mandiri/BCA/BRI/Kartu Kredit)

4. Dapatkan laporan via email


DISCLAIMER

1. Donasi yang terkumpul akan disalurkan untuk biaya pembangunan Masjid Jabal Nur Sangbua.

2. Fundraising ini adalah bagian dari Disaster Recovery Program (DRP) ACT Sulawesi Selatan yang fokus dalam pembangunan infrastruktur.

3. Informasi lebih lengkap dapat menghubungi Ali Akbar (0852 4248 4636).

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (1384)