Di masa senja Mbah Rame menopang hidupnya sendiri. Mengandalkan recehan hasil jualan untuk makan, sekaligus berusaha sedikit ditabung. MIRIS, masih ada yang tega MENCURI uang tabungan tersebut...

Selama lebih dari 30 tahun, Mbah Rame berjualan nasi bungkus, peyek, dan gorengan. Harganya sangat murah nasi bungkus Rp2.500, peyek Rp1.000, dan Rp2.000 sudah dapat tiga gorengan. Bukan untuk mencari untung besar, hanya supaya dagangannya tetap laku.
Setiap hari sejak pagi hingga siang, Mbah Rame berjalan berkeliling pasar dan kampung. Jarak yang ia tempuh tidak sebentar, kurang lebih 10 kilometer setiap hari. Langkah pelan seorang lansia yang terus dipaksa kuat oleh keadaan.
Suaminya sudah lama meninggal. Kini Mbah Rame tinggal sendirian di rumah peninggalan almarhum. Tak ada yang menemani, tak ada tempat berbagi lelah.
Namun hidup sering terasa terlalu berat bagi Mbah.

Uang hasil jualannya yang ia kumpulkan sedikit demi sedikit, yang ia simpan sebagai tabungan untuk hari tua sering dicuri orang tak bertanggung jawab!! Tabungan yang ia harapkan menjadi pegangan di masa senja pun lenyap begitu saja.
Cobaan lain juga datang silih berganti. Pernah suatu hari jalanan licin membuat Mbah tak sengaja menjatuhkan seluruh dagangannya. Nasi bungkus, peyek, gorengan, semuanya jatuh ke tanah. Dengan hati pilu, Mbah hanya bisa memungutinya kembali.

Hari itu Mbah tidak bisa melanjutkan berjualan. Tak ada keuntungan yang didapat. Bahkan untuk makan pun, Mbah hanya bisa mengonsumsi dagangan yang sudah tak layak dijual.
"Saya jualan bukan untuk kaya… yang penting bisa makan hari ini," kata Mbah lirih.
Musibah belum berhenti di situ. Mbah Rame juga pernah jatuh di pawon (dapur) rumahnya. Tubuh renta itu tak mampu bangkit cepat seperti dulu. Akibatnya, Mbah tidak bisa berjualan selama 10 hari.
Sepuluh hari tanpa penghasilan. Bagi orang lain mungkin hanya sebentar, tapi bagi Mbah itu berarti hari-hari tanpa kepastian makan.
Kini modal usaha Mbah Rame semakin menipis. Uang untuk membeli bahan dagangan semakin sulit dikumpulkan. Padahal dari jualan sederhana itulah satu-satunya sumber penghidupan beliau.
**
Sahabat, Mbah Rame telah menghabiskan puluhan tahun hidupnya dengan bekerja keras. Bahkan di usia 77 tahun, ia masih harus berjalan jauh setiap hari hanya untuk bertahan hidup.
Namun sekarang, semakin hari langkah Mbah mulai berat karena keterbatasan modal.
Yuk, kita bantu Mbah Rame agar bisa kembali berjualan dan menjalani hari tuanya dengan lebih tenang.
1. Klik “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Klik “DONASI” dan ikuti langkah selanjutnya
Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan