Kitabisa! - XPDC Pecinta Alam Indonesia Menjemput Harimau Jawa
XPDC Pecinta Alam Indonesia Menjemput Harimau Jawa

XPDC Pecinta Alam Indonesia Menjemput Harimau Jawa

Rp 8.163.436
terkumpul dari Rp 100.000.000
70 Donasi 0 hari lagi

Cerita

Salam Lestari.

Perkenalkan Saya Verli Harlina, Manajer Kampanye dan Penggalangan donasi Ekspedisi Pencinta Alam Indonesia (EKPAI) 2019 yang beranggotakan PMPA ASTACALA Telkom University, MAPALASKA UIN Sunan Kalijaga, RANITA UIN Jakarta, Biocita Formica UPI, Bio-Explorer Unsoed, Garba Wira Bhuana UNS, KAPPALA Indonesia, Bingkai Indonesia, Yayasan Astacala, Peduli Karnivor Jawa (PKJ), Perhimpunan Sanggabuana, Kedai JATAM dan Batik Leksa Ganesha.

EKPAI 2019 akan menyelenggarakan "Ekspedisi Menjemput Harimau Jawa II" di Ujung Kulon yang bertujuan mengetahui status keberadaan Harimau Jawa dan ekosistemnya sebagai upaya menyelamatkan ekosistem hutan Jawa. Sejak 3 Maret 2019, Panitia EKPAI 2019 telah membuka pendaftaran mengajak Pecinta Alam di Indonesia terlibat dalam ekspedisi  https://harja.astacalafoundation.or.id/pendaftaran/login.

 

Mengapa Penting Mendukung?

Pertama, Keberadaan Harimau Jawa (Panthera Tigris Sondaica) menjadi  indikator biologi status dan pengelolaan ekosistem Jawa.  Pernyataan punahnya Harimau Jawa (WWF, 1996) menjadi salah satu sebab tekanan terhadap ekosistem hutan Jawa meningkat, termasuk rencana penambangan emas di Taman nasional Meru Betiri, yang dinyatakan Seidensticker (1974) sebagai habitat terakhir Harimau Jawa.

Kedua, Sejak 1997, para Pecinta Alam yang menolak pernyataan punah tersebut telah terlibat dalam ekspedisi yang dilakukan pemerintah maupun secara mandiri untuk mengetahui keberadaan Maung, Gembong, Lodaya, Macan Asem, Simbahe Loreng – sebagian sebutan lokal Harimau di kampung-kampung sekitar hutan Jawa. Berbagai ekspedisi tersebut  membuktikan secara ilmiah tanda-tanda keberadaan Harimau Jawa.

Ketiga,  Hasil "Ekspedisi Menjemput Harimau Jawa"  di Cidaon-Gn Payung bekerjasama dengan TN. Ujung Kulon berhasil mendokumentasi jejak berukuran 10 cm, cakaran di pohon dengan ketinggian di atas 200 cm dan feses berdiameter 4,6 cm (http://bit.ly/temuanxpdc).

Keempat,  Pentingnya mengetahui  keberadaan Harimau Jawa di Jawa Barat, khususnya Ujung Kulon. Ujung Kulon sebagai habitat Harima Jawa ditunjukkan Hoogerwerf (1938), ditambah berbagai informasi perjumpaan  masyarakat sekitar maupun temuan jejak berukuran 14 x 16 cm oleh mahasiswa IPB saat melakukan riset di wilayah tersebut merupakan alasan kuat pemilihan Ujung Kulon sebagai lokasi ekspedisi.

9668e4e9-fd7b-49a7-9c46-3ae5ca7209ee.jpg

Kelima, Pembuktian keberadaan Harimau Jawa akan mengubah tata kelola hutan Jawa yang terus mengalamai tekanan dan tidak mustahil berakhir dengan kerusakan hebat tak terpulihkan. Kini tekanan terhadap ekosistem hutan Jawa meningkat oleh pertambangan emas, semen dan pasir, juga alih fungsi hutan lainnya dalam skala besar serta perburuan liar.

Apa Kontribusi Ekspedisi Menjemput Harima Jawa II?

Bukti keberadaan Harima Jawa akan menjadi dasar  penting bagi penyelamatan  ekosistem hutan Jawa. Punahnya suatu satwa bukan karena mereka punah. Melainkan punahnya penelitiaan, kesadaran dan kepeduliaan manusia dalam mempertahankan keberadaan mereka.

Upaya penyelamatan Badak atau gajah di Kalimantan yang semula dianggap punah, menjadi bukti pentingnya penelitian dan pembuktian keberadaan jenis tertentu. Ketidak percayaan atau dianggap cerita bohong menempatkan satwa langka tersebut terancam tanpa perlindungan, sementara  dan perusakan habitat terus berlangsungnya secara masif.

Donasi Digunakan untuk Apa?

Donasi  yang dibutuhkan sebesar  Rp  128 juta akan digunakan untuk pengadaan

  • Camera  trap (kamera otomatis untuk memotret  satwa yang melintas) sebanyak 15 buah untuk di pasang pada 3 kawasan, dengan harga  satu kamera Rp. 5,4 juta.  Dana yang dibutuhkan Rp 78 juta. https://www.bukalapak.com/p/kamera/action-camera/camera/62ifyq-jual-kamera-trap-bushnell-nature-view-cam-hd-max-8mp-119439
  • Dukungan  operasional ekspedisi untuk 50 orang, masing-masing Rp 1,5 juta. Peeserta akan membiayai secara mandiri  Rp 25 juta. Dana yang dibutuhkan Rp 50 juta.

Apa yang Didapat Donatur :

Setelah 60 hari ekspedisi selesai, donatur akan mendapat  Laporan Ekspedisi dan Piagam (soft file)

2f2b1337-53cb-4a34-a460-12f84cce6cd5.jpg4861fdb3-79e4-4bfa-8ca2-90829a78c793.jpg

Salam auummm!!!

#harimaujawa #menolakpunah




Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (70)