Kitabisa! - Bantuan medis untuk anak-anak korban merkuri
Bantuan medis untuk anak-anak korban merkuri

Bantuan medis untuk anak-anak korban merkuri

Rp 31.382.656
terkumpul dari Rp 30.000.000
71 Donasi 0 hari lagi
Yayasan Bali Fokus
Akun telah terverifikasi

Cerita

Saya Yuyun Ismawati, pendiri dan Senior Advisor dari BaliFokus. Lima tahun terakhir ini saya dan team di BaliFokus blusukan ke beberapa lokasi tambang emas skala kecil (dulu namanya PETI) di beberapa pulau. Semua praktek ekstraksi emas menggunakan merkuri tanpa kendali. Akibatnya pencemaran merkuri meluas ke seluruh wilayah, mencemari air, udara, tanah dan masuk ke rantai makanan.

Mengapa Anda menggalang dana?

Dari hasil pengamatan di lapangan dan pemeriksaan beberapa sample, kami menemukan konsentrasi merkuri yang cukup tinggi di lingkungan. Salah satu contohnya adalah kolam ikan yang menjadi tempat pembuangan air proses glundung.

Dari beberapa studi dan kunjungan lapangan yang kami lakukan, kami juga menemukan banyak "penyakit aneh" yang diderita warga. Selain lokasi Puskesmas jauh dan pelayanan kesehatan rendah, kondisi kesehatan masyarakat adat berbeda dengan kondisi kesehatan masyarakat kota atau kampung pada umumnya. Sehingga banyak warga yang tak tertolong nyawanya saat tiba-tiba sakitnya semakin parah.

Yang memprihatinkan, lebih dari 30 anak di kampung berpenduduk 7000an jiwa ini, mengalami cacat lahir. Mulai dari microcephaly (kepala kecil), cerebral palsy, tak berjari, tak berdaun telinga, bisu tuli, dll. Karena ketiadaan biaya dan jauhnya jarak ke rumah sakit (2 jam ke Pelabuhan Ratu atau 9 jam ke Jakarta), anak-anak ini tidak pernah mendapat pemeriksaan medis secara seksama. Sebagian besar anak-anak ini lahir dan tumbuh di lingkungan yang dikepung gelundung untuk memproses bijih emas.

Ripki lahir dengan kepala kecil (microcephaly) di kampung lain yang juga kampung emas yang diproses dengan merkuri. Mimin, 23, ibu kandung Ripki, langsung diceraikan suaminya saat melahirkan anak cacat karena dianggap pembawa sial. Sekarang Mimin yang tidak punya penghasilan tinggal bersama ibunya di Rabig, Cisitu. Ripki sering kejang-kejang dan butuh pemeriksaan medis yang seksama agar Mimin tahu bagaimana merawat anaknya yang berkebutuhan khusus ke depan.

Dana yang kami galang akan kami gunakan untuk:

- Biaya transportasi dan akomodasi 8 anak-anak dan ibu/bapaknya ke Bandung dan atau Jakarta

- Biaya pemeriksaan medis lengkap (EEG, gangguan pendengaran, pemeriksaan darah, dll) untuk 8 anak

- Operasi cochlea implant atau alat bantu dengar buat Angga dan Rangga (tergantung hasil pemeriksaan)

- Pembelian obat-obatan yang diperlukan, terutama obat untuk mengurangi kejang-kejang

Pelaporan pennggunaan dana akan kami unggah juga di sini dan di website BaliFokus (www.balifokus.asia).

Terimakasih atas perhatian dan bantuan bapak/ibu/saudara.


Kontak:

Yuyun Ismawati, WA di nomor HP +447583768707, email: [email protected], [email protected]

Krishna Zaki, HP +62 899 3659 073, email: [email protected]

Kantor BaliFokus, 0361-233520 dengan Dita ([email protected]) atau Ketut Sri ([email protected])


Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (71)