Kitabisa! - PPM Miftahunnajah Bersama ACT Peduli Uighur
PPM Miftahunnajah Bersama ACT Peduli Uighur

PPM Miftahunnajah Bersama ACT Peduli Uighur

Rp 151.066
terkumpul dari Rp 50.211.218
2 Donasi hari lagi
Muhamad Mujari
Akun telah terverifikasi
Menggalang untuk Indonesia untuk Uighur

Cerita

f4069033-b141-47b7-a6f1-3c5f1e4335a7.jpg

Sebuah Komite PBB pada Agustus 2018 mendapatkan laporan bahwa terdapat hingga satu juta warga Uighur dan kelompok muslim lainnya ditahan di wilayah Xinjiang Barat, Cina.

Pemerintah Cina membantah tuduhan yang berasal dari kelompok-kelompok HAM tersebut. Mereka menyebut bahwa laporan tentang penahanan masal satu juta Muslim Uighur "sepenuhnya tidak benar," namun mengakui telah mengirim sejumlah orang ke "pusat-pusat reedukasi".

Walau di satu sisi, semakin banyak bukti memperlihatkan bahwa terdapat pengawasan yang bersifat mengekang terhadap orang-orang yang tinggal di Xinjiang.

188ebec6-1357-444a-bf3c-932c17fb13de.jpg

Menurut laporan dari media massa internasional dan pengakuan dari beberapa warga Uighur yang mengungsi/melarikan diri, beberapa tindakan diskriminatif yang mereka alami antara lain:

  • Pelarangan memberi nama bayi dengan nama-nama Islami, dengan ancaman tidak akan mendapatkan akses kesehatan dan pendidikan
  • Pelarangan orangtua Muslim menyelenggarakan kegiatan/ritual agama untuk anak mereka
  • Pelarangan anak-anak Muslim Uighur terlibat dalam kegiatan/ritual agama
  • Memerintahkan seluruh Muslim Uighur untuk menyerahkan sajadah, mushaf Al-Qur'an dan barang-barang yang berkaitan dengan Islam
  • Pelarangan laki-laki Muslim memanjangkan jenggot
  • Pemaksaan warga Muslim untuk memakan babi dan meminum alkohol di kamp konsentrasi
  • Pemaksaan warga Muslim untuk meninggalkan agamanya dan menyanyikan lagu-lagu Partai Komunis

Laporan ini jelas mengundang banyak reaksi negatif dari masyarakat di berbagai belahan dunia. Semua mengecam dan menyayangkan aksi diskriminasi yang dilakukan Pemerintah Cina terhadap masyarakatnya sendiri.

Membersamai Warga Uighur Sejak Beberapa Tahun Silam

Ramainya pemberitaan tentang etnis Uighur di akhir 2018 bukan berarti ACT baru berkontribusi untuk mereka di saat-saat ini.

Sejak dua tahun lalu, tepatnya Januari 2017, ACT memberikan bantuan pendidikan kepada sejumlah mahasiswa Uighur di Turki. Di tahun yang sama, kurban dari masyarakat Indonesia juga ditunaikan bagi pengungsi Uighur di Turki.

2d080826-ef0a-4c52-b476-83deef8a5518.jpg

Kedepannya pun, ACT akan memberangkatkan tim Sympathy of Solidarity (SOS) untuk Uighur I yang akan menjalankan amanah memberikan bantuan dan meninjau langsung sejumlah pengungsi Uighur.

Sejumlah bantuan akan disampaikan kepada pengungsi Uighur, khususnya untuk anak-anak yatim Uighur yang orang tuanya ditahan oleh Pemerintah Cina. Bantuan tersebut akan diberikan dalam bentuk bantuan pendidikan, modal usaha, dan kebutuhan musim dingin.

Selain Turki, ACT akan menyapa pengungsi Uighur di tiga negara yang secara geografis berdekatan dengan wilayah domisili terbesar mereka: Xinjiang. Ketika negara tersebut meliputi Kirgistan, Kazakhstan, dan Uzbekistan. Tim diperkirakan akan berangkat sebelum Januari 2019.

Mari Sahabat, kita bela dan jaga akidah serta jiwa raga mereka. Inilah saatnya umat selamatkan umat, mari kita bebaskan Uighur berislam!

ACT membuka kesempatan bagi Sahabat peduli yang ingin berpartisipasi.

Salurkan bantuan terbaik Anda dengan cara:

  1. Klik "DONASI SEKARANG"
  2. Pilih Bank Transfer Mandiri/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI dan kartu kredit
  3. Dapat laporan via email

Bantu share juga halaman ini agar lebih banyak doa dan bantuan bagi Etnis Uighur.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Donasi (2)