Wujudkan Mimpi Mang Toha Mengubah Nasib Petani
Wujudkan Mimpi Mang Toha Mengubah Nasib Petani

Wujudkan Mimpi Mang Toha Mengubah Nasib Petani

Rp 68.768.446
terkumpul dari Rp 300.000.000
1358 Donasi 1413 hari lagi

Informasi Penggalangan Dana


Cerita

TOHA: Bertani Memperkuat Gizi Mencegah Erosi

8f143b20-1c4f-44d3-a0d8-a07fff835e89.jpg

Lima tahun terakhir di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung marak kegiatan aksi tanam pohon. Hal itu tak lepas dari kemunculan Yayasan Odesa Indonesia sebagai penggerak pertanian ramah lingkungan. Di balik kerja kolektif Yayasan dari para jurnalis, aktivis pergerakan, dosen dan peneliti, ada sosok petani yang tak bisa diabaikan kontribusi sosialnya.

Nama tertera di Kartu Tanda Penduduk tertulis Toha (40 tahun). Petani asal Kampung Waas Desa Mekarmanik Kecamatan Cimenyan oleh pengurus Yayasan Odesa Indonesia diberikan kepercayaan memimpin gerakan aksi sosial, seperti menyalurkan bantuan amal sosial, membangun sanitasi, dan ikut serta membantu relawan untuk kegiatan literasi anak-anak desa.

897b254f-6b10-498c-841e-918f5a0b00c6.jpg

Terutama dalam hal pertanian, Toha menjadi aktor penggerak lapangan untuk menancapkan puluhan ribuan pohon di ladang-lahan kritis Kawasan Bandung Utara (KBU) yang selama ini menjadi penyebab banjir lumpur di Kota Bandung.

“Sebagai petani saya sadar tidak semua aktivitas menanam itu baik. Ada pertanian yang merusak lingkungan juga. Sejak saya ikut kegiatan di Yayasan Odesa Indonesia kita mendapatkan praktik pertanian baru dengan beragam jenis tanaman. Saya merasa senang karena sebagian tanaman buah yang ditanam 4 tahun lalu sudah mulai menghasilkan,” kata Toha.

946112a1-15ac-4677-8c5c-24abfaf4fa78.jpg


Bagi Toha, kesadaran bertani sekaligus menyelamatkan lingkungan itu masih jauh dalam pikiran petani. Ia merasakan betul bagaimana susahnya hidup sebagai petani di KBU yang tidak mendapatkan bimbingan dari pihak luar sehingga seluruh aktivitas pertaniannya ikut-ikutan. Saat ada tren tanam bawang, petani ikut tanam bawang tanpa menyertakan tanaman lain sehingga kerusakan erosi terus terjadi. Ironisnya, kegiatan pertanian monokultur yang merusak lingkungan itu selama puluhan tahun itu didukung oleh Pemerintah.

“Kalau KBU ingin erosi terkendali, mestinya jutaan bibit buah-buahan seperti Durian, Matoa, Jeruk, Nangka, Sirsak dan lain sebagainya berkembang. Mumpung petani sudah mulai sadar, mari kita berbagi bibit untuk para petani,” seru Toha.

Kisah Menarik Lainnya Baca Mang Toha, Si Gila dari Oray Tapa

CARA BERDONASI:

1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”

2. Masukan nominal donasi

3. Pilih metode pembayaran (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit)

ea817607-7a00-484b-aca9-f6aa1d98f31f.jpg
Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


icon-flash-message

Doa-doa #OrangBaik

Terbaru
  • Terbaru
  • Terpopuler
Loading...

Donasi (1358)


Fundraiser