Kitabisa! - Menyelamatkan Akidah Muslim Garut Selatan
Menyelamatkan Akidah Muslim Garut Selatan

Menyelamatkan Akidah Muslim Garut Selatan

Rp 100.000.000
terkumpul dari Rp 100.000.000
0 Donasi 0 hari lagi

Cerita

Meski mengisi pengajian di Kampung Cibalagung, Desa Cijambe, Kecamatan Cikelet sore atau malam hari namun sejak pagi Ketua Tim Dakwah Garut Selatan Ustadz Abdul Haq Mudzakkir dan istrinya Ustadzah Dewi Nopiani sudah berangkat dari rumah. Maklumlah, meski sama-sama berada di bagian selatan Kabupaten Garut, jarak lokasi desa binaan tersebut sekitar 100 Km dari tempat tinggal mereka yang berdomisili di Kampung Renteng Desa Cikandang Kecamatan Cikajang.

Dengan membawa anaknya yang masih kecil, mereka mengenakan sepeda motor biasa, menyusuri jalan mulus maupun terjal. Ketika menembus Hutan Jati Tarisik dengan kondisi jalan yang rusak berbatu serta terjal menanjak, tiba-tiba rantai kendaraannya lepas dan shockbreaker-nya pecah. Terpaksa mereka berhenti untuk memperbaiki rantainya. Kebetulan membawa alat-alat seadanya sehingga Ustadz Abdul Haq dapat memperbaiki sendiri dengan ala kadarnya yang penting motor bisa jalan lagi.

“Ini sering terjadi, terus kondisi motor yang keluar masuk jalan yang rusak, berbatu, lumpur, kubangan air dan terjal membuat sering gonta ganti sparepart seperti laher, pecah ban, shockbreaker, ganti ban luar, rantai putus, gear rantai yang cepat aus dan membuat menjadi masalah adalah jauh dari bengkel karena kondisi di tengah hutan seringnya kejadian ini, bahkan kadang kita harus mendorong dengan jalan kaki untuk menuju bengkel dengan kondisi jalan yang menanjak,” beber lelaki kelahiran Bandung, 28 Juni 1980.

Sejak pindah ke Garut pada 2015, dua sejoli tersebut bergabung dengan Tim Dakwah Garut Selatan yang sudah berdiri sejak 2014. Saat itu, kantong binaan baru di dua titik yakni Cikelet (20 jamaah) dan Cibelendung Cigedug (50 jamaah).

Tim ini dibentuk karena daerah Garut selatan dilihat dari berbagai faktor betul-betul termarjinalkan bila dibanding dengan Garut kota/utara, termasuk masalah pembinaan agama baik segi akidah maupun muamalah, masyarakat yang miskin, tingkat pendidikan yang tidak merata serta akses transportasi yang masih minim. “Pembangunan yang tertinggal tersebut, mengakibatkan timbulnya kerentanan dari segi akidah dan kerap menjadi daerah sasaran pemurtadan oleh misionaris,” ungkap Ustadz Abdulhaq.

Maka setiap pekan, tim dakwah yang terdiri dari empat ustadz dan satu ustadzah tersebut melewati jalan khas perkebunan teh yang hanya gilasan batu seperti jalan menuju Cikopo di perkebunan teh Papandayan, atau menembus pekatnya kabut di perkebunan teh Cikembar di Cikajang, dan Neglasari. Mereka juga terbiasa menembus rapatnya hutan Jati di daerah Cikelet dan juga Hutan Leuweung Panjang Papandayan di Pamulihan serta Leuweung Gunung Gelap di Cihurip.

“Karena jaraknya jauh-jauh, kami sering menginap di kampung yang kami dakwahi, bisa sehari semalam atau lebih tergantung kebutuhan dakwah kami, dan ini kami lakukan dalam waktu seminggu satu kali,” bebernya.

Berkat keistiqamahan mereka dalam berdakwah sekarang kantong binaannya ada sembilan titik. Yakni Cikelet (jadi 100 jamaah meluas ke Pameungpeuk), Cibelendung (jadi 100 jamaah), Singajaya (10 jamaah), Pakenjeng (10 jamaah), Panawa-Pamulihan (10 jamaah), Garumukti-Pamulihan (20 jamaah), Mekarmukti (10 jamaah), Cikalapa-Bungbulang (30 jamaah) dan Linggarjati-Pamulihan (30 jamaah).

“Yang masih terbina secara optimal 6 titik, yang belum tergarap optimal dan masih insidental 3 titik,” ujar alumnus SD-SMP Perguruan Muhammadiyah Majalaya dan SMA Al-Ma’Soem Jatinangor tersebut.

Salah satu kendalanya adalah alat transportasi. Meski tim berjumlah lima orang, namun kendaraan yang dimiliki hanya dua. “Akan tetapi kendaraan ini kondisinya kurang sesuai dengan medan jalan dan jarak tempuh yang kami hadapi, terkadang banyak kendala di jalan akibat gangguan teknis,” keluhnya.

Untuk mendukung dakwah mereka, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) melalui program Wakaf Khusus mengajak kaum Muslimin berwakaf dua motor trail Kawasaki KLX 150 untuk mendukung kelancaran dakwah mereka di Kabupaten Garut bagian selatan.[]

Anda bisa juga berdonasi melalui website Badan Wakaf Al Qur'an secara langsung.

Disclaimer: Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (0)