Bantu Nenek 113 Tahun yang tinggal di Pemakaman
Bantu Nenek 113 Tahun yang tinggal di Pemakaman

Perhatian : Penggalangan ini belum terverifikasi. Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan disini

Bantu Nenek 113 Tahun yang tinggal di Pemakaman

Rp 3.897.047
terkumpul dari Rp 50.000.000
19 Donasi 0 hari lagi


Cerita

Terpaksa tinggal di kompleks pekuburan rakyat sejak puluhan tahun lalu. Kini, kehidupan Sandro Becce (113 Tahun) Janda Sebatang Kara sangat memprihatinkan.

Becce tinggal di Kelurahan Maccarwalie, Kecamatan Wattang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, bukan di sebuah kompleks perumahan, melainkan kompleks pekuburan di Jalan Basuki Rahmat.

Tak ada yang istimewa di gubuk milik Becce. Tempat berteduh itu berukuran 4 meter x 3 meter yang dibangun oleh almarhum suaminya, La Judda, puluhan tahun lalu.

Gubuk itu terbuat dari kumpulan barang bekas, seperti seng, bambu, dan papan bekas. Atap dan dindingnya sebagian sudah lapuk dan kehujanan.113 tahun di pinrang sulawesi selatan ini tinggal digubuk di kawasan pekuburan Maccorawalie Pinrang.

Sejak suaminya meninggal dunia belasan tahun lalu, Becce hidup seorang diri. Kini ia tak lagi bisa mendapatkan uang karena kondisinya yang sudah tidak memungkinkan untuk bekerja.

Saat ini, Becce hanya mengharapkan belas kasihan dari warga sekitar. Untuk memasak nasi dan menyalakan api di tungku dapurnya, ia harus bersusah payah sambil sesekali mengatur napas karena kelelahan.

"Saya biasa kalau sakit baring saja di tempat tidur. Selama ini, saya hidup dari banyak warga yang kasihan kepada saya. Mereka datang bergantian membawa makanan apa saja," kata Becce.

Sering kali ketika persediaan makanan di gubuknya habis dan tidak ada bantuan dari warga, Becce mengurung diri di tempat tinggalnya. Ia menahan rasa lapar sampai ada warga yang bersimpati dan datang membawa makanan kepadanya.

Becce sebetulnya punya anak dua. Namun, mereka hidup terpisah karena kedua anaknya menjadi buruh kebun sawit di Mamuju Utara.

Sebelum tinggal di lahan pekuburan itu, Becce pernah tinggal bersama suaminya di lahan milik orang lain di Jalan Andi Pawelloi, Pinrang. Lokasinya tidak jauh dari area pekuburan yang ditinggalinya sekarang.

Becce dan suaminya terpaksa pindah karena pemilik tanah tersebut menjual lahan yang ditempatinya hingga kini ia tinggal seorang diri.

Kompas.com berinisiatif menggalang dukungan dari publik melalui Kitabisa untuk membantu Nenek Becce. Donasi yang terkumpul nantinya akan disalurkan Kompas kepada Nenek Becce untuk biaya sewa kontrakan dan biaya kehidupan sehari-hari.

Semoga budi baik Bapak dan Ibu mendapatkan balasan seribu kali lipat dari Yang Maha Kuasa

Berita Tentang Nenek Becce:

Nenek 113 Tahun Ini Tinggal di Pekuburan dan Bergantung pada Bantuan Warga

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (19)