Bantu Hapus Buta Huruf Al Qur’an pada Anak Jalanan
Bantu Hapus Buta Huruf Al Qur’an pada Anak Jalanan

Bantu Hapus Buta Huruf Al Qur’an pada Anak Jalanan

Rp 616.890
terkumpul dari Rp 150.000.000
29 Donasi 33 hari lagi

Informasi Penggalangan Dana


Cerita

“Ke depannya saya juga ingin jadi kepala keluarga dan Imam yang sesuai dengan syariat Islam,” - Ridwan, mantan anak jalanan.

***

“Gembel”, “Sampah”, adalah 2 contoh dari banyaknya kata-kata menyakitkan yang harus diterima Ridwan sembilan tahun lamanya. Tak jarang, perlakukan kasar pun sering ia terima.

Itu ia alami ketika menjadi anak jalanan. Ridwan menjadi anak jalanan karena ingin hidup mandiri, ia ingin orang tua tidak perlu memikirkan kebutuhannya sehingga bisa fokus merawat adik-adiknya. 

Namun, niat baik itu ternyata membawa resiko pula. Meski sudah berpindah-pindah ke Jakarta, Bandung, Bogor, dan Depok, tetap saja, tak ada yang merangkul, hanya ada caci maki yang selalu membuatnya terpukul. 

“Jangan anggap kami orang yang gak berguna, jangan memandang orang lain dari luarnya saja. Kenali dulu, dekati dulu, baru menyimpulkan orang itu baik atau buruk,” ucapnya.

Kebesaran hati membuatnya menerima dan tak marah pada dunia. Dalam lubuk hati paling dalam, ia berharap dapat keluar dari situasi ini, memiliki keluarga, dan menjadi imam yang baik sesuai syariat Islam. Tapi ia berpikir, “Bagaimana caranya?”

Sampai akhirnya Allah menjawab pertanyaan itu dan membuka jalan baginya, melalui kumandang Al Qur’an dari seorang anak yang sedang belajar mengaji. Kumandang itu menggerakkan hatinya untuk ikut mengaji dan mendalami Al Qur’an.

Tak mudah belajar mengaji dan mendalami Al Qur’an dengan stereotip dan pandangan buruk yang masih harus ia terima. Alhamdulilah, lagi-lagi Allah bukakan jalan. Ridwan bertemu dengan Yayasan Rumah Quran Al Fath Indonesia yang menerima Ridwan, tidak memberi stereotip dan perlakuan buruk hanya karena Ridwan anak jalanan.

Yayasan Rumah Quran Al Fath Indonesia tidak hanya merangkul Ridwan, tapi juga teman-teman anak jalanan lain yang ingin belajar mengaji, sholat, dan mendalami agama Islam melalui program NGAOS (NGaji On the Street)

 Agustus 2020, program ini dijalankan, tak berhenti dan menyerah meski harus menghadapi sulitnya situasi pandemi. Mereka menyediakan Al Qur’an, buku Iqro, hingga Ustadz dan relawan lain yang bersedia membimbing. Alhamdulilah, begitu banyaknya teman-teman di jalanan yang antusias mengikuti kegiatan ini. 

Namun, banyaknya antusias teman-teman jalanan ternyata memunculkan sebuah masalah, yakni tidak cukupnya Al Qur’an dan buku Iqro. Selain itu, pengajaran yang biasanya dilakukan di pinggir jalan akhirnya tidak lagi efektif.

Orang Baik, jangan sampai proses belajar Al Qur’an ini terputus karena kurangnya biaya untuk pemenuhan berbagai kebutuhan. Bantu Yayasan Rumah Quran Al Fath memberantas buta aksara Al Qur’an pada teman-teman anak jalanan.

Nantinya, bantuan Orang Baik akan digunakan untuk pembelian 100 Al Qur’an, 100 buku Iqro, fasilitas belajar, akomodasi dan transportasi, kebutuhan lokasi belajar, biaya pengajar, dan santunan anak jalanan dan keluarga.


Orang Baik dapat membantu dengan cara:

  1. Klik tombol "Donasi Sekarang"
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran (GO-PAY/Dompet Kebaikan/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI/Mandiri/Kartu Kredit)
  4. Donatur akan mendapat laporan via email.

Orang Baik juga dapat membagikan halaman galang dana ini agar lebih banyak orang yang dapat ikut membantu dan berkontribusi dalam menghapus buta aksara Al Qur’an pada anak jalanan.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


icon-flash-message

Doa-doa #OrangBaik

Terbaru
  • Terbaru
  • Terpopuler
Loading...

Donasi (29)


Fundraiser