Kitabisa! - Pray For Sulsel
Pray For Sulsel

Pray For Sulsel

Rp 7.100.183
terkumpul dari Rp 100.000.000
74 Donasi 0 hari lagi
Bagian dari #PrayForSulsel

Cerita

Duka menyapa warga Gowa, Makassar dan sekitarnya. Longsor dan banjir bandang sejauh ini telah menelan total korban sebanyak 3.914 kepala keluarga (KK) atau 5.825 jiwa, 26 orang meninggal dunia, 24 orang hilang, sakit 46 orang dan korban yang mengungsi 3.321 jiwa.

Badan Nasional Penggulangan Bencana (BNPB) merilis update dampak banjir Sulawesi Selatan data sementara tercatat 53 kecamatan di 9 kabupaten/kota di wilayah Provinsi Sulsel yang mengalami banjir yaitu di Kabupaten Jeneponto, Gowa, Maros, Soppeng, Barru, Wajo, Bantaeng, Pangkep dan Kota Makassar.

Di Kabupaten Jeneponto, banjir melanda 21 desa di 10 kecamatan yaitu Kecamatan Arung Keke, Bangkala, Bangkala Barat, Batang, Binamu, Tamalatea, Tarowang, Kelara, dan Turatea dengan tinggi banjir 50 – 200 centimenter. Ribuan warga mengungsi dan ribuan rumah terendam banjir.

Banjir di Kota Makassar

Di Kota Makassar, banjir melanda seluruh 14 kecamatan yaitu Kecamatan Biringkanaya, Bontoloa, Kampung Sangkarang, Makassar, Mamajang, Manggala, Mariso, Pankkukang, Rampocini, Tallo. Juga Tamalanrea, Tamalate, Ujung Pandang, dan Ujung Tanah.

Sekitar 1.000 jiwa warga mengungsi. Banjir juga disebabkan hujan deras kemudian sungai-sungai yang bermuara di Kota Makassar meluap.

Banjir di Kabupaten Gowa

Di Kabupaten Gowa, banjir melalanda 7 kecamatan yaitu Somba Opu, Bontomanannu, Pattalasang, Parangloe, Palangga, Tombolonggo, dan Manuju.

Berikut data-data akibat banjir di Kabupaten Gowa:

3 orang meninggal dunia, 45 orang luka-luka,

2.121 orang mengungsi yang tersebar di 13 titik pengungsian,

lebih dari 500 unit rumah terendam banjir setinggi 50 – 200 centimeter dari dampak banjir di Gowa.

"Banjir juga menyebabkan 2 jembatan rusak berat sehingga tidak dapat digunakan yaitu jembatan Jenelata di Desa Moncong Loe Kecamatan Manuju dan jembatan di Dusun Limoa Desa Patalikang Kecamatan Manuju," jelasnya.

Tim Reaksi Cepat BNPB mendampingi BPBD. Penanganan darurat masih terus dilakukan oleh tim gabungan. BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, PMI, Tagana, relawan dan lainnya melakukan penanganan darurat.

Bendungan Bili-bili Mulai Normal. Sementara itu debit dan volume Waduk Bili-Bili terus menurun.

Hingga 23/1/2019 pukul 14.00 WIB, tinggi muka air Waduk Bili-Bili sudah mulai ada penurunan menjadi 100,64 meter, volume waduk 277,55 juta meter kubik, dan inflow sekitar 927,77 meter kubik per detik.

"Meskipun masih dalam batas Siaga namun kondisinya terus mengalami penurunan," jelasnya.

Menanggapi bencana tersebut, NU Care-LAZISNU melalui gerakan NU Peduli melakukan aksi NU Peduli Sulsel. Ketua NU Care-LAZISNU, Achmad Sudrajat menyampaikan, NU Peduli merupakan wadah kepedulian masyarakat khususnya Nahdliyin untuk membantu saudara-saudara yang terdapak musibah.

"Seperti yang telah kami (NU Peduli) lakukan ketika terjadi gempa di Lombok, tsunami di Palu dan Donggala, dan juga terakhir tsunami Selat Sunda yang menghantam wilayah Banten dan Lampung Selatan. Sekarang, NU Peduli bergerak untuk saudara-saudara di Gowa, Makassar, dan daerah lainnya di Sulawesi Selatan yang dilanda banjir serta longsor," jelas Ajat.

Mari bahu-membahu menyambung doa dan dukungan terbaik untuk saudara kita di Sulawesi Selatan, khususnya di Gowa dan Makassar.

Cara Donasi:

1. Klik "DONASI SEKARANG" (kitabisa.com/nupedulisulsel)

2. Pilih Bank Transfer Mandiri/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI dan kartu kredit

3. Dapat laporan via email

4. Info 081398009800

Share halaman ini sebanyak-banyaknya agar lebih banyak #orangbaik bisa memberikan dukungan terbaiknya untuk warga terdampak banjir bandang Sulawesi Selatan.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (74)