Kitabisa! - beras untuk africa
beras untuk africa

beras untuk africa

Rp 44.429.052
terkumpul dari Rp 500.000.000
238 Donasi 0 hari lagi

Cerita

Cerita horor mengenai kelaparan berkepanjangan bukan lagi rekaan semata, rentetan kabar kelaparan sedang betul-betul terjadi di Benua Afrika yang gersang, meliputi Sudan Selatan, Somalia, Nigeria, juga menyebar sampai ke Negeri Yaman.

Hari ini, empat negara sekaligus sedang merasakan derita yang sama, konflik dan kekeringan akut tidak ada yang membantu, hingga akhirnya Krisis Kelaparan pun meledak.

Ada 6,2 juta jiwa dari kurang lebih 10 juta jiwa warga Somalia mengalami kerentanan pangan level akut. Lalu di Sudan Selatan ada 7,5 juta jiwa dari sekira 12 juta jiwa warganya kini tidak tahu lagi besok harus makan apa.

89eb8c8844d82c15d884db102715af21654753c2

Kemudian di negeri Yaman yang terhimpit konflik, kurang lebih 7 juta jiwa dari 28 juta jiwa warganya dibunuh pelan-pelan oleh malaria, malnutrisi, dan lapar yang mendera. Sementara di Nigeria, negeri Afriika dengan populasi terbesar, sekira 14,4 juta jiwa warga di Nigeria bagian utara dari 191 juta jiwa populasi dinyatakan berada dalam fase kerentanan pangan darurat.

Malnutrisi menjadi mimpi buruk yang mematikan secara perlahan di ke-empat negeri itu. Dalam hitungan menit, jam dan hari, hitungan nyawa yang tewas karena krisis gizi dan lapar terus bertambah. Terlambat sedikit saja untuk bergerak membantu, akan makin sulit untuk memulihkan krisis. Sejumlah analisis krisis pangan berkata, ada 20 juta penduduk di empat negara itu kini sudah berada di ujung pengharapan, hanya uluran tangan membawa bantuan pangan yang dinanti.

Lantas bagaimana untuk membantu?

943205a378b98ef893ab5bb2a5dfd50f9aa3aa62

Mengapa Perlu Kapal Kemanusiaan?

Berbuat lebih jauh untuk meredam krisis kelaparan, Aksi Cepat Tanggap sedang menyiapkan segala sesuatunya untuk mengirimkan Kapal Kemanusiaan ke empat negeri yang terpapar krisis kelaparan. Dari Indonesia, Kapal Kemanusiaan akan memfasilitasi penjemputan bantuan donasi pangan ke tiap-tiap pelabuhan di pulau-pulau besar. Setelah semua bantuan dirasa cukup, Kapal Kemanusiaan akan berlayar sampai ke Tanah Afrika.

Kapal Kemanusiaan adalah tawaran yang bisa bangsa ini lakukan untuk terlibat meredam krisis kelaparan akut di wilayah Tanduk Afrika. Kapal Kemanusiaan menjadi solusi sebab sifat pelayanannya yang mobile, menghubungkan empati yang terpisah pulau dan pulau. Bukan hanya itu, berlayarnya Kapal Kemanusiaan pun menjadi bukti bahwa bangsa ini mampu proaktif, berbuat lebih jauh dan masif meredam krisis lapar.

Komoditas beras disisihkan dari dana yang tergalang dan/atau bantuan beras yang langsung disampaikan masyarakat, terkumpul dan terbungkus dengan rapi, lalu dikapalkan lewat Kapal Kemanusiaan. Menjangkau seluas mungkin pelabuhan untuk menjemput donasi beras dari publik. Tidak peduli seberapa mampu mereka yang berdonasi, karena kenyataannya beras adalah komoditas rakyat yang mudah sekali didapatkan.

Akhirnya, jika sudah terkumpul dalam hitungan tonase berkapasitas besar, bantuan beras yang dikapalkan akan melintasi batas geografis. Dari Perairan Aceh di ujung paling barat Indonesia, diplomasi kemanusiaan ini akan bergerak jauh ke barat melintasi Samudera Hindia, Laut Arabia, Teluk Aden sampai merapat ke Pelabuhan di Kota Aden, Yaman lalu berlanjut hingga ke Pelabuhan Mogadishu – Somalia.

Lewat jalur laut, Kapal Kemanusiaan berbendera Indonesia menjadi bukti bangsa ini bisa berbuat sesuatu yang masif untuk membantu sesama. Lewat laut, empati itu bisa makin meluas. InsyaAllah

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (238)