Patungan Gizi untuk Pasien TBC Kurang Mampu
Patungan Gizi untuk Pasien TBC Kurang Mampu

Patungan Gizi untuk Pasien TBC Kurang Mampu

Rp 17.737.732
terkumpul dari Rp 106.200.000
91 Donasi 0 hari lagi


Cerita

“Di Indonesia, setiap hari diestimasikan terdapat 300 orang yang meninggal karena TBC (Laporan TB Global, 2018). Bahkan, saat ini TBC menjadi penyebab kematian tertinggi keempat di Indonesia (IHME, 2017)

***

Penyakit TBC (Tuberkulosis) masih menjadi ‘ancaman kematian bagi warga di seluruh dunia.

Terdapat sekitar 10 juta kasus baru yang tercatat setiap tahunnya. Di Indonesia sendiri, jumlah kasus baru dari penyakit yang ditularkan melalui udara ini diperkirakan mencapai 842.000 kasus per tahun (Laporan TB Global, 2018). Tak pelak, hal ini pun menjadikan Indonesia sebagai negara dengan beban TBC tertinggi ketiga setelah India dan China. Sebuah prestasi fantastis yang tidak bisa dibanggakan.

Hingga saat ini, penyakit TBC terus berkembang dan memberikan ancaman yang semakin nyata.

Salah satunya adalah berkembangnya TBC kebal obat atau disebut sebagai TBC MDR (Multi Drug Resistant), yaitu kondisi dimana kuman penyebab tuberkulosis sudah kebal (resisten) terhadap dua jenis obat anti tuberkulosis –isoniazid dan rifampisin.

Semakin lama, jumlah kasus TBC MDR semakin bertambah. Di Indonesia, jumlahnya sudah mencapai 32.000 kasus (Laporan TB Global, 2018).

***

Yang Terpaksa Harus Berhenti Bekerja, Yang Terenggut Perekonomiannya, Yang Terenggut Kebahagiaan Dirinya dan Keluarganya

8098a310-a631-4b9d-8392-1e350bc9448c.jpg

Seorang anak yang sedang menemani Ayahnya, Pasien TBC MDR, menjalani pengobatan (POP TB Indonesia, 2018)

“Selama menjalani proses pengobatan, saya terpaksa harus berhenti dari pekerjaan saya. Jadinya, pemasukan tidak ada. Sementara kebutuhan rumah tangga semakin bertambah, ditambah anak yang masih sekolah. Cukup sering, anak saya harus menemani ayahnya ini berobat”
Fikri (Nama Samaran), Pasien TBC MDR

Selain mahal, proses penyembuhan pasien TBC MDR juga memakan waktu hingga 12-24 bulan lamanya. Karena intensifnya pengobatan dan stigma pada penderita, tidak sedikit Pasien TBC MDR yang ‘terpaksa harus berhenti bekerja. Akibatnya, Pasien TBC MDR kehilangan pemasukan ekonomi –untuk dirinya sendiri dan keluarga.

Sebenarnya, pengobatan pasien TBC MDR sudah disediakan secara gratis oleh Pemerintah Republik Indonesia, namun nyatanya hal ini belum mampu menjangkau semua kebutuhan pendukung kelangsungan proses pengobatan, seperti halnya asupan makanan yang bergizi. Padahal, pemenuhan gizi pada pasien TBC MDR merupakan hal yang sangat esensial dalam mendukung serangkaian proses pengobatan khususnya bagi pasien TBC MDR yang berada di bawah garis kemiskinan.

e03b0923-746d-4894-94ee-591b44bb1918.jpg

Pasien TBC MDR sedang menjalani serangkaian proses pengobatan (POP TB Indonesia, 2018)

***

Tentang POP TB Indonesia


Beranjak dari ‘pengalaman hidup’ sebagai mantan pasien TBC MDR, Budi berinisiatif untuk mendirikan POP TB Indonesia (Perkumpulan Organisasi Pasien TBC), sebuah wadah bagi 16 organisasi mantan pasien TBC di 12 Provinsi di Indonesia yang bertujuan untuk memberikan edukasi dan pendampingan bagi pasien TBC yang sedang dalam proses melakukan pengobatan. Organisasi yang diketuai oleh Bapak berkepala 4 ini aktif dalam mendampingi pasien TBC RO (Resisten Obat), khususnya TBC MDR.

Khusus di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, POP TBC Indonesia bersama dengan organisasi yang dinaunginya, yaitu PETA (Pejuang Tangguh TB RO) aktif dalam mendampingi 644 lebih pasien TBC MDR. Pendampingan yang dilakukan berupa: memastikan penderita TBC MDR meminum obatnya dan berhasil mengakses fasilitas layanan kesehatan untuk pemeriksaan kesehatan rutin, salah satunya dengan menyediakan rumah tunggu (shelter).

3ceeda3f-037c-41c2-a026-5f765d2b44cc.jpg

Rumah Tunggu Pasien TBC (Shelter) yang disediakan oleh POP TB Indonesia (POP TB Indonesia, 2018)

Tidak hanya itu, bersama dengan PETA, Budi juga melakukan edukasi kepada keluarga pasien agar menciptakan lingkungan yang mendukung pasien untuk menyelesaikan masa pengobatannya, menjalani masa rehabilitasi atau pemulihan hingga bisa melakukan aktivitas yang produktif seperti sedia kala.

514e1f02-088e-4633-b91f-18e90327949e.jpg

Teman-Teman POP TB Indonesia dan PETA sedang memberikan edukasi kepada pasien TBC menjalani pengobatan di Rumah Sakit (POP TB Indonesia, 2018)

***

Kebutuhan Gizi Pasien TBC MDR


Berbagai hal yang sudah dilakukan tersebut, ternyata masih belum cukup mampu untuk menyelesaikan semua permasalahan yang menyertai, seperti status gizi pasien TBC.

POP TB Indonesia dan PETA sebenarnya sudah memberikan bantuan paket bahan makanan bergizi kepada pasien TBC, namun baru bisa dilakukan sekali per pasien TBC. Itu pun belum bisa menyasar semua pasien TBC di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Diperlukan sumber daya yang lebih –baik keuangan maupun tenaga, untuk melakukan pemenuhan asupan makanan yang bergizi secara intens, dimana hal ini merupakan faktor krusial dalam mendukung keberhasilan pengobatan untuk memulihkan sistem imun dan memastikan tubuh kuat menerima pengobatan dan melawan bakteri.

c80eeab6-52d0-4258-aafd-9fced6d83bfa.jpg

Pembagian Paket Bahan Makanan Bergizi untuk Pasien TBC oleh Kader TBC DKI Jakarta (POP TB Indonesia, 2018)

Rincian dan besaran sumber daya yang dibutuhkan dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

d78902ee-53aa-474f-a613-119029131b56.jpg

Untuk menggenapinya, didukung oleh Stop TB Partnership Indonesia (STPI) – (Sebuah organisasi yang berfokus pada upaya eliminasi TBC melalui kemitraan dan kolaborasi), Budi dan organisasi yang dinaunginya mengajak semua #OrangBaik di Indonesia maupun di luar negeri untuk membantu 50 pasien TBC MDR kurang mampu di wilayah DKI Jakarta agar bisa menjalani masa pengobatan dengan status gizi yang baik.

***

Mari #PatunganGizi untuk Pasien TBC


Caranya gampang, yaitu dengan:

  1. Klik "DONASI SEKARANG"
  2. Masukan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran melalui Dompet Kebaikan atau transfer bank bank (BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau Kartu Kredit) dan transfer ke nomor rekening yang tertera sesuai nominal donasi + 3 angka unik yang dikirimkan via SMS ke nomor handphone yang didaftarkan
  4. Dapatkan laporan secara berkala via email tentang perkembangan donasi.

ATAU salurkan dengan lebih mudah via GO-PAY dengan cara sebagai berikut:

  1. Klik "DONASI SEKARANG"
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran dengan GO-PAY
  4. Klik "DONASI" dan ikuti langkah selanjutnya

Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat atau jejaring teman-teman agar semakin banyak #OrangBaik yang ikut membantu, sehingga semakin banyak pula pasien TBC yang terbantu.

Jika terdapat pertanyaan mengenai penggalangan dana ini, teman-teman bisa menghubungi kami di 0812-1010-0933 (Budi – POP TB Indonesia) atau 0822-4094-8340 (Bryan Christian - STPI).

Terima kasih atas doa, dukungan, dan bantuannya. Semoga Tuhan membalas semua kebaikan teman-teman lebih besar dari kebaikan yang teman-teman berikan kepada pasien TBC. Aamiin.

4730d695-3751-4e5f-8625-c6b6b128bc98.jpg

POP TB Indonesia dan PETA bersama Pasien TBC di Wilayah DKI Jakarta (POP TB Indonesia, 2018)

Salam,

POP TB Indonesia

Bekerja sama dengan STPI (STOP TB Partnership Indonesia)

___________________________________________

DISCLAIMER

  1. Donasi yang terkumpul tidak hanya digunakan untuk memenuhi asupan gizi pasien TBC, namun juga untuk kebutuhan transportasi pendamping dan kader TBC serta kebutuhan lainnya yang menyertai seperti mobilisasi logistik.
  2. Galang Dana ini merupakan bagian dari serangkaian kegiatan Gala Dinner: A Night in Unity to #EndTB yang akan dilaksanakan pada tanggal 3 Agustus 2019 di DKI Jakarta.
Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (91)