Bantu Pejuang Cilik HIV Bertahan Hidup
Bantu Pejuang Cilik HIV Bertahan Hidup

Bantu Pejuang Cilik HIV Bertahan Hidup

Rp 81.834.935
2993 Donasi hari lagi


Cerita

Tahukah kamu? Ada 1,7 juta anak di dunia harus bertahan hidup dengan HIV. 

Faktanya, di Indonesia sendiri, ada > 18.000 anak yang harus berjuang melawan virus ini.

13d2756a-8a2d-4401-bc5b-7b36effdbd03.jpg

Di antara mereka, adalah Dion (11 tahun, nama samaran ) dan Suci (7 tahun, nama samaran), para pejuang cilik yang lahir dengan HIV.

Sudah menjadi yatim piatu sejak dini, saat ini Dion tinggal bersama sang nenek, Popo, di pinggiran Jakarta. Sehari-hari, Popo-lah yang merawat dan mencari nafkah untuk pengobatan dan kebutuhan hidup Dion dengan menjual makanan ringan di warung kecil miliknya.

11eb62d1-8a39-4511-b54e-99e01322a7b1.jpg

Awalnya, Dion mengalami hipertensi paru saat ia menginjak kelas 2 SD. 

Karena semakin parah, akhirnya dilakukan pemeriksaan lebih dalam. Hasilnya menunjukkan bahwa Dion positif HIV yang diduga diturunkan dari ibunya. Sejak itu pula perjuangan Dion dan Popo dimulai.

Setahun penuh, Dion harus melewati perawatan intensif di rumah sakit. Akhirnya Dion berhenti sekolah untuk fokus berobat. Selama di rumah sakit, ada masanya Dion sangat susah minum obat, mudah drop, dan tantrum. Badannya kurus dan kondisi kulitnya memburuk.  

Melihat kondisi Dion, dokter menilai yang dibutuhkan Dion adalah minum obat yang patuh. Popo juga sudah lelah harus setiap hari tinggal di RS, sehingga lebih baik jika dirawat di rumah dan tetap kontrol rutin ke dokter. 

10fbb968-7e02-4ce1-a412-5169133eeee5.jpg

Setelah dirawat di rumah, kondisi Dion membaik. Dion sadar akan perjuangan sang Popo yang jatuh bangun merawatnya. Ia lebih bersemangat dan pun rajin minum obat, bahkan ikut menghibur Popo saat ia terlihat letih.

Sekarang, Dion hanya bisa tinggal di kamarnya karena masih tergantung dengan tabung oksigen terkait hipertensi paru-paru yang ia miliki. Menonton TV dan menggambar menjadi aktivitas yang menghiburnya selama di rumah.

4f861097-ca71-42ca-86f6-7bbe0555c83f.jpg

Tak jauh berbeda dengan Dion, Suci juga masih berjuang menghadapi HIV.

Sebagai yatim piatu, Suci tinggal bersama dua orang kakak dan neneknya. Salah satu kakaknya, Dini, menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai OB.

Semua berawal dari demam tinggi tak berkesudahan yang dialami Suci. Suatu hari, badan Suci melemah, kakinya lunglai, dan matanya tidak fokus. Dini kemudian pergi  mencari tahu kondisi sang adik. Beberapa rumah sakit sempat menolak merawat, ada pula yang mengatakan bahwa Suci terkena cerebral palsy.

Saat itu pula Dini teringat pesan mendiang Ibunya, bahwa Ibunya mengidap HIV dan menyarankan anak-anaknya untuk memeriksakan diri. Dan benar dugaan Dini, Suci positif HIV.

Suci juga mengalami gangguan saraf yang menyebabkan gangguan penglihatan kronis dan kakinya lemah. Setahun belakangan, Suci sempat melakukan fisioterapi namun terpaksa berhenti. Meskipun begitu, Dini tetap optimistis sang adik bisa tetap kuat untuk bertahan hidup. 

b3fa7026-bb30-43fd-9f1a-b0240bf6b15b.jpg

Dion dan Suci hanya dua dari puluhan ribu anak dengan HIV di Indonesia. Hingga saat ini Lentera Anak Pelangi (LAP), sudah mendampingi 240 anak untuk berjuang menghadapi HIV. Didukung oleh UNAIDS, LAP berharap bisa terus membantu anak-anak dengan HIV menjalani hidup penuh semangat seperti anak-anak pada umumnya.

d9b8c3ab-870a-4e7c-a781-ada41f8095fc.jpg

Yuk, Bantu ribuan sosok Dion dan Suci lainnya berjuang hadapi HIV bersama LAP dan UNAIDS.

Klik "DONASI SEKARANG"

  1. Masukan nominal donasi
  2. Pilih metode pembayaran (GO-PAY/Dompet Kebaikan/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI/Kartu Kredit)
  3. Dapatkan laporan via email

Disclaimer:

Upaya penggalangan donasi di halaman ini didukung oleh UNAIDS. Seluruh donasi terkumpul sepenuhnya akan diberikan pada Lentera Anak Pelangi (LAP).

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (2993)