Kitabisa! - URGENT! Peduli Korban Banjir Bandang Sultra
URGENT! Peduli Korban Banjir Bandang Sultra

URGENT! Peduli Korban Banjir Bandang Sultra

Rp 240.160.755
terkumpul dari Rp 500.000.000
2614 Donasi 0 hari lagi

Cerita

Banjir parah melanda Provinsi Sulawesi Tenggara sejak Minggu, 2 Juni lalu. Tercatat, 7.789 jiwa mengungsi dan 2.224 unit rumah terendam banjir.

update: Humanity Data Center DMII, Senin (10/6)

***

02c32cb7-c3a5-48df-9daf-825bd6ba4bb0.jpg

Kronologi dan Dampak Banjir Bandang

Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara sejak akhir Mei lalu. Akibat itu, debit air di sejumlah sungai semakin deras dan menyebabkan banjir di sejumlah wilayah.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sultra, tujuh Kabupaten/Kota yang dilanda banjir yakni, Kota Kendari, Kabupaten Konawe Utara, Kabupaten Konawe, Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Kolaka Timur, Kabupaten Buton Utara, dan Kabupaten Bombana.

01615d12-2190-47f8-88dc-e09a81e2385a.jpg

Berdasarkan data dari Humanity Data Center DMII pada Senin (10/6), total pengungsi banjir Sulawesi Tenggara sementara sebanyak 7.789 jiwa. Adapun banjir juga menyebabkan 2.224 unit rumah terendam banjir.

Warga yang tinggal di pengungsian akibat banjir sejak 2 Juni, mulai terserang penyakit
diare, berkurangnya pasokan air bersih menjadi salah satu penyebab warga pengungsi
mengeluhkan rasa sakit perut atau terserang diare.

Adapun korban yang tewas bernama Usman, warga Desa Ulumeraka, Kecamatan Onembute, Kabupaten Konawe. Korban terseret arus banjir pada Minggu (9/6/2019).

Sementara itu, menurut Data BPBD Konawe Utara, di Konawe Utara saja terdapat 4.089 jiwa terdampak banjir dan 56 rumah hanyut terseret arus, belum lagi di wilayah Kabupaten/Kota lainnya. Warga pun mengungsi ke tempat yang lebih aman.

9561eb89-489e-4b4b-b2ff-806e5a8c23f2.jpg

Banjir juga memutus jalur Trans Sulawesi, minggu (9/6). Air bah itu membuat jembatan yang menghubungkan Sulawesi Tenggara dan Sulawei Tengah di Kecamatan Asera roboh. 


Akibatnya, akses di Kecamatan Asera, Oheo, Landawe, Langgikima, Andowia, dan Wiwirano terputus. BPBD setempat menyebutkan, ambruknya jembatan disebabkan kuatnya arus sungai Lalindu dan Lalasolo yang naik hingga 10 meter dan menggenangi badan jembatan.

b064bf45-fb92-413a-a2c5-42fc811e9463.jpg


Sejauh ini, respons darurat sudah dilakukan relawan MRI-ACT untuk membantu Saudara kita di Sulawesi Tenggara. Sejumlah Posko Kemanusiaan yang juga dilengkapi dengan Dapur Umum telah beroperasi. 

***

Sahabat, bencana hebat memporak-porandakan Provinsi Sulawesi Tenggara dan membuat ribuan orang menderita. Mari ringankan Saudara kita yang terdampak bencana, dengan cara:

  1. Klik tombol "DONASI SEKARANG"
  2. Isi nominal donasi yang ingin diberikan
  3. Pilih metode pembayaran GO-PAY/Mandiri/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI dan kartu kredit
  4. Ikuti instruksi untuk menyelesaikan pembayaran

Bantu share juga halaman ini agar lebih banyak doa dan bantuan terkumpul untuk Saudara kita di Sulawesi Tenggara dan sekitarnya.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (2614)