Kitabisa! - Bantu Hera Selamatkan Payudaranya yang Hancur
Bantu Hera Selamatkan Payudaranya yang Hancur

Bantu Hera Selamatkan Payudaranya yang Hancur

Rp 10.535.834
terkumpul dari Rp 100.000.000
80 Donasi 0 hari lagi
pedulimastitis
Akun belum terverifikasi

Cerita

Bismillah, assalamu'alaikum...

Herawati namanya, anaknya masih muda (berkisar 20 - 25 tahun). Belum menikah.

Awal mulanya sudah sejak kurang lebih 2 tahun yang lalu, beliau sudah mulai merasakan ada benjolan pada payudaranya. Beliau sudah cek-cek ke rumah sakit dan itu bukan suatu yang berbahaya kata dokter. Oke beliau sellow, lega.

Pada Mei lalu, beliau sudah merasakan nyeri hebat pada payudaranya dan keluar seperti kapas dari puting susunya. Semakin hari puting susunya terasa perih, luka-luka dan pecah. Bahkan sekarang sudah tak terlihat lagi payudaranya seperti sudah pecah kotor bernanah, hancur.

Di payudara beliau Ada pembengkakan dan kalau pembengkakan itu disentuh secara berulang-ulang akan bikin beliau demam. Ini terjadi hanya pada satu payudara saja, pada beliau sebelah kiri.


Dimulai dari setiap menjelang Maghrib beliau meriang, keluarga mulai khawatir DBD atau Typus karena badan benar-benar lemes. 2 mingguan itu beliau hanya begadang terus gak bisa tidur nyenyak dan kalo pagi atau siang gak bisa tidur sama sekali. Posisi payudara tetep masih bengkak. Tetangga yang menjenguk bilang paling bentaran lagi udah baikan, agak tenang rasanya tapi beliau tetap ke dokter. Beliau bilang takut kalau DBD atau Typus, dokter pegang payudaranya dan bilang kemungkinan meriang karena payudara bengkak saja.

Beberapa hari setelah pulang dari dokter, payudara kiri bagian bawah mulai mengendur, semakin bengkak dan memerah, mandi yang dulu menyenangkan jadi sangat menakutkan! Bahkan kena air aja sakit, tersentuh apa lagi bukan main sakitnya. Semakin hari semakin benar-benar kesakitan. Tiap tersentuh menangislah beliau saking sakitnya. Ukuran payudara kiri sudah bengkak 2x lipat dari ukuran normal. Puting semakin aneh bentuknya dan mengeluarkan semacam kapas halus-halus yang bau, jika di remas tak keluar apapa padahal banyak sekali seperti kapas keluar dari puting. Semakin hari puting pecah-pecah air dari puting melimpah mengeluarkan cairan bau seperti nanah. Beliau sudah tak tahan. Beliau cari cara mengatasinya lewat buku-buku, tanya kerabat, tanya internet. Sempat disuatu artikel beliau baca, jika payudara memerah, keras, sakit dan demam segera ke konsultan penyusuan untuk mendapat pertolongan. Karena ini sudah ada indikasi infeksi dan harus diobati segera.

Sesuai perjanjian dengan dokter kemaren, beliau kembali lagi ke rumah sakit. Begitu diperlihatkan payudara kirinya, suster langsung heboh, ini mastitis katanya. Dipanggillah suster-suster lainnya untuk membantu mengeluarkan nanah agar jangan sampai mastitis, di kompres air hangat, diurut setelah dianggap cukup dikeluarkan. Ternyata malah susah membuka kelenjar, akhirnya suster memodifikasi suntikan besar menjadi pompa. Ampun sakitnya ketika suntikan itu ditarik. Kurang lebih 1.5 jam, payudara melunak, tapi warna merah itu tetap ada dan ada bagian yang mengeras tidak bisa dilunakkan. Berhubung dokter bedah datangnya malam, suster menyarankan beliau minta antibiotik ke dokter anak yang sedang praktek. Ketika dokter anak memeriksa juga bilang gpp dan gak perlu antibiotik. karena menurut dokter bukan mastitis, hanya penyumbatan puting payudara saja. Pulanglah beliau...

Tidak sampai 24 jam payudara kembali membengkak, beliau coba cara memompa yang sama dengan suster kemaren lakukan. dan... GAK BERHASIL! Diurut dan kompres air panas cuma bikin payudaranya semakin merah. Tidak ada nanah keluar sedikitpun. Sakit mulai menjadi-jadi. Gak pernah terkirakan perjuangan beliau sangat berat seperti ini. Diluar semuanya, sebagai manusia normal sungguh menguras emosi memang.
Cari mencari info di internet, apakah gejalanya sama dengan beliau? bagaimana sembuhnya? berapa lama lagi ini harus dilalui? Banyak yang bisa melalui hanya dengan mengurut, kompres air hangat. Ada satu orang yang sharing pengalamannya mastitis yang akhirnya payudaranya harus dibedah dan harus mengkonsumsi obat penyetop pengeluaran cairan selama 1 tahun lamanya. Ya Allah...

Payudara kiri sudah aneh sekali bentuknya. Parah! beliau semakin gak tahan. Pagi-pagi beliau diantar ibunya ke dokter yang lainnya. Beliau minta ke dokter untuk memeriksanya secara serius, jangan hanya melihat dari jauh, atau hanya di sentuh-sentuh, karna benar-benar ga tahan dan butuh bantuan. Dokter brusaha memeras payudara kiri tanpa pompa, Ya Tuhan yang keluar bukan kapas lagi tapi nanah yang berwarna kehijauan. Payudara kiri terus diperas sampe nanah berganti darah. Dokter bilang sudah kena mastitis, beliau kasih antibiotik untuk 5 hari dan disuruh telp gimana perkembangannya nanti. Saran dokter beliau mengeluarkan nanahnya dulu.


Konsultasi-konsultasi, sudah 10 hari... Waktunya kontrol ke dokter. Seketika dokter sangat kaget, melihat payudara beliau yang sudah sangat aneh dan kotor, tidak berbentuk lagi. Kata dokter sebagian besar nanah tidak bisa keluar lewat kelenjar air susu dan tidak bisa terserap tubuh, jadi harus di bedah. Lalu payudara beliau di sayat kecil yang kemudian diberi sesuatu (yang warna dan bentuknya mirip payudara tapi ada lubang-lubangnya) untuk beberapa hari agar bisa mengeluarkan infeksi. Tapi dokter menunggu 1 minggu lagi, diberi obat lagi agar benar-benar matang infeksi yang di payudara kiri. Seminggu kemudian dokter akan merujuk ke dokter bedah. Allah bener-bener beri kesabaran hambamu ini... ternyata penyakit ini gak bisa sembuh 1-2 hari.

Keluarga yang melihat beliau sudah gak tega, semua sudah kelelahan dan beliau sudah capek, Ibunya mencari info dokter terbaik, begitu dapat letaknya sangat jauh dari rumah. Walau letaknya jauh, beliau diantar ke sana. Begitu dokter memeriksa, langsung dikasih tau kalau beliau harus dibedah. Beliau takut.

Cek ini cek itu, 4 hari lamanya. Lingkaran luar payudara yang sudah mengeras menghitam dan tidak berbentuk bikin sakitnya tetep aja, dan ada bagian-bagian lain yang mengeras bikin beliau harus menahan perih menguras keringat menahan sakitnya. Namun saat ini dalam proses pengobatan biasa aja, karna kalau bedah biayanya tidak sedikit dan belum bisa di Indonesia karna sudah sangat hancur sampai kedalam payudaranya -/+ 10 cm tersumbat harus pengangkatan dan itu kata dokter Indonesia pengangkatannya kemungkinan ga bisa keseluruhan (bisa saja tersisa 1-3cm). Entahlah, entah sampai kapan dia harus menanggung dan menahan rasa sakitnya ini. Mohon doa ya terbaik buat kesembuhan saudara kita ini.

Jadi kalo ada kalian atau kerabat yang benar-benar mengalami penyakit ini, atau ada masalah pada payudara sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. PLIS JANGAN TUNDA DENGAN ALASAN APAPUN.
Soalnya kalo penanganannya lambat (seperti tetangga saya) dapat menimbulkan komplikasi ya seperti saat ini. Dan kalau penyakit ini sudah pada tahap parah, pengobatan yang akan dilakukan pun juga semakin besar, yaitu dengan bedah seperti yang dijelaskan tadi, bahkan pengobatannya ga bisa di Indonesia. Bolehkan kalo ini saya pribadi sebut, lebih parah dari kanker payudara? Secara ya dokter kita angkat tangan untuk kasus penyakit ini.

Jadi kalo kata dokter yang menangani saat ini, ini terjadi akibat dari bakteri masuk ke saluran puting yang retak.
Akibatnya puting retak inilah bakteri jadi gampang memasuki payudara. Sehingga bakteri yang masuk tadi akan berkembang biak di dalam payudara dan hal inilah yang menyebabkan infeksi melalui lubang saluran susu.

Saya lampirkan berkas buat bantuannya ya mas/mbak.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (80)