Kitabisa! - PEDULI PENDIDIKAN UNTUK SDN WAE WULAN
PEDULI PENDIDIKAN UNTUK SDN WAE WULAN

PEDULI PENDIDIKAN UNTUK SDN WAE WULAN

Rp 22.105.721
terkumpul dari Rp 200.000.000
118 Donasi 1786 hari lagi
Hermana Cardayo
Akun telah terverifikasi

Cerita

Nama saya Hermana Cardayo, lulusan Sarjana Pendidikan Fisika Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Saya berasal dari Watunggong Kecamatan Sambi Rampas Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Dengan latar belakang saya sebagai seorang pendidik, maka dalam tulisan ini saya ingin menginformasikan sekaligus meminta partisipasi para pemerhati pendidikan dimana pun berada mengenai musibah yang dialami Sekolah Dasar Negeri Wae Wulan Pongpoe Kelurahan Golo Wangkung Kecamatan Sambi Rampas Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Pada tanggal 8 Februari 2017 terjadi hujan angin yang menyebabkan robohnya bangunan SDN Wae Wulan. Sekolah tersebut dibangun dari bahan bambu dan berlantaikan tanah. Sekolah dibangun tiga tahun lalu dengan rombongan belajar hanya terdiri atas tiga rombongan yaitu kelas 1 – 3. Siswa yang bersekolah, berasal dari Pongpoe dan Golo Muwa. Jumlah siswa di sekolah tersebut terdiri atas 33 orang dan jumlah pendidik 5 orang. Karena keterbatasan sarana dan prasarana masih banyak siswa seusia yang bersekolah di SD lain. Anak – anak dari masyarakat setempat sebelumnya bersekolah di SDK Lengko Ajang dan SDI Lengko Ajang. Jarak tempat tinggal anak-anak dengan kedua sekolah sebelumnya kurang lebih 3 KM. Jarak yang sukar untuk dijangkau dengan jalan kaki oleh anak anak usia SD. Karena itu pada tahun 2013, masyarakat setempat berinisiatif membangun sekolah untuk menunjang pendidikan anak-anak. Dengan adanya kerja sama masyarakat dan pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, maka dibangun Tambahan Ruang Kelas (TRK) Wae Wulan yang lokasinya lebih dekat dari rumah warga. Dengan demikian mudah dijangkau anak-anak sekolah. Lalu, pada tahun 2016 pemerintah meningkatkan status sekolah tersebut dari TRK menjadi SDN dengan nomor SK HK/102.A/tahun 2015 dan NPSN 69905809.

27b89189a21b9c054b29f6c49979f99b6b05d962

(a) (b) Keadaan sekolah saat musibah hujan angin

fd764085081ccaad684976d6d42da7b15c00a7dc

(c) (d) Masyarakat dan siswa memindahkan meja dan kursi yang masih bisa digunakan

SDN Wae Wulan semestinya merupakan tanggung jawab pemerintah dalam hal pembangunan dan pengadaan sumber belajar. Namun, berhubung begitu bayaknya sekolah lain dan fasilitas umum lainnya di Manggarai Timur yang mengalami kerusakan, baik karena bencana alam pada waktu yang sama maupun kondisi lain yang mengharuskan fasilitas umum tersebut direhab atau dibangun, sehingga pemerintah belum sempat memberikan anggaran untuk pembangunan sekolah ini. Terjadinya musibah hujan angin mengganggu aktivitas belajar siswa. Rumah sekolah hancur porak poranda dan tidak bisa digunakan ( seperti terlihat pada foto). Walaupun demikian, guru dan siswa tetap semangat dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Sekarang aktivitas belajar dilaksanakan di rumah seorang guru. Saat ini sekolah tersebut masih dalam proses pembangunan ulang dengan swadaya masyarakat Pongpoe dan Golo Muwa. Sekolah ini dibangun dari bahan bambu, berlantaikan tanah dan beratap sengk yang disediakan masyarakat. Pembangunan gedung sekolah darurat dengan bahan yang sama ada kemungkinan untuk dilanda musibah yang sama. Dalam tahun ini, masyarakat setempat dan SDN Wae Wulan masih menanti partisipasi masyarakat umum dan pemerintah untuk memberikan bantuan agar dapat membangun gedung yang layak pakai. SDN Wae Wulan membutuhkan 6 ruang kelas, 1 ruang guru, 1 kantor tata usaha, 1 laboratorium dan 1 perpustakaan. Mengingat pentingnya pendidikan, saya mengajak masyarakat umum untuk ikut berpartisipasi membangun gedung sekolah standar.

d6f7c7c41d094f50f928d646399ff020d514ce1e

(e) Kegiatan Belajar Mengajar dilaksanakan dirumah guru (f) Rumah sekolah baru dalam proses pembangunan dari bahan bambu.

Sebagai seorang yang peduli akan pendidikan, saya mengetuk hati para pemerhati pendidikan dan sesama yang bermurah hati untuk mengulurkan tangan berupa finansial dan material untuk pembangunan gedung sekolah. Bantuan yang diberikan sangat dibutuhkan agar tetap berlangsungnya pendidikan di lembaga tersebut dan siswa dapat belajar di ruang kelas yang nyaman. Jumlah dana yang dibutuhkan untuk pembangunan gedung sekolah kurang lebih Rp 200.000.000,- ( Dua Ratus Juta Rupiah). Jumlah ini diluar target yang dibutuhkan untuk dapat membangun 10 ruang. Karena sebagian pembangunan merupakan tanggung jawab pemerintah ( menunggu bantuan dari pemerintah). Jumlah ini diperkirakan hanya dapat membangun 2 ruang kelas.Untuk informasi lanjutan dapat menghubungi saya 082138925016 atau guru SDN Wae Wulan Bapak Marianus G. Abut 081338225941. Mari kita capai bersama tujuan bangsa Indonesia mencerdaskan kehidupan bangsa dan menemukan keceriaan generasi penerus dengan membantu siswa SDN Wae Wulan.

Nama saya Hermana Cardayo, lulusan Sarjana Pendidikan Fisika Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Saya berasal dari Watunggong Kecamatan Sambi Rampas Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Dengan latar belakang saya sebagai seorang pendidik, maka dalam tulisan ini saya ingin menginformasikan sekaligus meminta partisipasi para pemerhati pendidikan dimana pun berada mengenai musibah yang dialami Sekolah Dasar Negeri Wae Wulan Pongpoe Kelurahan Golo Wangkung Kecamatan Sambi Rampas Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Pada tanggal 8 Februari 2017 terjadi hujan angin yang menyebabkan robohnya bangunan SDN Wae Wulan. Sekolah tersebut dibangun dari bahan bambu dan berlantaikan tanah. Sekolah dibangun tiga tahun lalu dengan rombongan belajar hanya terdiri atas tiga rombongan yaitu kelas 1 – 3. Siswa yang bersekolah, berasal dari Pongpoe dan Golo Muwa. Jumlah siswa di sekolah tersebut terdiri atas 33 orang dan jumlah pendidik 5 orang. Karena keterbatasan sarana dan prasarana masih banyak siswa seusia yang bersekolah di SD lain. Anak – anak dari masyarakat setempat sebelumnya bersekolah di SDK Lengko Ajang dan SDI Lengko Ajang. Jarak tempat tinggal anak-anak dengan kedua sekolah sebelumnya kurang lebih 3 KM. Jarak yang sukar untuk dijangkau dengan jalan kaki oleh anak anak usia SD. Karena itu pada tahun 2013, masyarakat setempat berinisiatif membangun sekolah untuk menunjang pendidikan anak-anak. Dengan adanya kerja sama masyarakat dan pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, maka dibangun Tambahan Ruang Kelas (TRK) Wae Wulan yang lokasinya lebih dekat dari rumah warga. Dengan demikian mudah dijangkau anak-anak sekolah. Lalu, pada tahun 2016 pemerintah meningkatkan status sekolah tersebut dari TRK menjadi SDN dengan nomor SK HK/102.A/tahun 2015 dan NPSN 69905809.

27b89189a21b9c054b29f6c49979f99b6b05d962

(a) (b) Keadaan sekolah saat musibah hujan angin

fd764085081ccaad684976d6d42da7b15c00a7dc

(c) (d) Masyarakat dan siswa memindahkan meja dan kursi yang masih bisa digunakan

SDN Wae Wulan semestinya merupakan tanggung jawab pemerintah dalam hal pembangunan dan pengadaan sumber belajar. Namun, berhubung begitu bayaknya sekolah lain dan fasilitas umum lainnya di Manggarai Timur yang mengalami kerusakan, baik karena bencana alam pada waktu yang sama maupun kondisi lain yang mengharuskan fasilitas umum tersebut direhab atau dibangun, sehingga pemerintah belum sempat memberikan anggaran untuk pembangunan sekolah ini. Terjadinya musibah hujan angin mengganggu aktivitas belajar siswa. Rumah sekolah hancur porak poranda dan tidak bisa digunakan ( seperti terlihat pada foto). Walaupun demikian, guru dan siswa tetap semangat dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Sekarang aktivitas belajar dilaksanakan di rumah seorang guru. Saat ini sekolah tersebut masih dalam proses pembangunan ulang dengan swadaya masyarakat Pongpoe dan Golo Muwa. Sekolah ini dibangun dari bahan bambu, berlantaikan tanah dan beratap sengk yang disediakan masyarakat. Pembangunan gedung sekolah darurat dengan bahan yang sama ada kemungkinan untuk dilanda musibah yang sama. Dalam tahun ini, masyarakat setempat dan SDN Wae Wulan masih menanti partisipasi masyarakat umum dan pemerintah untuk memberikan bantuan agar dapat membangun gedung yang layak pakai. SDN Wae Wulan membutuhkan 6 ruang kelas, 1 ruang guru, 1 kantor tata usaha, 1 laboratorium dan 1 perpustakaan. Mengingat pentingnya pendidikan, saya mengajak masyarakat umum untuk ikut berpartisipasi membangun gedung sekolah standar.

d6f7c7c41d094f50f928d646399ff020d514ce1e

(e) Kegiatan Belajar Mengajar dilaksanakan dirumah guru (f) Rumah sekolah baru dalam proses pembangunan dari bahan bambu.

Sebagai seorang yang peduli akan pendidikan, saya mengetuk hati para pemerhati pendidikan dan sesama yang bermurah hati untuk mengulurkan tangan berupa finansial dan material untuk pembangunan gedung sekolah. Bantuan yang diberikan sangat dibutuhkan agar tetap berlangsungnya pendidikan di lembaga tersebut dan siswa dapat belajar di ruang kelas yang nyaman. Jumlah dana yang dibutuhkan untuk pembangunan gedung sekolah kurang lebih Rp 200.000.000,- ( Dua Ratus Juta Rupiah). Jumlah ini diluar target yang dibutuhkan untuk dapat membangun 10 ruang. Karena sebagian pembangunan merupakan tanggung jawab pemerintah ( menunggu bantuan dari pemerintah). Jumlah ini diperkirakan hanya dapat membangun 2 ruang kelas.Untuk informasi lanjutan dapat menghubungi saya 082138925016 atau guru SDN Wae Wulan Bapak Marianus G. Abut 081338225941. Mari kita capai bersama tujuan bangsa Indonesia mencerdaskan kehidupan bangsa dan menemukan keceriaan generasi penerus dengan membantu siswa SDN Wae Wulan.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (118)