Kitabisa! - Bantu Saya Membangun Pesantren untuk Para Penulis
Bantu Saya Membangun Pesantren untuk Para Penulis

Bantu Saya Membangun Pesantren untuk Para Penulis

Rp 72.366.069
terkumpul dari Rp 500.000.000
1187 Donasi 0 hari lagi

Cerita

Perkenalkan, nama saya Fahd Pahdepie. Saya adalah seorang penulis. Saya merupakan salah satu dari sedikit santri yang bisa mewujudkan mimpi menjadi penulis dan mendapatkan banyak hal dari profesi yang saya banggakan ini.

Sejak masih di pondok dulu, saya selalu membayangkan pikiran-pikiran yang saya tuangkan ke dalam kata-kata bisa dibaca banyak orang. Syukur-syukur bisa menginsipirasi mereka, mengubah mereka, memberikan banyak manfaat dan kebaikan bagi para pembaca. Tak ada kebahagiaan yang lebih besar dari itu semua, ketika karya kita diapresiasi dan mendapatkan tempat di hati pembaca.

Hari-hari ini, santri yang menulis semakin banyak. Mereka ingin menjadi ‘sibghah’ (pewarna) bagi zaman ini. Pemikiran dan perasaan yang mereka olah dari pengalaman belajar di pondok, mereka tuangkan menjadi karya tulis yang bisa dibaca banyak orang. Tetapi, menjadi penulis adalah hal lainnya. Menjadi penulis adalah sebuah proses panjang yang membutuhkan ketekunan, kesabaran, dan keseriusan untuk terus menerus menimba ilmu dan mengasah keterampilan menulis itu sendiri.

Pertama kali berkenalan dengan Pondok Pesantren Menulis (PPM) Hasyim Asy’ari di daerah Sewon, Bantul, Yogyakarta, saya terkejut sekaligus bahagia mengetahui ada pesantren khusus untuk para penulis. Di pesantren ini, para santri bukan hanya belajar ilmu agama, mengaji dan mengkaji kitab-kitab, tetapi juga belajar menulis. Mereka dilatih dan dibimbing untuk menjadi penulis. Saya beberapa kali menjadi ‘ustadz’ tamu di sana. Kalau ke Jogja, saya selalu sempatkan mampir.

a579f74c-88ac-42e6-a912-dd2da2e2b234.jpg

Lebih istimewa lagi, pesantren ini gratis. Tak memungut biaya apapun kepada para santrinya. Selain dibantu donatur tetap, pesantren ini hidup dari proses-proses ‘writerpreneurship’ (kewirausahaan menulis) para santrinya. Minimal sebulan sekali, para santrinya diwajibkan memiliki karya yang dimuat di media massa—cetak maupun elektronik. Honor dari menulis itulah yang dikumpulkan untuk biaya hidup mereka sendiri.

Salah seorang santri, Ali Tsabit namanya, bercerita kepada saya jika ada tulisan mereka yang dimuat media besar seperti Kompas atau Republika, yang honornya cukup besar, bisa bikin mereka makan enak!

22c2cec1-e1a6-4fb9-a8d8-1466f38f874a.jpg

93a4d616-6df1-4b54-b143-e448cd6d6411.jpg

Saya teringat perjuangan saya semasa mahasiswa dulu, hidup dari honor menulis di koran atau majalah. Setiap enem bulan kadang mendapatkan kebahagiaan besar dari royalti buku. Di antara para santri PPM Hasyim Asy’ari ini juga ada yang sudah menerbitkan buku, ada yang diterbitkan penerbit ada juga yang dicetak dan dijual sendiri. Tetapi tentu hati para santri di pondok ini lebih mulia dari saya dulu, royalti buku dan keuntungan penjualan buku mereka bukan untuk diri sendiri dan keluarga, tetapi untuk membantu para santri lainnya di pondok.

Di luar pondok, para santri PPM Hasyim Asy’ari ini menamakan diri mereka sebagai Komunitas Kutub. Hampir semua dari santri pondok ini bersekolah atau berkuliah dengan biaya sendiri. Selain dari honor menulis, karena kadang sulit menembus media masa, mereka juga tak segan bekerja di luar. Bahkan berjualan koran. Apapun yang bisa mereka kerjakan untuk biaya hidup dan biaya kuliah. Mereka ingin menjadi para santri yang mandiri, para penulis yang berdiri di atas kakinya sendiri.

4377566c-bf08-44e0-af19-db5b35301770.jpg

Beberapa hari yang lalu saya dikontak pimpinan sekaligus pengurus pondok ini. Pak Husni Amriyanto namanya, salah satu dosen dan mentor saya juga ketika mahasiswa dulu. Pak Husni bercerita bahwa pondok membutuhkan bantuan, beliau ingin membangun asrama yang lebih layak buat para santri, katanya, “Kasihan anak-anak, kalau hujan bocor. Mereka juga harus lebih nyaman agar lebih bisa fokus belajar dan menulis. Bisa bantu saya bangun pondok?

Mendapat pertanyaan itu, saya tak berfikir dua kali. Saya langsung mengiyakan. Saya ingin terlibat. Saya ingin menjadi bagian dari sesuatu yang mulia ini. Mencetak para penulis, apalagi mereka para santri, adalah sebuah kerja kebudayaan yang tak akan ternilai harganya.

31de8775-aa08-414e-85fb-6c0b822739e5.jpg

Saya baru gadaikan mobil saya, biar cepat dimulai,” kata Pak Husni, “Bismillah. Biar renovasi dan pembangunan asrama anak-anak berjalan. Saya nggak perlu mobil, nanti juga akan saya jual. Kalau ada yang mau beli rumah saya, akan saya jual juga. Biar uangnya untuk pondok saja. Saya dan anak-anak sudah sepakat.” Kata Pak Husni.

Saya malu mendengar cerita Pak Husni. Apa yang bisa saya kerjakan untuk pondok ini? Untuk 63 santri yang belajar di sana? Saya akan berusaha agar pembangunan PPM Hasyim Asy’ari ini berjalan. Saya bantu sekuat tenaga. Tetapi, saya tak ingin sendirian. Ladang amal kebaikan ini tentu untuk semua. Kali ini, saya ingin mengajak teman-teman semua.

be0d2dc0-48e2-4101-aa0b-31f4cc9cfc94.jpg

Saya membuka donasi urunan (crowdfunding) melalui Kitabisa.com. Anda bisa ikut membantu membangun pesantren ini. Membangun asramanya, membelikan buku bacaan untuk para santri, atau lainnya. Caranya mudah:

  1. Klik tombol "DONASI SEKARANG"
  2. Isi nominal donasi yang ingin diberikan
  3. Pilih metode pembayaran GO-PAY/Mandiri/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI dan kartu kredit
  4. Ikuti instruksi untuk menyelesaikan pembayaran

Bismillah, kita bisa membangun pesantren ini. Menjadi lebih baik. Santrinya lenbih banyak. Mencetak lebih banyak penulis. Atas izin Allah…

Salam baik.

FAHD PAHDEPIE

Saya dapat dikontak di sini: [email protected]

Facebook: facebook.com/fahdpahdepie

IG: @fahdpahdepie

Twitter: @fahdpahdepie



Alamat PPM Hasyim Asy'ari / Komunitas Kutub
Jalan Parangtritis KM 7, Cabeyan, Panggungharjo, Sewon, Bantul, DIY

b3c8d38b-8569-4904-80dc-83111fbdd684.jpg

Syarat dan Ketentuan Klik di sini

------------------------------------------------------------------------

UPDATE: 

Persediaan Double Donation telah mencapai limit maksimal dan lipatganda akan diberhentikan. Donasi dapat terus dilakukan dengan klik "DONASI SEKARANG"

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (1187)