Kitabisa! - Ayo Dukung Mimpi Anak Perbatasan!
 Ayo Dukung Mimpi Anak Perbatasan!

Ayo Dukung Mimpi Anak Perbatasan!

Rp 40.770.062
terkumpul dari Rp 40.000.000
192 Donasi 0 hari lagi

Cerita

Hidup di Daerah Perbatasan

Halo kakak-kakak! Namaku Sri, umurku 11 tahun dan kata ibu, aku cantik! Aku tinggal di desa Sri Nanti yang ada di kecamatan Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, Indonesia. Aku sekarang duduk di kelas 5 SD Negeri 003 Sei Menggaris dan aku senang sekali bisa belajar disini! Karena belajar, aku dapat mengetahui daerah tempat tinggalku yang berada di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia loh kak!

3f404d424fc27674ff442f9ee95fc5933d01f2d7

Aku senang bisa dapat kesempatan untuk sekolah kak karena di sekolah aku bisa belajar dan bermain bersama teman-teman. Namun, sekarang teman-temanku banyak yang putus sekolah dan sudah sibuk bekerja sebagai penombak di kebun kelapa sawit. Sedangkan kalau aku lebih suka membaca, belajar, dan bermain karena menurutku mendapat ilmu itu seru kak, apalagi belajar hal baru. Tapi bukannya teman-temanku tidak mau belajar, mereka harus ikut bekerja untuk membantu orang tua mereka agar bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Mengenai hobi, salah satu yang suka aku lakukan adalah membaca buku di perpustakaan sekolah. Beberapa buku yang aku gemari adalah buku pengetahuan umum tentang bumi dan negara-negara di dunia serta ensiklopedia ilmu pengetahuan. Namun, pada tahun 2017, sekolahku mengalami kebakaran termasuk juga beberapa ruang kelas dan ruang perpustakaan. Sehingga kini sekolahku tidak lagi memiliki perpustakaan.

Sekarang, jika aku ingin membaca, aku dan teman-temanku harus ke taman baca desa yang terletak dekat kantor desa. Biasanya, aku dan teman-temanku ke taman baca tersebut sehabis pulang sekolah. Disana buku-buku yang ada merupakan buku yang serupa dengan yang ada di perpustakaan sekolahku. Tapi aku sedih kak, sering kali taman baca ini tidak ada yang jaga. Jadi, aku harus lari-lari mencari ibu penjaganya.

c2f53fd4fbe694afc79527ee5537aee69c2c599e

Selain itu, meski aku sering membaca buku, jumlah buku yang aku baca hanya sedikit karena kebanyakan aku membaca buku yang sama dan diulang terus menerus. Buku-buku di taman membaca ini jumlahnya terbatas sekali. Bahkan buku pengetahuan sekolah dasar sangat sedikit kak dan di sekolah pun aku harus belajar menggunakan buku fotocopy hitam putih yang kebanyakan gambarnya tidak jelas.

Untuk dapat membaca buku baru, aku harus menunggu sumbangan dari luar desa atau bantuan dari program pemerintah kak. Waktu itu aku senang sekali karena kata guruku, pemerintah mau memberi sumbangan buku-buku baru seputar pelajaran dan pengetahuan umum! Tapi setelah aku menunggu berbulan-bulan, sampai sekarang bukunya juga belum ada yang bertambah di taman membaca. Mungkin anak-anak di ibu kota sana belum selesai membaca bukunya ya kak?

Oh iya kak, aku juga ingin cerita tentang cita-citaku. Aku ini bercita-cita menjadi dokter dan ingin membangun rumah sakit di Sri Nanti kak! Agar aku bisa mengobati dan merawat teman-teman dan keluargaku jika ada yang sakit. Kasihan kak orang-orang disini kalau sakit parah berobatnya harus naik speedboat dulu ke Nunukan. Biaya yang dikeluarkan untuk transpotnya sendiri saja sudah mahal.

Untuk dapat menjadi dokter, aku ingin melanjutkan sekolah hingga ke perguruan tinggi. Aku berencana untuk melanjutkan ke SMP dan SMA kak! Tapi jika aku ingin melanjutkan ke SMA, aku harus ke Pulau Nunukan terlebih dahulu karena di kecamatan Sei Menggaris hanya ada SMP dan SMK. Untuk ke SMP dan SMK pun teman-temanku harus berjalan berkilo-kilo meter dulu karena berada di desa yang lain.

Kakak-kakak main dong ke desaku! Aku dan teman-teman akan sangat senang menyambut kakak. Kalau mau kesini nanti kakak naik speedboat dulu. Pertama kakak naik speedboat dari kota Tarakan ke Nunukan dulu kira-kira 2 jam, lalu dari Nunukan nanti kakak naik speedboat lagi sekitar 1 jam ke pelabuhan kecil di Sei Menggaris.

4cd7d8e30d17f5fefb1ef74e44cebdecdf71de42

Kalau bisa, nanti kakak waktu berangkat dari Nunukan langsung kabari aku kak agar aku bisa minta tolong ayah untuk menjemput kakak-kakak. Karena kalau kakak sudah masuk daerah Sei Menggaris, sinyalnya susah kak. Seringkali aku harus naik bukit kecil dulu baru bisa dapat sinyal. Maklum, namanya juga daerah perbatasan kak.

Jika kakak main kesini jangan lupa bawa kipas kak, disini mulai pukul 8 pagi sudah panas dan gerah. Di desaku tidak ada AC kak, listrik desaku saja masih bergilir. Kalau dari PLN, listrik baru hidup pukul 6 sore dan mati lagi pukul 6 pagi kak. Tapi selain PLN ada tenaga dari PLTA kak untuk menghasilkan sumber listrik sehari-harinya walaupun kata ibu, tenaganya masih kurang kuat. Jadi, kapan kakak mau main ke desaku?

Aku Ingin Belajar Sampai ke Negeri Cina

“Aku ingin belajar sampai ke negeri Cina” begitu tulisku dalam buku catatan sebagai motivasi. Aku dan teman-temanku terinspirasi oleh anak perempuan bapak kepala desa yang berhasil menerima beasiswa untuk berkuliah di perguruan tinggi di Cina. Ia pernah bercerita bahwa ayahnya sangat mendukung untuk mementingkan pendidikan dan meraih cita-cita. Tapi sayang kak, tidak semua orang tua di sini memiliki kemampuan untuk mendukung anak-anaknya meraih cita-cita. Kami juga masih kekurangan fasilitas untuk belajar. Untuk itu, maukah kakak membantu Sri dan teman-teman?

47f470320105a618067012979f3ab03547e72942

SEALNet Project Indonesia 2018, Empowering Youth in Border Area of Indonesia-Malaysia to Pursue Higher Education

SEALNet Project Indonesia (PI) 2018 dengan tema pemberdayaan pemuda untuk meraih pendidikan tinggi selain ditujukan untuk siswa-siswi di desa Sri Nanti juga ditujukan untuk mewadahi calon-calon pemimpin muda agar dapat kembali ke masyarakat dan membantu menyelesaikan masalah sosial yang ada. Calon-calon pemimpin muda ini, sebelum terjun ke masyarakat secara langsung akan dibekali dengan pelatihan-pelatihan yang telah dikemas oleh Tim SEALNet Project Indonesia. Rincian komponen pelatihan ini dapat dilihat pada dokumen ini. Dengan adanya pelatihan tersebut, proyek PI 18 juga akan berguna untuk perkembangan diri dan soft-skills anggota proyek.

Anggota proyek yang telah dilatih akan mengadakan kegiatan langsung dengan masyarakat. Kegiatan secara langsung tersebut akan diadakan selama satu minggu yang akan terdiri dari service components berikut:

  • Self-assessment beneficiaries untuk menyelesaikan isu yang diangkat
  • Workshop pemberdayaan yang berkaitan dengan edukasi
  • Informasi mengenai beasiswa dan sekolah tinggi
  • Aktivitas bersama wali siswa-siswi untuk membantu orang tua mendukung pendidikan anak
  • Pembuatan komunitas pemuda untuk membantu operasional taman baca desa
  • Long-term mentorship untuk siswa-siswi di Sri Nanti

Tidak hanya sampai disitu, proyek ini mencoba menjaga kesinambungan dampak yang dihasilkan dengan cara bekerja sama dengan pihak lain melalui kegiatan post-project yang telah dirancang oleh Tim. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai proyek ini dapat menghubungi contact person dibawah atau dapat dilhat di media sosial kami. Anda juga dapat mengakses dokumen ini.

Donasi teman-teman akan digunakan untuk keperluan proyek, yaitu:

  • Pelatihan anggota proyek, serta perkembangan diri anggota proyek
  • Aktivitas dengan masyarakat dan siswa-siswi di Sri Nanti
  • Eksekusi komponen service serta pembiayaan mobilisasi logistik, seperti keperluan sekolah dan buku-buku
  • Iuran bersama untuk partner SEALNet Project Indonesia 2018 sebagai rangkaian kegiatan pasca proyek yaitu pendampingan dan bimbingan siswa-siswi selama satu tahun.

Note: Selain dalam bentuk uang, kami juga menerima donasi dalam bentuk barang seperti alat keperluan sekolah dan buku-buku penunjang pembelajaran siswa sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA). Untuk donasi tersebut silahkan hubungi tim kami melalui

SMS/WA: +6281932510103 (Alifa) / +6281275696098 (Angeline)

Facebook: facebook.com/sealnetpi18

Instagram: instagram.com/sealnetpi18

LINE: @XZU2065L

E-mail: [email protected]

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (192)