Kitabisa! - Bantu rafael melawan gagal ginjal
Bantu rafael melawan gagal ginjal

Bantu rafael melawan gagal ginjal

Rp 88.023.683
terkumpul dari Rp 200.000.000
476 Donasi 26 hari lagi

Cerita

Halo #OrangBaik,

Perkenalkan saya Maria, ibu dari tiga anak laki-laki yang menggemaskan. Ketiga anak saya selalu aktif dan ceria, mereka pun saling menyayangi satu sama lain. Namun keceriaan anak pertama saya, Rafael (6 tahun), memudar karena ia sedang sakit.

add792fb-93cb-4688-b571-1ff17669057c.jpg

Tepatnya di penghujung tahun 2018 saat seharusnya kita merayakan malam tahun baru, secara tiba-tiba Rafael terserang demam dengue dengan kadar trombosit yang cukup rendah yaitu 81.000 (normal 150.000-450.000). Dokter pun mengharuskan anak saya untuk dirawat inap di RSUD di Palangkaraya karena ia juga mengalami dehidrasi. Syukurlah kadar trombosit Rafael dapat segera meningkat kembali.

Setelah sempat lega dengan kondisi anak saya, tak disangka pada 2 Januari 2019 Rafael mengalami kejang. Dokter pun dengan segera memberinya obat anti kejang yang memiliki efek penenang. Melihat gejala tersebut, dokter juga menyarankan untuk dilakukan CT Scan dan hasilnya adalah terdapat peradangan sinus pada anak saya.

Rafael pun menjalani perawatan untuk menangani radang sinusnya. Beberapa hari berjalan, anak saya malah semakin lemas dan bahkan tidak sadarkan diri. Berbagai macam selang dan infus dipasangkan, anak saya tidak kunjung sadar. Saya pun meminta kepada dokter untuk dilakukan CT Scan kembali dengan menggunakan kontras, namun dokter sempat menolak karena hal tersebut memiliki efek radiasi yang tinggi. Selain itu dokter juga sampaikan bahwa anak saya memang terserang enselopaty dengue yaitu demam yang sudah merusak bagian otak, tapi saya tetap menginginkan untuk dilakukan CT Scan dengan kontras.

9c1c6861-478d-439e-8563-ffda93a45b62.jpg

Dokter akhirnya menyetujui permintaan saya, namun sebelum dilakukan CT Scan Rafael harus menjalani tes darah terlebih dahulu. Hasil tes darah pun keluar, dokter sampaikan bahwa kadar ureum kreatinin Rafael sangat tinggi. Betapa kagetnya saya ternyata dari hasil itu dokter memberi diagnosa bahwa Rafael mengidap gagal ginjal kronis stadium 5, setelah dicek pun ginjal anak saya sudah mengecil hingga berukuran 5 cm (normalnya 6-7 cm).

Dengan hati yang sangat berat, saya harus terus mendampingi anak saya melakukan cuci darah. Hingga saat ini Rafael sudah 3 kali melakukan cuci darah di RS di Banjarmasin karena terdapat keterbatasan alat di RS di Palangkaraya. Meskipun dengan cuci darah dapat mengembalikan kadar ureum kreatinin Rafael normal kembali, namun dokter menyarankan untuk segera dilakukan transplantasi.

Saya sangat takut jika anak saya harus menjalani transplantasi, tapi saya juga tidak rela jika anak saya harus cuci darah seumur hidupnya. Saya pun mencari tahu mengenai pengobatan stem cell di RS di Jakarta, namun biayanya sangat besar dan saya tidak mampu membiayainya sendiri.

Jika berkenan, teman-teman bisa menemani saya menjemput kesembuhan Rafael dengan cara:

-Klik tombol “DONASI SEKARANG"

-Masukkan nominal donasi

-Pilih metode pembayaran (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, go-pay, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.

Donasi yang terkumpul akan saya gunakan untuk biaya stem cell anak saya, selain berdonasi teman-teman bisa membantu dengan cara menyebarkan galang dana ini ke orang-orang terdekat. Saya juga mohon bantuan doa teman-teman agar ada mukjizat Tuhan semoga anak saya diberi kesembuhan dan tidak perlu menjalani transplantasi.

Terima kasih #OrangBaik.

Halo #OrangBaik,

Perkenalkan saya Maria, ibu dari tiga anak laki-laki yang menggemaskan. Ketiga anak saya selalu aktif dan ceria, mereka pun saling menyayangi satu sama lain. Namun keceriaan anak pertama saya, Rafael (6 tahun), memudar karena ia sedang sakit.

add792fb-93cb-4688-b571-1ff17669057c.jpg

Tepatnya di penghujung tahun 2018 saat seharusnya kita merayakan malam tahun baru, secara tiba-tiba Rafael terserang demam dengue dengan kadar trombosit yang cukup rendah yaitu 81.000 (normal 150.000-450.000). Dokter pun mengharuskan anak saya untuk dirawat inap di RSUD di Palangkaraya karena ia juga mengalami dehidrasi. Syukurlah kadar trombosit Rafael dapat segera meningkat kembali.

Setelah sempat lega dengan kondisi anak saya, tak disangka pada 2 Januari 2019 Rafael mengalami kejang. Dokter pun dengan segera memberinya obat anti kejang yang memiliki efek penenang. Melihat gejala tersebut, dokter juga menyarankan untuk dilakukan CT Scan dan hasilnya adalah terdapat peradangan sinus pada anak saya.

Rafael pun menjalani perawatan untuk menangani radang sinusnya. Beberapa hari berjalan, anak saya malah semakin lemas dan bahkan tidak sadarkan diri. Berbagai macam selang dan infus dipasangkan, anak saya tidak kunjung sadar. Saya pun meminta kepada dokter untuk dilakukan CT Scan kembali dengan menggunakan kontras, namun dokter sempat menolak karena hal tersebut memiliki efek radiasi yang tinggi. Selain itu dokter juga sampaikan bahwa anak saya memang terserang enselopaty dengue yaitu demam yang sudah merusak bagian otak, tapi saya tetap menginginkan untuk dilakukan CT Scan dengan kontras.

9c1c6861-478d-439e-8563-ffda93a45b62.jpg

Dokter akhirnya menyetujui permintaan saya, namun sebelum dilakukan CT Scan Rafael harus menjalani tes darah terlebih dahulu. Hasil tes darah pun keluar, dokter sampaikan bahwa kadar ureum kreatinin Rafael sangat tinggi. Betapa kagetnya saya ternyata dari hasil itu dokter memberi diagnosa bahwa Rafael mengidap gagal ginjal kronis stadium 5, setelah dicek pun ginjal anak saya sudah mengecil hingga berukuran 5 cm (normalnya 6-7 cm).

Dengan hati yang sangat berat, saya harus terus mendampingi anak saya melakukan cuci darah. Hingga saat ini Rafael sudah 3 kali melakukan cuci darah di RS di Banjarmasin karena terdapat keterbatasan alat di RS di Palangkaraya. Meskipun dengan cuci darah dapat mengembalikan kadar ureum kreatinin Rafael normal kembali, namun dokter menyarankan untuk segera dilakukan transplantasi.

Saya sangat takut jika anak saya harus menjalani transplantasi, tapi saya juga tidak rela jika anak saya harus cuci darah seumur hidupnya. Saya pun mencari tahu mengenai pengobatan stem cell di RS di Jakarta, namun biayanya sangat besar dan saya tidak mampu membiayainya sendiri.

Jika berkenan, teman-teman bisa menemani saya menjemput kesembuhan Rafael dengan cara:

-Klik tombol “DONASI SEKARANG"

-Masukkan nominal donasi

-Pilih metode pembayaran (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, go-pay, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.

Donasi yang terkumpul akan saya gunakan untuk biaya stem cell anak saya, selain berdonasi teman-teman bisa membantu dengan cara menyebarkan galang dana ini ke orang-orang terdekat. Saya juga mohon bantuan doa teman-teman agar ada mukjizat Tuhan semoga anak saya diberi kesembuhan dan tidak perlu menjalani transplantasi.

Terima kasih #OrangBaik. F

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (476)