Deaf Mask (Masker Transparan untuk Teman Tuli)
Deaf Mask (Masker Transparan untuk Teman Tuli)

Deaf Mask (Masker Transparan untuk Teman Tuli)

Rp 20.797.128
terkumpul dari Rp 20.000.000
193 Donasi 56 hari lagi


Cerita

update 19 April 2020Melihat kebutuhan komunikasi teman Tuli yang lebih mendesak saat pandemi, maka saya dan Liam serta Bunda Astrid punya ide untuk 

mengalihkan campaign ini menjadi Pengadaan Masker Transparan (Deaf Mask). 

acf1e76a-22ed-473c-9ff7-e6ad0ae43eeb.jpg


Halo #OrangBaik. Semoga selalu dalam keadaan sehat ya. Aamiin.

09094258-a6db-40db-922b-12457ee848e0.jpg
"Melihat keadaan yang memang tidak memungkinkan untuk menjalankan campaign awal seperti yang tertera di deskipsi atas (menyebarkan pentingnya bahasa isyarat langsung ke daerah), maka mengalihkan dana campaign untuk kebutuhan masker tembus pandang akan sangat berguna untuk teman Tuli di masa pandemi ini, agar dapat berkomunikasi dan menerima informasi & berita dengan baik dan benar."
-Bunda Astrid, ibunda Liam (15 April 2020)
4ad0ec3a-fa78-40c4-b58a-f57aa66a779e.jpg Fz47D7TTpigoAhumYXi9zRb8KSOhSPc_xj-MXJASLaQLQlSFFrIlgZq41Dg1qe7KWTnCGWUFzuwgINb6RUlFi7YHByNoiU0QVRBkBu1sAE-pJEuzun7StW5Tgz-BPbHYV6RrB4nH fd82df11-61c1-4c05-b6ea-a55ab924d761.jpg 32f665af-4d26-4c7b-8e8b-86f80db649be.jpg

Dengan banyaknya permintaan dan kebutuhan Deaf Mask ini, maka saya telah berinisiatif untuk meminta izin  kepada semua donatur pada 15 April yang lalu di kolom Update Campaign, agar donasi yang telah masuk sebelumnya akan digunakan untuk memproduksi Deaf Mask yang akan dibagikan gratis ke pihak yang membutuhkan dan agar menjadi lebih manfaat dengan kondisi saat ini.

Dengan asumsi donasi senilai Rp 3.000.000 akan menghasilkan 400 masker transparan (deaf mask) dengan harga satuan produksi @ Rp 7.500 

Berikut ini rincian biaya produksinya:

-Bahan Kain Toyobo 1 Meter Rp 60.000

-Bahan Kain SPTI 1 Meter Rp 12.000

-Bahan Plastik 1 Meter Rp 6.000 

-Jasa Jahit Tuli Rp 10.000/ 3 masker

-Setiap 1 meter kain menghasilkan 20 masker

Rp 78.000 (bahan masker) + Rp 70.000 (jasa jahit) = Rp 148.000 menghasilkan 20 masker

Rp 3.500 (1 masker kain) + Rp 3.500 (jasa jahit) = Rp 7.500 per masker

2tWvD8560hqcF8t-2LaAxhYRfIlldx-rfgKGM8oBivE8oromivTa2Fvkb7V8Wc1fIpe3SN5oTiuJeQ80Ws-RR0KN_c0USR8m_2eUCmROzywUUi8Ge_0dTxM9XJxmQ7uloLom_HfZ 4a657e91-cdb6-45d6-a131-08c026385356.jpg

Harapan dampak positif nya:

  1. Akan membantu perekonomian teman Tuli yang memproduksi.
  2. Akan memperlancar teman Tuli berkomunikasi bahasa Isyarat di tengah pandemi. 
  3. Akan menginspirasi tempat produksi lain di berbagai daerah agar penyaluran Masker Transparan (Deaf Mask) dapat tersebar ke seluruh Indonesia.

Sekali lagi, terima kasih atas doa & kebaikan hati teman-teman dalam berbagi terhadap sesama.

Salam,

Ifan Ohsi

#RasakanDunia

catatan: Per tanggal 15 April 2020, saya telah memohon izin dari teman-teman donatur dengan fitur Tulis Kabar Update dan selama 3 hari tidak ada yang mengajukan keberatan atas pengalihan donasi yang direncanakan. Maka saya mengedit & menambahkan deskripsi ini pada 19 April 2020, tanpa menghapus deskripsi sebelumnya.
f666b388-4622-42bf-8103-2cdfdf14f808.jpg

_________________________________________________________________

Deskripsi sebelumnya (23 Januari 2020 - 18 April 2020):

"Sejak Liam komunikasi dengan bahasa Isyarat, kami bisa saling mengerti." 

-Bunda Astrid

Hai semuanya, saya Ifan Ohsi, seorang musisi. Saya bersyukur banget 2 tahun ini bisa kenal dan berteman dengan teman-teman Tuli. Awalnya, saya terlibat dalam sebuah proyek sosial tentang bahasa Isyarat yang sangat menggugah inspirasi saya.

Proyek itu membuka mata saya, bahwa Bahasa Isyarat adalah sebuah hadiah dari Tuhan untuk mengenal dunia dengan cara yang berbeda.

5d51d354-9fd2-4942-8366-4f94285c0e4a.jpg

Saya ingin cerita tentang Liam. Anak Tuli umur 7 tahun. 

Jemari kecil saat berbahasa isyarat dan wajah cerianya memotivasi saya untuk lebih dalam merasakan dunia dengan isyarat. Alat bantu dengar (ABD) yang ditanam di kepala mungilnya membuat saya akhirnya tergugah oleh kisah yang diceritakan oleh ibunya, Bunda Astrid.

XQ9RTIpx052wMr1Wjr8VmeI9e2MYCQhU1s5OHHvpWOb0RaavV6BDzc7UVMLRyCbDdxls2wERbqLu2UX19Lad7n_ru2Dohzl4LKEy0hgEgezG4knVrSNO03-nM4iVFP1wpRiE_XBU

Informasi yang minim tentang anak Tuli membuat Bunda Astrid dan suaminya bersepakat untuk memasang alat implant cochlear (alat bantu dengar) kepada Liam di usianya yang masih 18 bulan. Harapannya, agar bisa berbicara selayaknya anak-anak dengar. 

398cdaf6-4da3-4e18-8658-05ba08832205.jpg


Namun kemampuan mendengar Liam tidak semulus yang dijelaskan di awal pemasangan ABD tersebut. Terapi auditory verbal yang dijalani selama 3 tahun tidak berhasil. Alhasil, mereka frustasi karena komunikasi yang tidak lancar. 

-6b6KRmZ-aosJKkgVqgrbGE_Oste6u_v_mpshb9ZRxnc4iR27_eaXa0lZmH0plS7mbbEKMaW8FqgY27SnZRQyPVBpLmjJ8G71K-HTs9DVAKsY3Vo4OS9scRNhc0EUTUckhdye_Ia

Di usia Liam yang ke 4, Bunda Astrid diperkenalkan dengan Bahasa Isyarat oleh Bunda Galuh di sekolah The Little Hijabi Homeschooling. Dalam 1 tahun, pemahaman Liam berkembang pesat. Liam dan Bundanya bisa memahami satu sama lain.

1b8ba945-ac6f-4c30-b3de-1cf2e5db2cc4.jpg


Dengan Bahasa Isyarat, Liam menjadi cepat sekali menyerap informasi. Selain itu, kemampuan Liam dalam menulis, mengendalikan emosi, dan bercerita dengan bebas kepada orangtuanya juga meningkat secara signifikan. Mengajarkan pemahaman agama dan akhlak yang baik pun menjadi lebih mudah dengan Bahasa Isyarat.

Liam & Bunda Astrid

Liam & Bunda Astrid

Kisah inspiratif dari Liam dan Bunda Astrid ini penting untuk dibagikan kepada keluarga dengan anak Tuli lainnya, terutama di luar kota-kota besar. Harapannya, dengan informasi tentang bahasa Isyarat, budaya Tuli, dan inklusivitas di daerah-daerah, akan menghapus stigma negatif terhadap isu anak dengan disabilitas. 

Untuk itu, saya membuat halaman galang dana untuk memberangkatkan Liam dan Bundanya serta Juru Bahasa Isyarat ke daerah-daerah untuk berbagi inspirasi. Anggaran yang dibutuhkan untuk program perdana ini adalah Rp 20.000.000 untuk kebutuhan transportasi, akomodasi, operasional program, promosi acara dan pengadaan seminar.

enkIfE3fci5X47XKVKibimBfqKqV421LMpym5wThLodTAxrHaxOXF8sLLsq_XqLHypg3PaCLVC-2eefMxrVSSO1NI3vRfZThJs71HN78QKzhSrKKU_3GeRMqhJlNjiQgh3LXYfId

Liam & Dewi Sandra mencontohkan bahasa isyarat "Allahu akbar" di HijrahFest 2019

Kota Batam menjadi destinasi pertsama yang dipilih. Saya tengah menghubungi GERKATIN Kepulauan Riau, Parakerja.co.id, dan juga berencana berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Batam terkait program sosialisasi Bahasa Isyarat ini. Tujuannya agar instansi strategis lebih ramah disabilitas. Jangka panjangnya, impian tentang kesetaraan dan ramah disabilitas di rumah sakit, kepolisian, kantor pemerintah dan sebagainya bisa tercapai. Dimulai dengan masyarakat mengetahui cara komunikasi dengan teman Tuli, yaitu dengan Bahasa Isyarat.

3xG8Rj6d7fLUr2QmsI1S7MZ61eB9oNCcr02UJL2JNAas36Rk2jntkD_J200mB42mCdfsqSKXkMWNrsc7Jrwk7QfyXo3DUC9KwqLyi0sDVR8fyk5E7Oy-4dMAnxijmBxgE0CjJtI_

Maka itu, saya pun tergerak untuk menyanyikan lagu berjudul “RASAKAN DUNIA” yang bercerita tentang bagaimana seorang teman dengar mengenal dunia teman Tuli dan bahasa isyaratnya. Lagu ini mengungkapkan perasaan apresiasi dan kagum saya kepada mereka.

Melalui lagu ini juga, saya ingin mengajak teman dengar untuk semakin mengenal tentang dunia teman Tuli termasuk budaya dan cara komunikasi mereka, yaitu Bahasa Isyarat. Hasil dari download lagu #RasakanDunia di digital platform, akan didonasikan utk mendukung campaign ini.

Saya juga mengajak teman Tuli untuk bisa seirama dalam menjalani hidup di dunia ini bersama- sama. Tanggal 28 Januari 2020, saya merilis video klip spesial yang melibatkan teman-teman Tuli dan menggambarkan bahwa teman Tuli memiliki dunia yang setara seperti teman dengar.

Mari dukung mereka dengan cara:
1. Klik “DONASI SEKARANG”;
2. Masukan nominal donasi;
3. Pilih bank (GO-PAY/BNI/BNI Syariah/Mandiri/BCA/BRI/Kartu Kredit);
4. Dapatkan laporan melalui email. 

299e42ee-ba41-4877-a657-70fb862a04b2.jpg

Liam & Surya Sahetapy

be7076cb-2ab0-4e0d-a7a4-07db8acc23ef.jpg

Liam & Yura Yunita

4f97b3ee-72ca-430d-ac5f-6fe21da5f1d9.jpg

Liam dan kawan-kawan saat menjadi talent untuk videoklip "Cahaya Dalam Sunyi" dari QuranIDproject

d2ca7236-387e-4fc6-ad0a-a64af404d186.jpg

Liam bersama Bunda Astrid, Bunda Galuh, Angkie Yudistia di acara press conference Wardah Ramadan 2019

e1e5cbd2-391e-4d58-bb86-b2f8f6fa6133.jpg

1e9d4b71-4196-4ab3-8c55-2ca7b79f86c0.jpg

________________________________________________

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (193)