Kitabisa! - Bantu Riana Bangkit dari Sakit untuk Bayi Aisyah
Bantu Riana Bangkit dari Sakit untuk Bayi Aisyah

Bantu Riana Bangkit dari Sakit untuk Bayi Aisyah

Rp 176.175.194
terkumpul dari Rp 400.000.000
1368 Donasi 0 hari lagi

Cerita

Assalamualaikum wr.wb....

Sekiranya mohon waktu sejenak untuk teman2 meluangkan waktu untuk membaca kisah dari Sahabat kami, Riana Dwi Sagita. Riana, begitulah ia akrab disapa.

Dia adalah salah satu Tenaga Teknis Kefarmasian di Unit kami bekerja, Farmasi Rawat Inap, Rumah Sakit Krakatau Medika Cilegon. Auranya selalu terpancar ceria, tidak pernah mengeluh, pekerja keras , hobi membaca buku ketika luang, sehingga ia pun terkenal pintar. Hidupnya terasa normal layaknya wanita sepantarannya. Dapat pekerjaan yang layak, menikah di usia muda, Dan mendapat karunia utk Hamil hanya sebulan setelah menikah.

bf3705e7-4ccf-47f9-a210-58162a5d782d.jpg

Hidupnya seketika berubah ketika waktu cuti hamil, yang di tempat kami diberikan 1.5 bulan sebelum Hari Perkiraan Lahir ( HPL). Ia mendapat cuti pada Tanggal 28 November 2018. Kami teman2nya mendapati Riana jadi sering keluar masuk RS, diagnosa awalnya Adalah Thypoid. Kala itu dia dirawat di Ruang Perawatan Cempaka, yang lokasinya tidak jauh dari Farmasi Rawat Inap. Kami sempat membercandai dya, jangan2 kangen lembur... Hehe...

Alhamdulillah akhirnya dia bisa Pulang, tak lama kemudian, kami mendapat kabar , Riana kembali dirawat, Kali ini karena Hiperemesis, makanan Dan minuman sama sekali tidak bisa masuk ke tubuh mungilnya, Kali ini kami berpikir bahwa ini mungkin bawaan bayi. Akhirnya ia pun keluar RS lagi. Tak lama berselang, Riana harus dibawa ke IGD karena muntah yang tiada henti, Dan ia pun dirawat inap kembali. Kala itu Hari Jum'at, Tanggal 21 Desember 2018, aku bersama kedua temanku menyambangi Riana, kami sempat bercerita banyak walau Riana terlihat letih Dan lesu, karena sedikit2 ia harus muntah, ia meminta ibunya untuk menitipkan air minum ke kulkas di unit kami. Sejak awal Hamil, dia memang jadi suka minum air dingin. Jadwal Sectio Caesar untuk Riana adalah Tanggal 11 Januari 2019. Kelahiran anaknya memang sudah direncanakan utk SC karena Riana memiliki minus cukup tinggi sehingga Dr Spesialis mata merekomendasikan SC sebagai jalan Lahir anak Riana. Wah... Masih lama ya Ri.... Msh kisaran 20 Hari lagi .. ap bawaan bayi ya Ri... Kasian jga Dede nya di dalem. Kami masih berpikir positif Dan sama sekali tidak berpikir macam2.

Hari Senin Tanggal 23 Desember 2018,sy mendapat kabar dari teman2 Saya bahwa Ada Hal aneh mengenai Riana, Riana sempat Lupa dengan teman2 bahkan suaminya, Dan juga berhalusinasi , serta merasa dirinya masih kecil, kadang masih sekolah. Kali ini keluarga Dan teman2 berpikir apakah Ada penyakit non medis? Sampai Pak ustadz pun menyambangi Riana Dan mengatakan bahwa Tidak Ada Hal ghaib.

Setelah Hari itu, kondisi Riana Makin menurun, sampai akhirnya ia dipindahkan ke ICU untuk mendapat Perawatan intensif. Operasi SC pun dimajukan, menjadi Tanggal 26 Desember 2018. Alhamdulillah, bayi perempuannya yang bernama Aisyah lahir sehat sempurna. Namun, tidak dengan kondisi Riana.

Setelah melakukan CT scan, dokter menemukan Massa di lobus frontal nya. Riana harus kembali ke ICU setelah proses melahirkan, bukannya ke Ruang Perawatan pasca melahirkan. Setelah kondisi Riana agak membaik, keluarga meminta dokter untuk memindahkan Riana ke Ruang Perawatan Pasca Persalinan. Saya sempat menjenguknya, sempat Saya tidak mengenalinya, wajah yang ceria berubah menjadi sosok yang hanya merespon dengan Gerakan tangan, Dan saat kami memberi semangat , ia hanya bisa menitikan air mata. Sabar ya Ri, kuat ya Ri... Kami Kira itu adalah kondisi terparah dari Riana yang akan kami lihat.

d3de8968-6951-48b5-a92c-f5597aa10c8f.jpg

Ini adalah Aisyah,putri cantik yang baru saja dilahirkannya. Riana bahkan belum sanggup untuk menggendong dan bahkan mencium anaknya tersebut )

Saat itu, Jum'at 28 Desember 2018. Tak lama dari itu, Saya kembali mendapat kabar bahwa Riana sempat henti nafas Dan akhirnya harus kembali dirawat di ICU. Riana harus rela tubuhnya dipasang Guedel , Dan respirator. Terkoyak2 rasanya, seorang Ibu yang baru saja melahirkan anak cantiknya belum sempat memulihkan diri dari operasi SC Dan bahkan blm sanggup untuk menggendong, bahkan mencium anaknya. Tau Kan Ap lagi yang harus dirasa Riana? Ya, mastitis, kondisi di Mana payudara bengkak , karena ASI tidak bisa dihisap oleh Aisyah. Mungkin jika Riana bisa bilang, ia akan berteriak kesakitan, namun sayangnya tidak bisa.

Senin, 31 Desember 2018, dengan penasaran Saya langsung menelepon ICU, apa tindakan terbaik yang bisa dilakukan untuk Riana? Ternyata rujuk ke RS lain adalah satu2 nya solusi yang bisa dilakukan walau keadaan umum Riana kala itu tidak baik, kejang, sering demam dan tingkat kesadaran rendah. Akhirnya terpikirlah untuk menghubungi salah satu teman di M*C** Semanggi, alhamdulillah Ada tempat di ICU, walau terpaksa harus menggunakan asuransi yang tentunya memiliki limit. Kenapa tidak pakai BPJS ? Tentunya karena sulit mendapat tempat di ICU RS rujukan Dan terlebih dengan jaminan BPJS, kami sebagai tenaga Kesehatan tau itu, sedangkan Riana segera butuh pertolongan. Keluarga pun setuju Dan akhirnya memutuskan untuk merujuk Riana ke RS tsb.

Setelah dilakukan MRI, ternyata Massa tidak hanya di lobus frontal saja, tetapi di 3 titik lainnya. Akhirnya, dilakukanlah pengambilan sample jaringan ( biopsi) untuk dilakukan Patologi Anatomi untuk melihat jenis apakah Massa itu? Sejak Tanggal 01 Januari 2019, Riana terpasang ventilator yang bisa menopangnya utk bernapas. Ia harus disedasi, kemudian kondisiny tidak stabil, kadang bradikardia, kadang takikardia, yang menyebabkan banyak obat harus masuk ke dalam tubuhnya. Sedihnya , ia tidak bisa berontak , karena kini ia hanya bisa terbujur Kaku...

Diagnosis sementara adalah TB otak , kondisinya kritis, namun Allah masih memberi tanda kehidupan untuk Riana. Ia masih berjuang melewati masa2 ini, mungkin ia masih berjuang untuk segera bisa mencium Aisyah...suaminya pun dengan setia selalu menemani Riana Tanpa henti. Dan ia tidak pernah menyerah untuk memberikan pengobatan untuk Riana. Yang kini biaya nya sudah mencapai 327 juta Dan akan masih terus bertambah. . Riana membutuhkan dukungan doa Dan juga uluran Dana dari teman2 sekalian yang skarang masih diberikan nikmat sehat Dan juga rejeki oleh Allah SWT. Bantu Riana untuk kembali sehat Dan Insya Allah bisa mengurus anaknya, Aisyah...

Sebuah catatan dari orang yang sayang dengan Riana

Yostal

Cilegon, 11 Januari 2019

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (1368)