Riau Bernapas!
Riau Bernapas!

Galang dana ini belum atau sedang dalam verifikasi. Jika terlihat janggal atau mencurigakan,  Laporkan di sini

Riau Bernapas!

Rp 35.967.949
terkumpul dari Rp 35.000.000
192 Donasi 0 hari lagi

Informasi Penggalangan Dana

Loading...

Cerita

Lagi-lagi Riau dijebak oleh kabut asap yang muncul akibat kebakaran lahan untuk kesekian kalinya.

Kabar ini mulai menghiasi layar kaca dan layar ponsel saya. Muncul berbagai macam respons dari teman-teman di jagad maya. Ada yang berusaha untuk memberikan kabar terbaru, ada pula yang tak henti-hentinya menuliskan doa di jejaring sosial.

Sumber gambar: AntaraFoto/liputan6.com

Kabut asap yang menyelimuti Riau dapat mengganggu kesehatan warga setempat. Hal ini dibuktikan dengan munculnya beberapa kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Andra Sjafri, penderita penyakit ISPA sudah mencapai 14.566 jiwa pada hari Jumat, 11 September 2015. Tak hanya itu, kabut asap yang menyelimuti Riau sayangnya telah menyelimuti beberapa kota lain di Indonesia. Akibatnya, angka penderita penyakit ISPA pun terus meningkat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa kabut asap akibat kebakaran hutan menyebabkan kualitas udara di kota Pekanbaru, Riau, sudah sampai level berbahaya!

Salah satu upaya untuk dapat menangkal penyakit pernapasan akibat kabut asap tersebut adalah dengan memakai masker. Masker N-95 adalah jenis masker yang kerap digunakan para tenaga medis bagian infeksi dan penyakit menular. Masker jenis ini mampu menyaring 95% dari seluruh partikel yang dibawa oleh udara. Sayangnya, sampai ketersediaan jumlah masker di Riau sudah semakin menipis, kabut asap pun tak kunjung reda. Apalagi harga masker N-95 cukup mahal dan susah diperoleh di beberapa apotek di Riau. Tak hanya itu, rupanya Kementerian Kesehatan juga tidak bersedia memenuhi permintaan masker N-95 dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau. Beritanya dapat dibaca di sini.

Kalau boleh jujur, saya cukup resah melihat keadaan yang seperti ini, ditambah lagi membaca keterangan dari Kementerian Kesehatan pada berita tadi.

Pada keadaan seperti ini, kita memiliki dua pilihan. Mau diam atau berbuat sesuatu?

Saya yakin, pilihan yang kedua adalah pilihan yang paling ideal.

Karena selama kita diam, ada ribuan orang di Riau sana yang terancam jiwanya.

Karena kita bersama memiliki daya yang besar untuk menghadapi kejadian ini bersama-sama.

Karena di balik kejengkelan saya membaca berita-berita mengenai kabut asap ini, ada ketulusan yang jauh lebih besar untuk mereka yang terkena kabut asap.

Mari kita bantu kawan-kawan di Riau untuk bisa kembali bernapas lega, setidaknya sampai kabut asap ini mereda.

Sembari menunggu aksi lanjutan dari pemerintah dan teman-teman lainnya, mari kita bergerak.

Sumber gambar: Antara/Rony Mularman

Rencana Penggunaan Dana

Dana yang terkumpul melalui kitabisa.com akan digunakan untuk membeli masker N-95 (menggunakan 60% dana yang terkumpul) dan inhaler (menggunakan 40% dana yang terkumpul) untuk disalurkan ke Riau dan daerah lain yang tercemar oleh kabut asap. Masker dan inhaler akan didistribusikan melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Untuk info lebih lanjut, berikut contact dari ACT:

Desy (+62 812-1807-0744)

Jika target penggalangan dana tidak tercapai, dana akan tetap digunakan untuk membeli masker jenis N-95 dan inhaler yang jumlahnya akan disesuaikan.

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


icon-flash-message

Doa-doa #OrangBaik

Terbaru
  • Terbaru
  • Terpopuler
Loading...

Donasi (192)


Fundraiser