Kitabisa! - Rini Kecil Butuh Uluran Tangan Anda untuk Operasi
Rini Kecil Butuh Uluran Tangan Anda untuk Operasi

Rini Kecil Butuh Uluran Tangan Anda untuk Operasi

Rp 22.451.202
terkumpul dari Rp 100.000.000
100 Donasi 0 hari lagi

Cerita

SERANG – Rini Permatasari (2) tak berdaya dengan penyakit yang dideritanya. Dokter Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo, mendiagnosa bocah malang itu mengidap suspectra hemorgiolymphasiona. Penyakit itu berupa benjolan yang menutupi wajah mungilnya hingga 80 persen.

Andi Putra orangtua Rini mengatakan anaknya tidak pernah mengeluh sakit. Menurut Andi penyakit itu dibawa putrinya sejak lahir. Rini memiliki saudara kembar bernama Rina Permatasai. Rini lebih tua empat jam dari Rani yang lahir dengan kindisi fisik normal.

Andi menceritakan, Rini berumur tiga hari langsung dibawa ke RS Drajat Parawira Negara Kabupaten Serang untuk pemeriksaan penyakitnya. Namun pihak rumah sakit mengaku tidak mampu menangani dan menyarankan keluarga membawa Rini ke RSCM.

Seminggu kemudian, Andi mengikuti saran rumah sakit berbekal kartu BPJS kelas I. Tapi karena ruang operasi RSCM penuh, pihak ruma sakit meminta Andi menunggu dan aktif menelefon untuk menanyakan ruangan operasi.

“Kartu BPJS saya terdaftar kelas satu, tapi ketika di RSCM malah ditulis kelas dua. Akhirnya kita disuruh nunggu karena ruang operasi penuh dan dikasih nomor telefon,” kata Andi, Jumat (26/8/2016).

Setelah itu, Andri mengaku tidak pernah lagi membawa Rini ke rumah sakit. Alasannya, ia tidak punya biaya. Penghasilannya sebagai guru honorer di salah satu sekolah swasta di Kecamatan Tirtayasa, pas-pasan.

“Karena waktu itu nomor telefon yang dikasih RSCM susah dihubungi, akhirnya dirawat di rumah kakeknya (Iyad). Tapi Rina tinggal sama kami di Desa Sujung, Kecamatan Tirtayasa,” terang Andi.

Rini tinggal bersama kakeknya di Kampung Pontang, RT 10/4 Desa/Kecamatan Pontang. Menurut Iyad, Rini selama ini tidak pernah mengeluh kesakitan. Bahkan Rini termasuk anak yang aktif.

“Paling kalau nangis cuma pas laper saja sama ngantuk. Kebetulan tiga hari kemarin dia abis sakit panas, alhamdulillah sekarang tinggal batuknya aja. Biasanya mah main sama teman-temannya,” ujar Iyad.

Meski cucu perempuannya itu selalu riang, Iyad tetap sedih bila mengingat penyakit yang diderita Rini. Dia berharap, cucunya itu bisa segera menjalani operasi.

“Siang malam selalu kepikiran, saya mah enggak kuat ngeliatnya, selalu kepikiran,” tuturnya sambil mengusap air mata. “Kami berharap pemerintah memberi bantuan agar Rini secepatnya diobati,” pungkasnya.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (100)