Kitabisa! - Pembebasan Kapling dan Pembangunan Rumah Tahfizh
Pembebasan Kapling dan Pembangunan Rumah Tahfizh

Pembebasan Kapling dan Pembangunan Rumah Tahfizh

Rp 36.084.533
terkumpul dari Rp 650.000.000
128 Donasi 227 hari lagi
Yayasan Darun Nahdhah Al Islamiyah
Akun telah terverifikasi

Cerita

Para penghapal al-Quran adalah anggota keluarga Allah SWT, sebagaimana sabda Nabi saw., "Ahlul Quran adalah keluarga Allah dan orang-orang pilihan-Nya." (HR Ibnu Majah).

Mari muliakan mereka dengan menyiapkan tempat yang layak dan nyaman bagi mereka untuk menghapal kitab suci-Nya.

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim.

Jika berkanan, silakan di-share sebanyak-banyaknya Insya Allah berbuah pahala terbaik dari Allah SWT. Amiin.

WAKAF: "TABUNGAN AKHIRAT" TERBAIK

Wakaf, menurut para ulama, adalah bentuk sedekah yang dinyatakan dan digambarkan di dalam Hadis Nabi saw., yaitu sedekah jariyah.

Pahala wakaf akan terus mengalir kepada pelakunya meski ia telah wafat. Rasul saw. bersabda, “Jika manusia mati, terputuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak salih yang mendoakan orangtuanya.” (HR Muslim dan Abu Dawud)

Berdasarkan hadis ini, sedekah jariyah identik dengan wakaf (Abu Thayyib, Awn al-Mabûd, 8/62.

Para Sahabat Nabi saw. dulu adalah generasi yang sangat banyak berwakaf. Jabir ra. menuturkan bahwa tidak seorang pun dari Sahabat Nabi saw. yang memiliki kemampuan kecuali ia mewakafkan hartanya (Ibrahim ibn Muhammad ibn Abdullah ibn Muflih, Al-Mubdi, 6/312).

Menurut Imam Syafii, wakaf dari para Sahabat Nabi saw. itu hampir tak terhitung jumlahnya. Wakaf Nabi saw., keluarga beliau (Ahlul Bait) dan kaum Muhajirin terkenal luas di Madinah dan Makkah. Lebih dari delapan puluh Sahabat dari kalangan Anshar juga mewakafkan sebagian besar hartanya. Harta wakaf mereka masih ada hingga sekarang (Al-Baihaqi, Marifah as-Sunan wa al-Atsar, 10/233).

Begitulah wakaf. Harta abadi yang pahalanya terus mengalir sampai jauh meski pelakunya sudah wafat ratusan bahkan ribuan tahun lalu.

Karena itu seorang Mukmin yang cerdas tak mungkin mengabaikan amal shalih berupa wakaf ini. Sebabnya, ia sangat paham, sekadar mengandalkan amal shalihnya seperti shalat-shalat sunnah, misalnya, pahalanya akan berakhir saat ia wafat dan shalat itu tak bisa lagi ia tunaikan. Berbeda dengan wakaf, pahalanya akan terus mengalir meski pelakunya telah wafat ratusan bahkan ribuan tahun sebelumnya.

Semoga kita termasuk orang-orang yang cerdas, yang bukan saja amat paham keutamaan wakaf, tetapi juga menjadi pelaku utamanya. []

WAKAF ATAS NAMA AYAH/IBU: WUJUD BIRRUL WALIDAYN TERBAIK

Wakaf atau amal jariyah adalah amal yang utama. Sebagai amal utama, wakaf bisa diniatkan atas nama pribadi atau orang lain (misal: ayah/ibu) yang sudah wafat. Dalam hal ini Ibn Abbas bertutur:

Saad ibn Ubadah pernah berkata kepada Nabi saw, “Ibuku telah wafat, sementara aku tidak ada di sisinya. Apakah bermanfaat bagi beliau jika aku bersedekah atas namanya?” Nabi saw. menjawab, ”Iya, tentu saja.” Saad berkata lagi, ”Kalau begitu, persaksikanlah bahwa kebunku al-Mihraf ini disedekahkan (diwakafkan) atas nama ibuku.” (HR al-Bukhari).

Dalam riwayat an-Nasai dan ad-Daraquthni, Saad juga mewakafkan sumur atas nama ibunya yang sudah wafat.

KARENA ITU BALASLAH KEBAIKAN AYAH/IBU ANDA DENGAN BALASAN TERBAIK BERUPA WAKAF ATAS NAMA MEREKA YANG PAHALANYA AKAN TERUS MENGALIR UNTUK MEREKA SAMPAI HARI KIAMAT.[]

Jangan tunda niat Anda untuk berwakaf, baik atas nama sendiri maupun atas nama Ayah/Ibu Anda. Mumpung masih Ramadhan yang penuh berkah dengan pahala berlimpah.

Silakan salurkan dana wakaf Anda untuk Pembangunan:

Rumah Tahfizh

ROUDHOTUL QURAN INDONESIA (Gratis untuk Yatim dan Dhuafa).

Transfer Langsung dengan:


mrng-klik "DONASI SEKARANG" di:

https://kitabisa.com/roudhotulquran

Semoga Allah meridhai kita semua. Amiin.

Salam ta'zhim,

Al-Faqir Arief B. Iskandar, S.S.

(Khadim Roudhotul Quran)

HP: 0818 0808 6479 (Call/SMS/WA)


Assalaamu’alaikum wa rahmatulLaahi wa barakaatuh.

Perkenalkan nama saya sehari-hari di masyarakat dan di media sosial adalah ARIEF B. ISKANDAR. Adapun nama asli saya (sesuai KTP) adalah ARIF BUDIMAN, S.S.

d1eaab8e20e78a860e8f1498694986982fca6ac7

Saya adalah pimpinan Lembaga Sosial dan Keislaman DARUN-NAHDHAH yang bergerak dalam kegiatan sosial dan keislaman. DARUN NAHDHAH berlokasi di sebuah kampung kecil yang beralamat di Kp. Babakan Tua/ RT 03 RW 04 Desa Bantarsari Kec. Rancabungur Kab. Bogor Jawa Barat.

Lembaga ini telah berdiri sejak tahun 2010 dengan rintisan awal kegiatan berupa majelis taklim ibu-ibu dan bapak-bapak, yang awalnya selama kurang-lebih lima tahun berpindah-pindah dari rumah ke rumah warga. Saat ini kegiatan rutin lembaga kami dalam lima tahun belakangan ini antara lain:

1.Majelis Taklim Bapak-bapak dan Ibu-ibu dengan jumlah jamaah kurang-lebih 100 orang.

2.PAUD Islami, pengajian anak-anak (TPA) dan pengajian tahfizh quran dengan jumlah anak didik lebih dari 60 anak.

3.Kegiatan seputar Ramadhan.

4.Peringatan hari-hari besar Islam.

5.Penyaluran zakat, infak dan sedekah, khususnya ke warga sekitar (yatim, janda, dan dhuafa).

Beberapa dokumentasi kegiatan Darun Nahdhah:

KEGIATAN YANG SUDAH BERJALAN DI DARUN NAHDHAH:

PENGAJIAN ANAK-ANAK (TPA/TAHFIZH)

1f1523590af238ad319ba323e4ddcc29e817333f42b30c6ad2b2ec79a92223295e2685a8b08aa7ef

PENGAJIAN BAPAK-BAPAK

26acd21ae5beebe3ecdca7c28fefc87b6ddd2358

PENGAJIAN UBU-IBU

75e8a81f5051a903fa159bcf43d55999c75775fb

Alhamdulillah, sekitar lima tahun lalu DARUN NAHDHAH memiliki bangunan sederhana dengan status wakaf di atas tanah seluas kurang-lebih 140m2. Bangunan tersebut sebagian digunakan untuk tempat tinggal santri dan sebagian lainnya digunakan untuk kegiatan pengajian bapak-bapak dan ibu-ibu, belajar-mengajar dan tahfzih quran anak-anak serta perpustakaan sederhana.

Karena keterbatasan luas bangunan, selain karena beberapa bagian bangunan telah mengalami kerusakan di sana-sini, sejak setahun lalu kami berniat merenovasi dan mengembangkan luas bangunan tersebut karena dirasa sudah tidak memadai, terutama karena anak-anak santri sering berdesak-desakan saat kegiatan belajar-mengajar sehingga sering kegiatan belajar-mengajar menjadi kurang kondusif meski telah dibagi-bagi menjadi beberapa kelas dengan waktu yang berbeda-beda.

Alhamdulillah, sekitar beberapa bulan lalu kami mendapat amanah berupa wakaf tanah kapling seluas 60m2 dari pihak pengembang perumahan Bantarsari Residence yang hanya beberepa meter dari lokasi Bangunan DARUN NAHDHAH. Rencananya, tanah kapling tersebut akan dibangun khusus untuk Rumah Tahfizh Quran Anak-anak. Dengan demikian ke depan anak-anak peserta Tahfizh Quran DARUN NAHDHAH akan direlokasi ke tempat yang baru di Bantarsari Residence, yang diberi nama ROUDHOTUL QURAN

Namun, karena luas tanah kapling di Bantarsari residence tersebut hanya 60m2 sehingga kurang memadai, kami bermaksud membeli satu kapling lagi dengan luas yang sama di sampingnya, dengan harga yang ditawarkan dari pihak pengembang Rp 90.000,000. Dengan demikian total luas tanah yang akan dibangun 120m2. Harapannya, bagunan Rumah Tahfizh tersebut minimal menampung 15-20 anak, khusus para santri tahfizh quran.

PENYERAHAN SECARA SIMBOLIS KAPLING (BLOK F-1) UNTUK RUMAH TAHFZIH DARI PERWAKILAN PIHAK PENGEMBANG BANTARSARI RESIDENCE KEPADA PIMPINAN DARUN-NAHDHAH USTADZ ARIEF B. ISKANDAR

40d8ebf2609bf4719684704dde36da5a165402f5

BANTARSARI RESIDENCE. DESA BANTARSARI KEC, RANCABUNGUR KAB. BOGOR JAWA BARAT

df1095251b6c45eaf40575964aabda991e8465fc

Rumah Tahfizh ROUDHOTUL QURAN rencananya khusus diperuntukkan bagi pembinaan para calon hafizh Quran, khususnya anak-anak yatim/dhuafa, tanpa dipungut biaya atau gratis

Untuk itulah, kami bermaksud memohon dukungan dana dari para donatur untuk:

  • Pembebasan satu kapling lagi seluas 60m2 dengan harga Rp 90.000.000.
  • Pembangunan Rumah Tahfizh yang kami beri nama ROUDHOTUL QURAN di atas tanah kapling seluas 120m2 dengan perkiraan biaya Rp 510.000.000 (dua lantai).
  • Renovasi DARUN-NAHDHAH Rp 50.000.000
  • Total kebutuhan dana sekitar Rp 650.000.000.

RENCANA PEMBANGUNAN RUMAH TAHFIZH ROUDHOTUL QURAN

GAMBAR TAMPAK DEPAN

14798cd1b5f2ccf46444b2d47b2be93873240f08

GAMBAR DENAH LANTAI 1 ROUDHOTUL QURAN

9613ba81f56c2d986d895f8899815cab65e7e9b0

GAMBAR DENAH LANTAI 2 ROUDHOTUL QURAN

2a7dd348553acf7395fe9c1a250e846e7ba50000

RENCANA ANGGARAN BIAYA:

e59e563aac86053264a08f3b166952f4be3c13d3

cb6e8aaf8403bccd05f2e50734218fbeee583ca3d4928538fc148b93c293b0254146f1dc6d700c1e

Dengan sebuah keyakinan bahwa harta sebenarnya di sisi Allah SWT (karena akan menjadi tabungan abadi di akhirat) adalah harta yang diinfakkan, disedekahkan atau diwakafkan untuk kepentingan agama Islam, kami sangat berharap para aghniya’ bisa berlomba-lomba mendonasikan sebagian hartanya untuk kepentingan pembangunan Rumah Tahfizh ROUDHOTUL QURAN tersebut.

Atas perhatian dan dukungannya, kami mengucapkan terima kasih. JazaakumulLaah ahsanal jazaa.

Wassalaamu’alaikum wa rahmatulLaahi wa wabarakaatuh.


Bogor, 12 April 2018


Salam Ta’zhim:


Arief B. Iskandar

(Khadim Darun Nahdhah).

HP: 0818 0808 6479 (Tlp/SMS/WA)


Silakan:

1. Klik DONASI SEKARANG

2.Isi JUMLAH DONASI DAN DATA DIRI

3.Pilih METODE PEMBAYARAN DAN TRANSFER

jangan lupa sebarkan pesan ini kepada keluarga, saudara, kolega, temen dekat dan kaum Muslim secara umum. Mudah-mudahan berbuah pahala yang berlipat ganda di akhirat kelak.

Jikam ada pertanyaan silakan hubungi kami di: 0818 0808 6479 (Tlp/SMS/WA)atau email: [email protected],

atau kunjungi kami di DARUN NAHDHAH Kp. Babakan Tua RT 03 RW 04 Desa Bantarsari Kec. Rancabungur Kab. Bogor Jawa Barat.

[]

Ayat dan Hadiz tentang Keutamaan Infak, Sedekah dan Wakaf

Allah SWT berfirman (yang artinya): Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usaha kalian yang baik-baik dan sebagian dari apa yang telah Kami keluarkan dari bumi untuk kalian. Janganlah kalian memilih yang buruk-buruk lalu kalian infakkan darinya, padahal kalian sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata. Ketahuilah bahwa Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji (TQS al-Baqarah [2]: 267).

Bahkan seharusnya kita bersedekah dengan harta yang paling kita cintai, sebagaimana firman-Nya (yang artinya): Kalian sekali-kali tidak sampai pada kebajikan (yang sempurna) sebelum kalian menafkahkan sebagian harta yang kalian cintai (TQS Ali-Imran [3]: 92).

Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah seseorang bersedekah dengan harta yang baik—sementara Allah tidak akan menerima kecuali yang baik-baik—melainkan Allah akan mengambilnya dengan tangan kanan-Nya. Jika itu berupa sebutir kurma, niscaya ia akan tumbuh di telapak tangan Allah SWT sehingga menjadi lebih besar daripada gunung. Ini sebagaimana seseorang di antara kalian menyemai benihnya atau memelihara anak unta.” (HR Ahmad, an-Nasa’i dan at-Tirmidzi).

Beberapa Teladan Sahabat dalam Berinfak, Bersedekah dan Berwakaf

Abu Bakar ra. adalah salah seorang Sahabat yang paling banyak berkorban harta untuk kepentingan dakwah dan jihad fi sabilillah. Sejak berhijrah bersama Rasulullah saw., sebagaimana diceritakan oleh Ibn Ishak, dari penuturan Asma ra., Abu Bakar membawa seluruh hartanya sebanyak 6 ribu dirham, tentu untuk diwakafkan demi keperluan perjuangan Islam.

Utsman bin Affan ra. juga terkenal karena pengorbanan hartanya. Dalam Perang Tabuk beliau pernah mewakafkan 100 ekor unta dengan perlengkapannya (HR Ahmad). Bahkan menurut al-Baihaqi, itu ia lakukan sampai tiga kali sehingga total 300 unta beserta perlengkapannya (Lihat juga: Abu Nu’aim, Al-Hilyah, I/59).

Utsman bin Affan pun pernah menginfakkan 10 ribu dinar (lebih dari Rp 20 miliar) untuk membantu Pasukan al-Usrah. Di luar itu, Utsman ra. pernah menyedekahkan lagi 1000 (lebih dari Rp 2 miliar) dinar untuk biaya Perang ‘al-Usrah (HR al-Hakim) dan 700 uqyah emas (HR Abu Ya’la), juga 950 ekor unta dan 50 ekor kuda untuk Perang Tabuk (HR Ibn Asakir).

Abdurrahman bin Auf pernah menjual tanahnya seharga 40 ribu dinar (lebih dari Rp 80 miliar). Seluruh hasil penjualan tanah itu ia bagi-bagikan kepada fakir-miskin, termasuk kepada para istri Nabi saw. (HR al-Hakim). Beliau pun pernah membebaskan sebanyak 30.000 budak wanita (HR Abu Nu’aim).

Pernah suatu saat Abdurrahman bin Auf datang ke Madinah sepulang berdagang dari Syam dengan membawa 700 ekor unta beserta barang-barang hasil dagangannya. Kabar tersebut sampai kepada Baginda Nabi saw. Beliau lalu bersabda, “Aku melihat Abdurrahman bin Auf masuk surga dalam keadaan merangkak.” Sabda Rasul ini sampai ke telinga Abddurahman bin Auf. Ia lalu berkata, “Andai saja aku bisa masuk surga dengan cara berjalan.” Seketika, tanpa pikir panjang, ia segera menyedekahkan seluruh unta dan barang-barang hasil dagangannya itu yang baru saja tiba di Madinah (HR Ahmad).

Demikianlah fenomena sedekah Baginda Nabi saw. dan para Sahabat yang mulia di atas. Mereka bersedekah seperti orang yang tak pernah takut miskin. Sebaliknya, mereka jor-joran bersedekah justru karena takut banyaknya harta malah menjadi beban di akhirat.

Bagaimana dengan kita? Semoga saja kita bisa seperti mereka. ROUDHOTUL QURAN adalah salah satu tempat yang insya Allah layak untuk membantu mewujudkan keinginan Anda agar seperti para Sahabat Rasulullah saw. dalam beriunfak dan bersedekah. Caranya adalah dengan berinfak/bersedekah/berwakaf untuk mendukung pembiayaan pembangunan rumah tahfizh yang layak dan nyaman bagi para penghapal Quran anak-anak, khususnya yatim/dhuafa, yang akan dibina oleh para asatidz ROUDHOTUL QURAN, tanpa dipungut biaya alias gratis. []

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (128)