Puger, Tukang Parkir yg Merawat anak-anak HIV/AIDS
Puger, Tukang Parkir yg Merawat anak-anak HIV/AIDS

Perhatian : Penggalangan ini belum terverifikasi. Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan disini

Puger, Tukang Parkir yg Merawat anak-anak HIV/AIDS

Rp 50.000
terkumpul dari Rp 20.000.000
1 Donasi 0 hari lagi


Cerita

Puger Mulyono (50tahun), seorang Tukang Parkir di Solo sejak tahun 2012 merasa terpanggil hatinya untuk merawat anak-anak yang mengidap HIV/AIDS. Puger tidak tega melihat anak-anak tidak berdosa "terbuang" dari keluarga karena penyakit yang tidak mereka kehendaki.

Selama 4 tahun perjalanan rumah singgah Lentera penuh tantangan dan cobaan. Empat tahun berjuang untuk mendampingi anak-anak yang "terbuang" oleh keluarga lantaran mengidap HIV/AIDS, tentu membutuhkan kesabaran dan mental yang kuat.

Pro dan kontra mengiringi keberadaan rumah singgah Lentera. Rumah singgah Lentera yang diperuntukan bagi anak-anak penderita HIV/AIDS menerima berbagai cemoohan hingga penolakan atas keberadaan rumah singgah bagi 11 ADHA (anak dengan HIV/AIDS) sudah menjadi hal biasa.

Karena berbagai penolakan tersebut Rumah singgah Lentera sudah beberapa kali berpindah-pindah lokasi. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat Puger dan relawan Rumah Lentera untuk mendampingi dan merawat ADHA.

"Bukan salah mereka (warga), wajar sebagai manusia merasa khawatir atau takut tertular. Hanya mereka kurang mengerti dan memahami saja bagaimana dan seperti apa seseorang bisa tertular HIV/AIDS," kata Puger.

Saat ini, Puger bersama sebelas anak asuhnya tinggal di rumah kontrakan di Jalan Parangliris No 39 Laweyan, Solo. Menurut informasi dari Puger, saat ini ada 11 anak yang berada di Rumah Lentera, hampir semua sudah ditinggal oleh orangtuanya.

"Kalau ada anak yang sudah terstigma di keluarga mereka sendiri, kami tidak tega. Lalu kami menuruti kata hati, mendatangi satu per satu, dan diajak tinggal di lentera," kata Puger.

Kesehariannya Puger memberi obat penambah kekebalan tubuh pada setiap anak asuhnya dan setiap bulan Puger juga membawa mereka ke rumah sakit untuk mendapatkan suntikan antibiotik, dan juga cek kondisi anak asuhnya.

Puger membutuhkan dana besar untuk mencukupi kebutuhan obat setiap harinya, dan juga untuk cek kondisi anak asuhnya. Setiap bulan setiap anak harus mengeluarkan minimal Rp 300.000 - Rp 400.000. Pekerjaan Puger sebagai juru parkir tentu tidak akan pernah cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga serta anak asuhnya di Rumah Lentera.

Berbagai bantuan dari Dinas sosial, pemerintah kota dan provinsi serta para dermawan tentu sangat membantu Puger dan tim Rumah Lentera untuk mendampingi ADHA.

Sumber:
http://regional.kompas.com/read/2016/12/02/0609148...


CARA BERDONASI:
1.Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran (transfer bank atau kartu kredit)

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (1)