Kitabisa! - Rumah Zakat
Rumah Zakat

Rumah Zakat

Rp 2.852.864.781
12021 Donasi hari lagi
Rumah Zakat
Akun telah terverifikasi
Bagian dari GO-GIVE

Cerita

Rumah Zakat merupakan lembaga filantropi yang mengelola zakat, infak, sedekah, serta dana sosial lainnya melalui program-program pemberdayaan masyarakat. Rumah Zakat mulai berupaya untuk dapat mewujudkan visi menjadi filantropi kemanusiaan dan pemberdayaan. Untuk pemberdayaan akan diwujudkan dalam 5023 desa berdaya dan 200 hektar kebun produktif, serta 50.000 UMKM di seluruh Indonesia. Rumah Zakat telah membuktikan ini dalam kiprahnya selama 20 tahun dan mampu memberdayakan 30 juta penerima layanan manfaat.

Zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan apabila telah memenuhi syarat – syarat yang telah ditentukan oleh agama, dan disalurkan kepada orang–orang yang telah ditentukan pula, yaitu delapan golongan yang berhak menerima zakat sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 60:

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

Zakat dalam bahasa Arab mempunyai beberapa makna :

  • Pertama, zakat bermakna At-Thohuru, yang artinya membersihkan atau mensucikan (QS. At-Taubah ayat 103) 
  • Kedua, zakat bermakna Al-Barakatu, yang artinya berkah
  • Ketiga, zakat bermakna An-Numuw, yang artinya tumbuh dan berkembang
  • Keempat, zakat bermakna As-Sholahu, yang artinya beres atau keberesan, yaitu bahwa orang orang yang selalu menunaikan zakat, hartanya akan selalu beres dan jauh dari masalah.


Jenis-Jenis Zakat:

Zakat Emas

Ketentuan:

  • Mencapai haul
  • Mencapai nishab, 85 gr emas murni
  • Besar zakat 2,5%

Cara Menghitung:
Jika seluruh emas/perak yang dimiliki, tidak dipakai atau dipakainya hanya setahun sekali:

Zakat emas/perak = emas yang dimiliki x harga emas x 2,5 %

Jika emas yang dimiliki ada yang dipakai:

Zakat = (emas yang dimiliki – emas yang dipakai) x harga emas x 2,5 %


Zakat Perak

Ketentuan:

  • Mencapai haul
  • Mencapai nishab 595 gr perak
  • Besar zakat 2,5 %

Cara Menghitung:
Jika seluruh perak yang dimiliki, tidak dipakai atau dipakainya hanya setahun sekali:

Zakat = perak yang dimiliki x harga perak x 2,5 %

Jika emas yang dimiliki ada yang dipakai:

Zakat = (perak yang dimiliki – perak yang dipakai) x harga emas x 2,5 %


Zakat Perdagangan

Ketentuan:

  • Telah mencapai haul
  • Mencapai nishab 85 gr emas
  • Besar zakat 2,5 %
  • Dapat dibayar dengan barang atau uang
  • Berlaku untuk perdagangan secara individu atau badan usaha (CV, PT, koperasi)

Cara Hitung :

Zakat Perdagangan = ( Modal yang diputar + keuntungan + piutang yang dapat dicairkan ) – (hutang + kerugian) x 2,5 %


Zakat Pertanian

Ketentuan:

  • Mencapai nishab 653 kg gabah atau 520 kg jika yang dihasilkan adalah makanan pokok. Jika selain makanan pokok, maka nishabnya disamakan dengan makanan pokok paling umum di daerah.
  • Kadar zakat apabila diairi dengan air hujan, sungai, atau mata air, maka 10 %
  • Kadar zakat jika diairi dengan cara disiram (dengan menggunakan alat) atau irigasi maka zakatnya 5%


Zakat Profesi

Zakat Profesi adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan profesi bila telah mencapai nishab. Menurut Yusuf Qordhowi, sangat dianjurkan untuk menghitung zakat dari pendapatan kasar (brutto), untuk lebih menjaga kehati-hatian.

Nisab sebesar 5 wasaq/652,8 kg gabah setara 520 kg beras. Besar zakat profesi yaitu 2,5 %.

TERDAPAT 2 KAIDAH DALAM MENGHITUNG ZAKAT PROFESI

Menghitung dari pendapatan kasar (brutto):

Zakat = Pendapatan total (keseluruhan) x 2,5%

Menghitung dari pendapatan bersih (netto):

Zakat = (Pendapatan total – Pengeluaran perbulan*) x 2,5%

Keterangan:

  • Pengeluaran per bulan adalah pengeluaran kebutuhan primer (sandang, pangan, papan)
  • Pengeluaran perbulan termasuk: Pengeluaran diri , istri, 3 anak, orang tua dan Cicilan Rumah. Bila dia seorang istri, maka kebutuhan diri, 3 anak dan cicilan Rumah tidak termasuk dalam pengeluaran perbulan.


Zakat Hadiah

Jika hadiah tersebut terkait dengan gaji maka ketentuannya sama dengan zakat profesi dan dikeluarkan pada saat menerima hadiah. Besar Zakat yang dikeluarkan 2.5%.

Jika komisi, terdiri dari 2 bentuk:

  1. Pertama, jika komisi dari hasil prosentasi keuntungan perusahaan kepada pegawai, maka zakat yang dikeluarkan sebesar 10%.
  2. Kedua, jika komisi dari hasil profesi misalnya makelar, maka zakatnya seperti zakat profesi.

Jika hibah:

  1. Pertama, jika sumber hibah tidak diduga – duga maka zakat yang dikeluarkan sebesar 20%.
  2. Kedua, jika sumber hibah sudah diduga dan diharapkan, maka hibah tersebut digabungkan dengan kekayaan yang ada, zakat yang dikeluarkan sebesar 2.5%.


Zakat Simpanan

Uang simpanan dikenakan zakat dari jumlah saldo akhir bila telah mencapai haul. Besarnya nisab senilai 85 gr emas. Besar zakat yang harus dikeluarkan 2,5 %.

Tabungan

Zakat: (saldo akhir – Bagi hasil/bunga) x 2,5%

Deposito 

Penghitungan sama dengan zakat simpanan tabungan.


Zakat Fitrah

Ketentuan:
Besarnya zakat fitrah adalah 2.5 kg. Atau menurut Abu Hanifah, boleh membayarkan sesuai dengan harga makanan pokok.

Orang yang wajib membayar zakat fitrah
Semua muslim tanpa membedakan laki-laki dan perempuan, bayi, anak-anak dan dewasa, kaya atau miskin (yang mempunyai makanan pokok lebih dari sehari)

Waktu mengeluarkan zakat fitrah :
Boleh diberikan awal bulan Ramadhan, tetapi wajibnya zakat fitrah diberikan menjelang Sholat Idul Fitri atau tenggelamnya matahari di akhir bulan Ramadhan

Zakat Saham dan Investasi

Hasil dari keuntungan investasi saham, wajib dikeluarkan zakatnya sesuai dengan kesepakatan para ulama pada Muktamar Internasional Pertama tentang zakat di Kuwait (29 Rajab 1404.) 

Namun para ulama berbeda tentang kewajiban pengeluaran zakatnya. 

Pendapat pertama yang dikemukakan oleh Syeikh Abdurrahman Isa dalam kitabnya “al-Muamalah al-Haditsah wa Ahkmuha” mengatakan bahwa yang harus diperhatikan sebelum pengeluaran zakat adalah status perusahaannya, di mana:

  1. Jika perusahaan tersebut hanya bergerak di bidang layanan jasa, misalnya biro perjalanan, biro iklan, perusahaan jasa angkutan (darat, laut, udara), perusahaan hotel, maka sahamnya tidak wajib dizakati.
  2. Jika perusahaan tersebut adalah perusahaan dagang murni yang melakukan transaksi jual beli komoditi tanpa melakukan proses pengolahan, maka saham-saham perusahaan tersebut wajib dikeluarkan zakatnya di samping zakat atas keuntungan yang diperoleh. Caranya adalah dengan menghitung kembali jumlah keseluruhan saham kemudian dikurangi harga alat-alat, barang-barang ataupun inventaris lainnya. Besarnya kadar zakat adalah 2,5 persen dan bisa dikeluarkan setiap akhir tahun.
  3. Jika perusahaan tersebut bergerak di bidang industri dan perdagangan sekaligus, maka sahamnya wajib dizakatkan dengan mekanisme yang sama dengan perusahaan kategori kedua

Pendapat kedua adalah pendapat Abu Zahrah. Menurutnya, saham wajib dizakatkan tanpa melihat status perusahaannya karena saham adalah harta yang beredar dan dapat diperjual-belikan, dan pemiliknya mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan tersebut. Ini termasuk kategori komoditi perdagangan dengan besaran zakat 2,5 persen dari harga pasarnya. 

Yusuf Qaradawi mengatakan jika saham perusahaan berupa barang atau alat, maka saham perusahaan tersebut tidak dikenai zakat. Zakat hanya dikenakan pada hasil bersih atau keuntungan yang diperoleh perusahaan, dengan kadar zakat 10 persen. Lain halnya kalau saham perusahaan berupa komoditi yang diperdagangkan (tercatat di bursa saham), zakat dapat dikenakan pada saham dan keuntungannya sekaligus. Besarnya kadar zakat adalah 2,5 persen.


Zakat THR

Selain Penghasilan yang rutin diterima oleh seorang karyawan, ini artinya THR diberikan sebagai bagian dari pekerjaan, sehingga ada kewajiban Zakat pada THR (Fiqh Zakat Dr. Yusuf Qardhawi). 

Ketentuan untuk Zakat THR sama dengan Zakat Profesi/Penghasilan.

  1. Kesimpulan untuk perhitungan Zakat THR adalah sebagi berikut:
    Ketika jumlah THR ketika dipisahkan dengan penghasilan bulanan mencapai nishab maka bisa langsung dikeluarkan zakatnya dengan perhitungan terpisah dari pendapatan bulanan
  2. Perhitungan THR yang mencapai nishab zakat bisa juga digabungkan dengan penghasilan bulanan kemudian dikeluarkan zakatnya dari total penghasilan dan THR.
  3. Bagi yang nominal THRnya tidak mencapai nishab harus digabungkan dengan penghasilanan bulanannya, ketika digabungkan ternyata jumlahnya mencapai nishab maka wajib bayar Zakat, tetapi ketika sudah digabungkan pun tidak mencapai nishab maka tidak wajib Zakat.
9dc446ed-9867-4357-a5ae-3598befccc6c.jpg
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (12021)