Kitabisa! - Sanggar Terapi untuk Huda, Down Syndrome
Sanggar Terapi untuk Huda, Down Syndrome

Sanggar Terapi untuk Huda, Down Syndrome

Rp 113.256.513
terkumpul dari Rp 100.000.000
660 Donasi 0 hari lagi

Cerita

Bangku sekolah itu kosong, dan berdebu. Lama tak diduduki.

Diam dan bisu karena penghuninya, Huda, jarang datang untuk ikut belajar di sekolah yang terletak di Cilawu, Garut itu.

Huda (8 tahun) lahir dengan kondisi down syndrome. Ibunya telah berusia senja (60 tahun), dan ayahnya seorang pekerja bangunan.

53bef274e58668365c6a09b61fd0f342b59871a6.jpeg

Lahir dengan kondisi ini membuatnya juga akrab dengan berbagai keterbatasan. Seperti misalnya kesulitannya untuk berjalan karena kemampuan motoriknya yang tak berkembang maksimal. Keterbatasan ekonomi juga membuatnya sering absen dari sekolah karena ongkos transportasi tidak murah akibat lokasi sekolahnya yang jauh.

Tapi mata itu bicara. Menatap, dan menanyakan pertanyaan tanpa kata: Kapan aku bisa sekolah?

Untuk anak-anak seperti Huda, Yayasan Sayangi Tunas Cilik sebagai mitra dari Save the Children menyelenggarakan sanggar terapi berbasis masyarakat secara gratis. Di sana, mereka dilatih untuk dapat berjalan, berkarya dan bisa mandiri.

Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk membeli peralatan untuk berkarya, membeli alat terapi, pelatih terapi, dan membayar sewa rumah sanggar dan terapi.

Mari bantu Huda dan puluhan anak dengan disabilitas lainnya untuk mewujudkan mimpinya dengan cara berdonasi melalui :

1. Klik link >> https://kitabisa.com/sanggardownsyndrome

2. Klik tombol “DONASI SEKARANG”

3. Masukan nominal donasi

4. Pilih metode pembayaran (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit)


___________________________________________________________________________

“Kalau Huda udah bisa jalan, Huda mau temenin Ibu ke pasar, biar Ibu gak sendirian” Bisik Huda (8 tahun) kepada ibunya.

Huda adalah anak dengan down syndrome. Ketika lahir, Huda tidak menangis, diam, matanya tertutup dan reaksinya lambat. Bahkan saat anak seusianya sudah sekolah, Huda tidak kunjung bisa berjalan dan bicara.

0297c69fcff2b779d5db2bcb99fb2a5129e3eb93.jpeg

Suatu hari Huda bilang ingin bisa berjalan seperti anak-anak yang lain. Bidan bilang Huda harus di terapi.

Namun Ibunya tidak tau harus terapi dimana, dan biayapun tidak ada. Untuk makan sehari-hari saja sudah berat.

Ibunya tidak bekerja, sedangkan ayahnya hanya buruh serabutan dengan penghasilan yang pas-pasan. Huda juga masih punya 5 kakak yang masih menjadi tanggungan orang tuanya.

Beruntung Ibu Huda diberi tahu oleh tetangga bahwa ada sanggar dan terapi gratis dari Yayasan Sayangi Tunas Cilik mitra Save The Children untuk anak-anak dengan disabilitas seperti Huda.

a3e0b12239a90a4a75db2317bb293089d28dfd7f.jpeg

Tanpa pikir panjang, Ibunya langsung menggendong Huda ke sanggar tersebut. Letaknya sangat jauh, sehingga Huda dan Ibunya harus naik angkot untuk sampai di tempat tersebut.

Setiap hari perkembangan Huda sangat terlihat. Ia bisa berjalan, berbicara dengan lancar, dan gemar menggambar. Ia juga semakin percaya diri walau tahu bahwa dirinya berbeda.

Kini setiap hari Huda lebih memilih untuk berjalan kaki kemanapun ia pergi. Ia berjalan ke sanggar dan rajin menemani ibunya ke pasar. Ia menyapa semua tetangga di sepanjang perjalanannya.

4085f94d0228490e6e688006c9932227c19479de.jpeg

Kisah Huda telah menjadi inspirasi bagi kita semua. Untuk itu Yayasan Sayangi Tunas Cilik ingin menjangkau lebih banyak anak-anak dengan disabilitas agar bisa mengembangkan potensi terbaiknya, seperti Huda.

Ayo bantu wujudkan mimpi anak-anak dengan disabilitas dengan berdonasi melalui :

  1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
  2. Masukan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit)
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (660)