Kitabisa! - Bantu Sekolah Dasar waldorf pertama di Indonesia
Bantu Sekolah Dasar waldorf pertama di Indonesia

Bantu Sekolah Dasar waldorf pertama di Indonesia

Rp 11.556.218
terkumpul dari Rp 100.000.000
46 Donasi 0 hari lagi

Cerita

Halo. Salam kenal, kami dari Komunitas Belajar Arunika Waldorf yang berdomisili di Bandung. Sejak tahun 2012 yang lalu, kami telah rutin melakukan studi grup dalam rangka berbagi ilmu dan pengetahuan serta pengayaan akan konsep pendidikan yang dibawa oleh Rudolf Steiner, juga penerapannya dalam berbagai kegiatan. Kini, mulai tahun 2017 kami sedang mempersiapkan Sekolah Dasar Waldorf pertama di Indonesia, yaitu sekolah yang berdasar pada pemahaman tumbuh kembang manusia sebagai makhluk spiritual, di dunia material yang diimbangi oleh aktivitas jiwa. Untuk itu, kami membutuhkan dukungan dari banyak teman-teman, yang memiliki visi dan harapan yang sama, untuk mewujudkan generasi atau manusia yang merdeka.

bcaee9b9-33a8-446e-b3d9-61e79ed31bf9.jpg

Sekolah yg berbasis komunitas ini lahir dari tangan tangan tulus, hati yang hangat dan pemikiran yang jernih. Kami dipertemukan utk mewujudkan cita cita bersama mewujudkan sebuah ruang belajar, tumbuh kembang yang sehat, nyaman dan memanusiakan. Semangat yg kami tanamkan dalam nilai dasar yg kami jalani. Semangat pendidikan holistik, semangat kebhinekaan dan cita cita mengantarkan individu yang selalu berusaha menjadi lebih baik. Tentunya kamu juga demikian kan?

Mengapa harus membuat sekolah lagi jika sudah banyak sekolah yang ada di Bandung ini?

Hal ini tentunya menjadi salah satu pertanyaan awal dari para penggiat atau motor penggerak Arunika ini. Kami sadar, bahwa sekolah telah banyak dan marak, juga dengan beragam metode dan alternatif. Namun, berangkat dari sebuah kesadaran akan perlunya sebuah sekolah yang sesuai dengan tumbuh-kembang anak (sesuai usianya), juga keresahan akan sistem pendidikan yang memisahkan antara satu cabang dengan yang lain, (tidak mengabaikan akan prinsip2 alam yang sesungguhnya: keseluruhan, saling terkait, dinamis, dan seimbang); menjadikan kami merasa perlu untuk mewujudkan Sekolah Dasar Waldorf ini, dengan nama ARUNIKA. (Berasal dari bahasa Sansekerta, Arunika berarti seberkas cahaya mentari setelah terbit di kala pagi. Seperti cahaya matahari di pagi hari yang membawa kehangatan, kami berkeinginan untuk menghadirkan pendidikan anak yang memanusiakan yang mengacu pada Antrophosophy, yaitu sebuah spiritual science untuk memahami manusia akan peranannya di dunia ini.) Juga dikarenakan kami berpijak di tanah Indonesia, kami menyadari pentingnya akan kebhinnekaan, maka Sekolah Arunika ini pun adalah Sekolah Bhinneka.

Melalui metode pembelajarannya, Arunika sebagai sekolah dasar akan memberikan:

  • Pendidikan yang holistik (hand-heart-head; karsa-rasa-nalar): melibatkan aktivitas gerak, seni, dan fokus dalam setiap pembelajarannya
  • Tidak ada pemisahan antara ilmu pengetahuan, seni, dan spiritualitas.
  • Mendorong anak untuk berimajinasi, menemukan ide-ide baru, mengembangkan kelebihan diri sehingga dapat menggapai harapan.

9255444c-d690-4308-b4f5-4f795dad5bfc.jpg



(berlatih membuat gulungan bola: melatih motorik halus dan fokus)

69ff39b1-4784-48d9-b805-a44d3d467861.jpg

(Finger Play: melatih motorik halus dan fokus)

37719815-7f98-4f04-bd09-2e6644582cba.jpg

 (gambar dari kualitas angka tiga)

Selain itu, yang menjadi ciri khas Arunika dalam pembelajarannya adalah:

  • Mengutamakan kerjasama, bukan kompetisi
  • Satu guru utama (main teacher) yang mendampingi dari kelas satu hingga enam.
  • Seni, musik, dan keterampilan kriya menjadi bagian dari kurikulum.
  • Ilmu pengetahuan, seni, dan spiritual merupakan sebuah kesatuan yang keseluruhannya diantarkan pada materi.
  • Materi diantar melalui kisah (story telling) dengan metode mendongeng khas Waldorf
  • Tidak menggunakan buku cetak atau buku panduan tetap.
  • Ritme Belajar Unik: Main Lesson Block ( satu pelajaran dipelajari selama 3-6 minggu)
  • Keutuhan unsur budaya, sosial, dan lingkungan pada setiap pembelajaran
  • Merupakan sekolah inklusi

Pendidikan Waldorf ini bukanlah sebuah metode baru yang mengikuti tren kekinian, tapi sudah berusia 100 tahun. Di dunia ini telah ada 1100 sekolah Waldorf, dengan 2000 lebih TK, dan 646 pusat Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang tersebar di penjuru dunia, yang terinspirasi oleh ajaran Steiner. Walau metode ini digagas oleh orang Austria dan sekolah pertama berada di Jerman, namun dalam pembelajarannya di Arunika ini, setiap rumusan pembelajarannya akan diselaraskan dengan kultur lokal di mana Arunika berpijak. Kami sadar bahwa setiap anak perlu untuk merasakan dan mengenali adat budaya yang mengakar pada dirinya. Juga tentunya, sebagai sekolah (menuju) formal, dalam perumusan kurikulumnya pula kami akan menyelaraskan dengan Kurikulum Pendidikan Nasional Republik Indonesia.

Saat ini kami sedang fokus membangun aula setelah berdiri sebuah saung kelas dari bambu dan satu lapangan yang akan menjadi tempat berkegiatan siswa dan komunitas di tahun pertama kami. Setiap bantuan dan doa akan mengalir menjadi makna dan manfaat pada semua yang menggunakan aula ini

6cfd9d16-a06e-4081-af15-d2155ebd92a0.jpg

(Ilustrasi)

7b24eec9-08fb-4632-adcd-4abb9f027932.jpg

(Tampak Atas)

b43f14e1-9e7a-4a23-a639-da1405565dfb.jpg

(Tampak Samping)

Arsitek: Gosha Muhammad dan Musmulaoke Bahri

Aliran berkah semoga tak henti deras mengalir dari setiap hasil belajar yg didapat setiap kita di sekolah ini. Mari bersama-sama mewujudkan mimpi kecil ini untuk menjadi mimpi bersama yang besar. Kami percaya, kebaikan dimulai dari hal kecil, yaitu diri anda.

Sekolah ini berlokasi di: Jl. Ligar Melati no. 60A Bandung. Mari kunjungi kami dan jadi bagian dari keluarga kami. Untuk menuju lokasi https://bit.ly/2GaBSaK

Silakan kunjungi kami pula di: IG: @arunikawaldorf, https://arunikawaldorf.blogspot.com/

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (46)