Sekolah Petualang Batch 2
Sekolah Petualang Batch 2

Sekolah Petualang Batch 2

Rp 300.116
terkumpul dari Rp 20.000.000
1 Donasi 0 hari lagi


Cerita

Banyak sekali perbedaan yang sangat kontras di dunia pendidikan daerah perkotaan dengan daerah terpencil. Sebuah film yang berjudul “Laskar Pelangi” menjadi sebuah contoh realita pendidikan di pelosok Indonesia dimana dalam film memperlihatkan terbatasnya sarana prasarana pendidikan khususnya bagi kaum marginal. Sebagai pejalan, gambaran dari film tersebut sering kali kami saksikan sendiri misalnya ketika kami melakukan perjalanan dari desa ke desa di kaki-kaki gunung atau ketika hendak mendaki, atau kawasan pelabuhan rakyat ketika ingin menyebrang dari satu pulau kecil ke pulau kecil lain.

Potret kehidupan semacam ini memperlihatkan pada kami banyak keterbatasan yang dialami di desa-desa terpencil di pedalaman sana. Pada mereka umbi tanah hanya sesederhana bahan pangan yang tak mungkin menjadi bahan bakar alternatif, sedangkan di kota tempat kami tinggal, singkong sudah dapat diubah menjadi bioetanol. Ini bukan soal segala hal harus diubah menjadi canggih, tetapi bahwasanya kami di kota bisa melihat banyak pilihan untuk hidup dan cara untuk mengembangkannya, sedangkan mereka tidak. Banyak dari mereka terjebak dalam keterbatasan; lahan tandus bagi perkembangan diri. Bukan keinginan mereka untuk diam, tapi karena keadaan yang memang tidak bisa mereka tolak. Kita harus satu suara, bahwa kesederhanaan merupakan nilai kehidupan, bukan tempurung yang memenjarakan inovasi dan perkembangan diri. Akses yang terbatas membuat masyarakatnya hidup dalam kebutaan informasi, kegagapan berinovasi, dan distorsi kognisi. Kesederhanaan yang dijalani, janganlah sampai menjadi bentuk kepasrahan yang memenjarakan.

Berbagai posisi sulit kehidupan ala daerah terpencil yang kami lihat sendiri, menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk bisa berperan aktif mengurai benang kusut yang dimiliki saudara-saudara kita di daerah. Untuk itu, kami para traveler berusaha membuat sebuah gerakan kecil, melakukan apa yang kami bisa lakukan.

Fokus kami adalah dan pengembangan karir pada anak di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar), atau sekolah dasar yang menurut Dinas Pendidikan setempat termasuk masih tertinggal. Pada anak-anak, kami ingin berbagi soal motivasi dan pengetahuan tentang berbagai macam cita-cita. Melalui anak-anak, kami ingin menitipkan pesan dan harapan agar mereka dapat menjadi pribadi yang kelak dapat menyelesaikan masalah yang ada di desanya sendiri.

Dengan itu kami membuat program inspiratif atas inisiasi para traveller-enthusiast yang dikemas dalam sebuah program perkenalan profesi untuk pengembangan karir didaerah terpencil guna menimbulkan motivasi dalam bentuk kesadaran mereka dalam mengembangkan karir, sehingga mereka dapat terus terpacu untuk menempuh pendidikan dalam manggapai cita-citanya. Yang dinamakan “Sekolah Petualang“.

Sekolah Petualang hadir sebagai wahana untuk menjembatani mereka melompati batas-batas itu. Wahana yang kami perjuangkan melalui apa yang kami bisa lakukan. Dengan tujuan memperkenalkan profesi kepada anak-anak, atau yang mungkin yang akrab dengan bahasa mereka yaitu “cita-cita”.

Melalui acara ini, kami, para pejalan dan penggiat alam bebas yang tergabung dalam komunitas Filosantara, ingin menyampaikan komitmen kami pada isu-isu pendidikan, lingkungan, sosial dan budaya yang kerap kali kami temui ketika kami sedang bepergian. Proyek-proyek kami di komunitas Filosantara ini adalah bentuk respon aktif kami untuk turut berperan menuntaskan permasalahan yang terjadi di sekitar kita. Oleh karenanya, kami mengajak Anda untuk turut berpartisipasi menjadi bagian dari setiap aksi non-profit kami melalui donasi guna kelancaran berlangsungnya tiap project yang kami rencanakan. Seluruh dana yang terkumpul dan penggunaanya akan selalu kami infokan pada laman website kami komunitas.filosantara.com dan IG @sekolahpetualang

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (1)