Kitabisa! - Bantuan Bangunan Sekolah di Pelosok Cindakko
Bantuan Bangunan Sekolah di Pelosok Cindakko

Bantuan Bangunan Sekolah di Pelosok Cindakko

Rp 1.101.551
terkumpul dari Rp 300.000.000
6 Donasi 0 hari lagi

Cerita

Anak pelosok di Cindakko Butuh sekolah Yang Layak untuk proses Belajar Mengajar

"Meniti Impian anak - anak dari pelosok"

Cindakko merupakan salah satu wilayah terpencil di wilayah sulawesi selatan. Dusun yang terletak di desa bontosomba kec. Tompo Bulu sangat minim dengan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan Infrastruktur lainnya.

Jam 06.00 pagi, anak - anak cindakko harus berjalan kaki selama kurang lebih 5 - 7 km mendaki dan menyusuri jalanan berbatu dan berlumpur di kala hujan. Jalanan dengan daratan yang menanjak dan hutan dilalui anak - anak pelosok menuju tempat belajar mereka di sekolah darurat yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat cindakko. Hal ini diperburuk dengan tingginya angka buta huruf orang tua siswa di cindakko, 96 % masyarakat di cindakko buta huruf, bahkan sebagian besar dari mereka tidak faham dengan bahasa indonesia. Tapi keinginan mereka untuk bisa membuat anaknya sekolah, belajar, dan berprestasi sangat besar. Walau harus berjalan kaki berkilo meter mereka sanggupi untuk mengantarkan anak2nya kesekolah darurat.

0e6f4a5a961796ada61ca7cba0b386b78bee86f3

Harapan yang sangat besar dari warga untuk bisa melihat sebuah sekolah yang layak untuk anak-anaknya. Sekolah yang nyaman dan aman yang bisa digunakan oleh anak pelosok menuntut ilmu.

Pak Aziz, guru kelas jauh yang tinggal di Desa sebelah harus menempuh 3 jam menuju sekolah setiap hari, pak Aziz berharap anak - anak di pelosok ini diberikan Hak nya sebagai anak - anak indonesia yang punya Hak untuk menuntut ilmu pendidikan. Cita - cita mereka sangat mulia, Diusia belia seperti itu mereka sudah berfikir untuk bisa merubah kampung halamannya dengan bersekolah. Sebagian besar dari mereka bercita - cita menjadi seorang Guru, alasannya pun sangat membuat tertegun ketika mereka mengatakan bahwa saya ingin menjadi guru karena ingin melihat Kampung saya menjadi pintar, mengajar bapak dan ibu saya membaca, karena kampung kami butuh pendidikan yang layak.

defc40ac1eb1e154db2da71224fd2c092491d061

Sebagian besar anak - anak pelosok di cindakko harus hidup secara mandiri, karena terkadang orang tua mereka harus ke hutan mencari madu selama 2 - 3 hari. Bahkan salah satu siswa yang umurnya 10 tahun harus mengurus adiknya yang umurnya 7 tahun setiap pagi, dan berangkat kesekolah bersama - sama. Sebagain besar masyarakat cindakko berprofesi sebagai Pancari madu, pembuat gula merah, dan petani musiman.

Sekolah darurat ini terbuat dari kayu. tidak ada yang bisa menjamin kapan sekolah ini bisa bertahan.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (6)