Kitabisa! - Ibu Kami Berjuang Melawan Kanker
Ibu Kami Berjuang Melawan Kanker

Ibu Kami Berjuang Melawan Kanker

Rp 52.020.025
terkumpul dari Rp 1.000.000.000
449 Donasi 0 hari lagi

Cerita

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu'alaikum wr.wb


Halo #OrangBaik,

Selamat pagi/siang/sore/malam teman-teman, sahabat, saudara, keluarga, guru-guru, dan para masyarakat sekalian. Perkenalkan nama saya Fajar Zakaria (22th), saya seorang fresh graduate dari salah satu perguruan tinggi negeri di Depok. Saya mempunyai satu orang adik yang masih duduk di bangku SMK swasta di daerah Fatmawati JakSel. Dan ayah saya adalah seorang pegawai swasta yang bepenghasilan dibawah 2jt/bln.

Sampai saat ini saya belum bisa melakukan banyak hal karena harus fokus untuk menjaga umi saya yang sudah hampir 2th mengidap penyakit kanker payudara. Banyak hal yg saya korbankan akhir2 ini, mulai dari tawaran beasiswa S2, tawaran belajar di luar negeri, dan tawaran pekerjaan. Saat ini saya hanya tinggal ber-2 dengan umi saya, ayah dan adik saya tinggal di tempat yg berbeda. Karena ke-2 rumah tsb tak terlalu besar jadi kami keluarga memutuskan untuk menempati 2 rumah, agar 1 rumah itu untuk di tempati oleh saya dan umi dan di fokuskan untuk pengobatan umi, karena lingkungannya jg yg mendukung untuk pengobatan. Namun ayah dan adik saya tetap mengunjungi saya dan umi setidaknya setiap hari dalam beberapa jam. Hal ini karena adik saya yg saat ini kelas 3 SMK dan harus fokus pada ujiannya dan ayah saya yg tak ada jam libur dari tempat bekerjanya. Ayah saya sudah masuk lansia, jadi kami keluarga memutuskan untuk tetap bekerja (karena pekerjaannya hanya berjaga saja, tdk berat) dan saya yang merawat umi saya, karena jika ayah saya yg merawat umi saya itu terlalu berat, karena untuk pekerjaan seperti nyuci, nyapu, ngepel, masak dan pekerjaan rumah tangga lainnya akan terasa berat jika dilakukan oleh ayah saya. Jadi kami berfikir bahwasanya formasi saat ini adalah yg paling baik untuk dijalankan.

--KONDISI UMI--

Tahun 2017

Sekitar bulan Juli 2017 umi telah di vonis oleh dokter terkena penyakit kanker payudara grade 3 (Tumor Ganas), pasca operasi pertama di bulan Juli 2017 kondisi umi sudah mulai tdk stabil dan sering keluar masuk RS (dalam perhitungan saya, sekitar setiap 2bln umi masuk ke RS, hingga 6bln berikutnya). Dokter menganjurkan umi untuk melakukan kemoterapi, namun karena kondisinya yg tidak stabil, umi memilih menunda jadwal kemoterapi dan melakukan pengobatan alternatif lainnya.

Tahun 2018

Di tahun berikutnya kondisi umi tampak membaik, namun nyatanya tak seperti apa yg dilihat secara fisiknya. Tumor yg ada di dalam tubuh umi telah menyebar ke Paru-paru, sehingga umi mengalami batuk-batuk secara terus-menerus. Al hasil pada akhir bulan Juli 2018 umi masuk lagi ke RS karena keluhan batuknya yang tiada henti dan membuat kondisi umi payah, setelah diperiksa oleh dokter ternyata batuk tersebut disebabkan oleh Tumor umi yang telah menyebar ke paru-paru, dan dokter menyuruh untuk dilakukan operasi total (payudaranya diangkat total), alhamdulilah operasi tsb berjalan lancar, namun efek dari pengangkatan tersebut membuat kondisi umi benar2 sangat payah hingga sekarang (Februari 2019).

Tahun 2019

Setelah operasi payudara total, kondisi umi terus payah tak berdaya, namun khawatir tumornya terus menyebar, umi memutuskan untuk melakukan kemoterapi. Kemoterapi pertama (Oktober 2018) dan kedua (Desember 2018) berjalan lancar, meskipun kondisi umi benar-benar sangat lemah tak berdaya, hingga di kemoterapi ke-3 (28 Januari 2019) kondisi umi langsung drop total, hingga saya membawanya ke RS lagi dan mendapatkan penanganan selama 4hari (karena memakai BPJS pemerintah, maksimal memang 4-5hari), setalah itu umi kembali kerumah. Dan setelah 4hari pulang dari rumah sakit, kondisi umi kembali drop dan yang kali ini benar-benar jauh lebih drop dari kondisi sebelumnya, sehingga saya membawanya lagi ke RS (2 Februari 2019), namun kali ini saya tidak lagi menggunakan BPJS pemerintah, saya menggunakan pelayanan umum kelas 1 dari RS agar mendapatkan penanganan yang lebih serius dan intensif, jika memakai bpjs lagi khawatir terjadi seperti kasus sebelumnya (kondisi umi blm fit, namun sudah disuruh pulang, yaa saya memaklumi karena memang banyak warga lain yg butuh penanganan juga)

Kondisi Umi Saat ini

Setelah operasi ke-2 ditahun 2018, kondisi umi benar2 payah, selalu berada di kamar, seringkali saya atau adik saya harus menuntunnya meski hanya ke ruang tamu ataupun ke kamar mandi, batuk, mual muntah, nyeri lambung, pusing, meriang, pegal-pegal, bahkan rambut umi juga sudah habis dan kini botak. Umi juga tak begitu banyak makan, karena kondisi umi yang mual, menyebabkan muntah2 ketika masuk makanan. Begitulah kondisi umi saat ini setelah dilakukan operasi ke-2 2018 lalu hingga sekarang (Februari 2019). Saya telah berikhtiar segala hal demi kesembuhan umi, mulai dari pengobatan tradisional (obat herbal atau ekstrak dari buah-buahan), pengobatan alternatif, dan pengobatan medis. Namun apa daya, hal tersebut belum banyak berpengaruh terhadap kesehatan umi.

--Invite Kindness--

Melalui campaign ini, saya mengajak teman-teman, keluarga, dan saudara2 sekalian. Saya berharap teman2 dapat membantu saya untuk mendukung proses penyembuhan umi. Jika campaign ini tercapai maka saya berencana untuk membawa umi ke pengobatan cell cure, yaitu pengobatan terapi darah yang hanya ada di RSPAD Gatot Soebroto, namun harganya tak murah, 300jt untuk 1x terapi dan membutuhkan 3-4x terapi (terapi cell cure tidak ditanggung oleh BPJS). Terapi cell cure adalah terapi untuk para pasien kanker, dengan menanamkan vaksin ke dalam darah pasien dan ini sangatlah aman (tanpa efek samping, tak seperti kemoterapi yang begitu banyak efek sampingnya). Namun jika campaign ini tak terpenuhi, maka saya akan melanjutkan pengobatan kemoterapi untuk umi saya, dan karena efek dari kemoterapi ini sangat luar biasa, maka uang yang terkumpul melalui campaign ini akan saya gunakan untuk melakukan pengobatan dan perawatan umi. Karena jika saya menggunakan bpjs pemerintah, seperti yang saya katakan sebelumnya, umi tidak akan mendapatkan pelayanan yang intensif (obat2an juga tidak sepenuhnya ditanggung oleh BPJS), saya akan menggunakan hasil dari campaign ini untuk mendapatkan perawatan di kelas 1 dengan harga yang lumayan mahal, sekitar 80jt hingga umi saya selesai menjalankan kemoterapinya (kemoterapi dilakukan selama 6x). Dan jika mudah-mudahan umi saya telah sembuh dari penyakitnya dan masih ada uang hasil campaign yang tersisa, maka uang tersebut akan saya donasikan ke teman-teman yang melakukan campaign juga melalui kitabisa.com ini.

Jika teman-teman ingin membantu silahkan berdonasi dengan cara:


1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran GO-PAY atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.

Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.

Terimakasih atas partisipasi dan kerjasamanya, serta keinginan teman2 untuk membaca campaign ini hingga akhir #OrangBaik. Semoga kita semua tetap selalu dalam keadaan sehat 'afiat, dan selalu mendapatkan rahmat, taufik, dan hidayah dari Allah SWT. Serta saya juga berdoa agar kita semua serta keluarga kita yang lainnya, senantiasa Allah SWT jaga dari segala macam penyakit zhohiran wa bathinan. Aamiin YRA.

.

Afwaminkum

Wassalamu'alaikum wr.wb

Note:

Foto tersebut diambil karena sudah 3hari 2malam umi tak berubah posisi tidur dan tidak bangun dari tempat tidur, karena jika umi bergerak sedikit umi akan muntah.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (449)