BANTUAN COVID-19 UNTUK MASYARAKAT DI BALI TIMUR
BANTUAN COVID-19 UNTUK MASYARAKAT DI BALI TIMUR

BANTUAN COVID-19 UNTUK MASYARAKAT DI BALI TIMUR

Rp 6.583.850
terkumpul dari Rp 190.000.000
117 Donasi 4 hari lagi


Cerita

“Sekarang saya kesulitan menjual kerajinan anyaman bambu saya! Sejak pandemi Covid-19, saya tidak dapat menjualnya kecuali saya mau menerima harga yang sangat rendah - yang hampir tidak ada keuntungan! " 
[“Now I have difficulty in selling my woven bamboo handicrafts! Since Covid-19 pandemic, I am not able to sell them unless I’m prepared to accept very low prices – with almost no profit!”]

Itulah keluhan dari Pak Nyoman, salah satu orang tua siswa kami di sekolah Pengalusan yang bergantung pada penjualan kerajinan anyaman bambu untuk pendapatan keluarganya, seperti halnya kebanyakan keluarga lain di dusun ini. Sebelum Covid-19, pedagang datang setiap hari untuk membeli produk-produk unik berkualitas tinggi ini, tetapi sejak adanya pembatasan akibat pandemi, para pedagang hanya datang beberapa kali karena penjualan mereka yang juga menurun. Meskipun Pak Nyoman bisa menjual sebagian, tetapi dengan harga yang sangat rendah yang mau tidak mau harus mereka terima untuk bertahan hidup! Banyak anak muda yang bekerja di kota-kota yang biasanya membantu orang tua mereka di desa dengan sedikit uang tambahan, juga telah kembali ke desa karena kehilangan pekerjaan mereka selama pandemi Covid-19.  

[That was the complaint from Pak Nyoman, one of our Pengalusan student’s parents who relies on sales of woven bamboo handicrafts for his family income, as do most other families in this hamlet.Pre-Covid-19, traders were coming every day to buy these unique high quality products, but since the pandemic lockdown, the traders have only come a few times due to their declining sales. They are able to sell some, but at very low prices which inevitably they have to accept to survive! Many youth who worked in the cities that usually help their parents in the village with a little extra money, also have returned home due to losing their jobs during the Covid-19 pandemic.]

67e694a8-7372-40c1-aa59-aae0dc2f2014.jpg

Pak Nyoman adalah salah satu dari 131 keluarga yang 167 anaknya bersekolah di 6 sekolah EBPP di 6 dusun terpencil Desa Ban, Karangasem, Bali Timur. Mereka berterima kasih kepada kami dan para donator  karena terus memberikan pendidikan gratis, terutama selama pandemi Covid-19 ini, dimana para guru EBPP dengan dedikasinya mengirim materi pelajaran dengan sepeda motor trail, langsung ke rumah-rumah siswa yang seringkali lokasinya sangat terpencil. Siswa kami tidak dapat melakukan pembelajaran online karena tidak ada Wifi atau sinyal internet di desa itu.  Kami tahu bahwa banyak keluarga siswa kami kesulitan karena penurunan pendapatan sehingga  pada awal Mei dan Juni, kami memberikan paket makanan pokok – dan akan terus berusaha membantu mereka setiap bulannya sampai sekolah dibuka kembali (di Bali belum ada kepastian kapan akan dibuka) sehingga siswa dapat belajar tanpa rasa lapar.  

[Pak Nyoman is one of 131 families whose167 children go to EBPP’s 6 schools in the 6 remote mountain hamlets of Desa Ban, Karangasem, East Bali.  They often thank us for continuing to provide free high quality integrated education, especially during this Covid-19 pandemic, with EBPP’s dedicated teachersdelivering hard copies of lesson materials on trail bikes,directly to their often very isolated homes. Our students’ cannot do online learning as there is no Wifi or suitable internet signal in our village.We know that many of our students and their families are going hungry so in early May and June, we used small donations we had to provide staple food packages - but we need to continue providing these every month until their schools can resume (no fixed date yet in Bali)so students can continue their studies without hunger pains.]

Lihat video pembagian paket sembako di 6 sekolah kami [Students @ East Bali Poverty Project’s 6 Schools Receiving Staple Food Packages June ’20]: https://www.youtube.com/watch?v=lfI2QEakk4s

74385c5e-7d97-4f96-a140-ed6775fc3fda.jpg

Kami juga membantu 69 anak gizi buruk & cacat yang orang tuanya sangat miskin dan banyak yang tidak memiliki penghasilan selama pandemi Covid-19. Kami secara teratur mengunjungi mereka untuk mendistribusikan paket makanan bergizi dan memeriksa status gizi anak. Telah ada peningkatan besar dalam status gizi anak-anak tersebut. Kami berharap tren ini berlanjut pada kunjungan kami berikutnya ketika kami mendistribusikan donasi Anda. 

[We also support 69 malnourished & disabledchildren whose parents are very poor and many have no income during this Covid-19 pandemic. We regularly visit them to distribute nutritious food packages and check the child’s nutritional status. We have seen many great improvements in malnourished children’s nutritional status. We hope that this trend continues on our next visit when we distribute your donations.]

66b587d0-d800-436a-a9af-1cd0b23ee559.jpg

Tolong bantu kami untuk terus membantu (a) keluarga siswa kami selama masa sulit ini dengan paket makanan pokok beras, ikan kering, kacang hijau dan minyak goreng dan (b) untuk keluarga anak-anak kurang gizi & cacat, yang kami bantu dengan susu formula, beras, wortel, kacang hijau dan garam beryodium.  

[Please help us to continue feeding (a) our students during this difficult time with staple food packages of rice, dried fish, mung beans and cooking oil and (b) for malnourished & disabled children’s families, who we help with formula milk, rice, carrots, mung beans and iodised salt.]

Dalam masa-masa yang penuh tantangan ini, masyarakat kecil paling rentan terhadap kelaparan dan kekurangan gizi yang berpotensi menyebar lebih luas daripada virus korona itu sendiri.  

[In these challenging times, our vulnerable communities are most exposed to hunger and malnutrition which may potentially be more widespread than the corona virus itself.]


#bersamalawancorona
Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (117)