Kitabisa! - Udara Sehat di Tanah Seran
Udara Sehat di Tanah Seran

Udara Sehat di Tanah Seran

Rp 40.208
terkumpul dari Rp 25.000.000
0 Donasi 0 hari lagi
TIM KKN-PPM UGM Seteluk
Akun belum terverifikasi

Cerita

Salam pengabdian!

Salam kenal dari Kampus Gadjahmada!

"There is no exercise better for the heart than reaching down and lifting people up."
John Holmes, former US Army, current editor of The Longest War.

Kami yang terdiri dari 30 mahasiswa/i angkatan 2011-2013 ini merupakan satu unit Tim KKN-PPM UGM (Kuliah Kerja Nyata) yang akan diterjunkan di tiga desa, Desa Seran, Desa Seteluk Atas, dan Desa Tapir, di Kecamatan Seteluk Atas, Nusa Tenggara Barat. Dengan latar belakang jurusan yang berbeda, kami berupaya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sesuai dengan bidang masing-masing.


Penggunaan Air Raksa, Tepatkah?

Air raksa, atau merkuri (Hg) bisa kita dapati didalam termometer atau bahkan tambal gigi. Zat kimia berbahaya ini merupakan obyek vital dalam proses pemurnian emas, baik skala kecil maupun industri besar. Harga yang murah (Rp 1.750.000/kg) dan sifatnya yang reusable (5 kg Merkuri untuk 20 kali proses pemurnian) menjadi alasan kenapa kontaminasi merkuri sudah cukup masif.

Dikutip dari Cleary, et al., 1994, kandungan merkuri yang mencemari perairan darat dapat dikonsumsi ikan yang kemudian dikonsumsi oleh manusia dapat menyebabkan disfungsi sistem saraf.

43caab7a247abda0a948c9672fd5b72a5759f7e1Buangan air yang bercampur merkuri dari gelondong ke danau
Photo credit : Rizki Fauzi

Foto diatas diambil di salah satu lokasi gelondong (tempat pengolahan emas) di Desa Seran. Salah satu contoh umum adalah Tragedi Minamata, yang disebabkan oleh pelepasan kandungan merkuri ke aliran sungai. Penyakit saraf ini menyebabkan kesemutan pada organ motorik, lemas-lemas, penyempitan sudut pandang, degradasi kemampuan berbicara dan pendengaran. Dalam kondisi akut, bahkan dapat berujung pada kematian.

Untuk itu, kami mengusung beberapa ide dalam rangka meminimalisir gangguan kesehatan karena kandungan merkuri.


Mercury Capture System

Desa Seran, salah satu desa yang kami datangi nanti, merupakan salah satu desa penghasil emas yang cukup dikenal di Kabupaten Sumbawa Barat. Tingginya demand emas belakangan ini menjadi penggerak utama bagi tambang emas rakyat di beberapa titik dalam desa ini. Namun, unsur K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) seringkali diacuhkan. Alat ini, MCS (Mercury Capture System) merupakan salah satu upaya kami dalam mengurangi ancaman kesehatan bagi para penambang.

Dalam proses pemurnian emas skala kecil, bijih emas akan dalam jangka waktu 2-3 jam tergantung ukuran amalgam (campuran bijih emas dengan merkuri). Proses ini mampu melepas 80% kandungan merkuri dalam bentuk gas ke udara sehingga emas murni dapat diperoleh. Namun, kandungan gas merkuri tersebut menjadi ancaman kesehatan para penambang dan juga penduduk sekitar.

Bola amalgam campuran emas-merkuri setelah diperas
Photo credit : Rizki Fauzi


Proses Pembakaran bola amalgam
Photo credit : food.detik.com

Kami berencana akan membangun satu unit instrumen MCS yang akan di instalasi di salah satu lokasi pengolahan emas di Desa Seran sebagai bukti nyata proyek perintis. Alat ini sudah cukup awam didengar di kalangan penambang emas rakyat, atau ASGM (Artisanal and Small-scale Gold Mining).

Kitchen Bowl Retorts, bentuk upaya eliminasi merkuri skala kecil di Mozambique
Photo credit : United Nations University of Water, Environmental and Health (UNU-INWEH)

Kami mengacu pada manual yang dirilis oleh UNEP (United Nation Environmental Programme) yaitu Kalimantan Fumehood System.


Pengadaan Alat Perlindungan Diri (APD)

Dalam proses penambangan emas skala kecil, terdapat prosedur yang kontinyu semenjak penggalian untuk mendapat bijih emas, pemecahan batuan untuk mendapat batuan berukuran kecil, proses amalgamasi di gelondong dengan pencampuran merkuri, hingga pembakaran amalgam.

Dimulai dari pemecah batu yang mayoritas terdiri dari kalangan ibu-ibu, banyak yang menggunakan sarung tangan seadanya tanpa masker dan penutup saluran pernapasan yang mumpuni.

Pemecah batu di dekat situs pemurnian emas di Desa Seran
Photo credit : Rizki Fauzi

Memperoleh bijih emas didalam lubang
Photo credit : Rizki Fauzi

Semua proses ini tidak diimbangi dengan adanya alat protektif yang memadai. Pengadaan alat ini mencakup :
  • Safety google
  • Chemical respirator
  • Safety gloves
  • Latex
  • Safety shoes

Alokasi Dana

  1. Mercury Capture System
    • Lemari Proses (1 unit) : Rp 5.000.000
    • Cerobong (1 unit) : Rp 100.000
    • Selang (100 meter) : Rp 3.000.000
    • Bak penampung (1 unit) : Rp 3.000.000
    • Tenaga pekerja (3 orang) : Rp 1.500.000
      SUBTOTAL : Rp 12.600.000
  2. Pengadaan Alat Perlindungan Diri
    • Safety Google (30 unit) : Rp 750.000
    • Chemical Respirator (30 unit) : Rp 2.550.000
    • Safety Gloves (30 unit) : Rp 750.000
    • Latex (10 pak) : Rp 450.000
    • Safety shoes (10 pasang) : Rp 1.500.000
      SUBTOTAL : Rp 6.000.000

Mari turut serta dalam upaya kami meretas bahaya kontaminasi merkuri di Desa Seran! Donasi yang kami terima sungguh berarti, bukan hanya untuk kesuksesan program kami, namun juga dapat menjamin hidup mereka lebih sehat.


"Apa rungan sia?", "Apa kabarmu?" dalam bahasa taliwang
Photo credit : Rizki Fauzi


Untuk info lebih lanjut, berikut contact person dari tim kami:
Andika (0857 8690 7527)


Anggota Klaster Lingkungan Tim KKN-PPM UGM Seteluk 2016

e0e52453660acb1c75622eafe0ff0d6c57eed685
Andika Irawan - Jurusan Kimia FMIPA UGM

90022884ceead7e20263d373359cffed6c38c35a
Muhammad Affan Gaffar - Jurusan Teknik Mesin UGM

8573421ead64e78bf873064ab702b198aad71b5eDhanimsya Hudasaputra - Jurusan Teknik Mesin UGM

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (0)