Kitabisa! - Shrimp Farming Indonesia Peduli Palu - Donggala
Shrimp Farming Indonesia Peduli Palu - Donggala

Shrimp Farming Indonesia Peduli Palu - Donggala

Rp 0
terkumpul dari Rp 3.000.000
0 Donasi 0 hari lagi

Cerita

Gowa Terdampak Banjir dan Longsor Paling Parah 

Sulawesi Selatan tidak hanya diterjang banjir tapi juga tanah longsor. Dilaporkan bahwa Kabupaten Gowa menjadi wilayah paling parah terdampak bencana.

Korban meninggal dunia dalam bencana alam banjir dan longsor di Gowa ini bertambah menjadi 53 orang. 

Angka ini sesuai data yang masuk per 29 Januari pukul 23.00 WITA, demikian yang dilansir dari Antaranews.com.

Dari data yang dihimpun tim Aksi Cepat Tanggap (ACT), terdapat 8 titik longsor di Kabupaten Gowa, 3 di antaranya paling parah. Salah satu lokasi terparah karena terkubur longsoran, ada di Desa Sapaya di Kecamatan Bungaya.

***

Korban Jiwa Banjir Sulsel Bertambah Jadi 68 Orang

376019a0-c0e9-4bd0-b427-1f9115cb9098.jpgefa881f8-0758-41ae-a6ad-487feb50db28.jpg

Jumlah korban jiwa akibat banjir bandang yang menerjang Sulawesi Selatan (Sulsel) terus bertambah. Hingga Minggu (27/1), bencana banjir telah mengakibatkan 68 orang meninggal dunia, 7 orang hilang, 47 orang luka-luka, dan 6.757 orang mengungsi.

Selain itu, berdasarkan data BNPB, sebanyak 188 desa terdampak bencana di 71 kecamatan yang tersebar di 13 kabupaten/kota. Diantaranya adalah Jeneponto, Maros, Gowa, Kota Makassar, Soppeng, Wajo, Barru, Pangkep, Sidrap , Bantaeng, Takalar, Selayar, dan Sinjai.

6bf50a4d-c80f-41eb-8132-c915f6c16a49.jpg

Dampak banjir bandang juga menyebabkan 550 unit rumah rusak dan 5.198 unit rumah terendam. Ada pun daerah yang paling parah mengalami dampak banjir dan longsor adalah Kabupaten Gowa, Kota Makassar, Jeneponto, Marros dan Wajo.

****

Banjir Besar Sulsel Memakan Korban Jiwa

Sulawesi Selatan (Sulsel) diterjang banjir bandang di 10 kabupaten/kota sejak Selasa (22/1) lalu. Ada pun lokasi yang paling parah terjadi di Gowa dan Makassar. Tak hanya banjir, tanah longsor juga terjadi di beberapa titik.

Bencana ini telah membuat sebanyak 3.321 orang mengungsi, berdasarkan data dari BPBD Sulsel pada 23 Januari, pukul 23.10 WITA. Mereka tersebar di 14 titik pengungsian.

103fc16c-ee7e-48bd-8535-8c4582b979d9.jpg

Banjir dan tanah longsor Sulsel telah memakan korban sebanyak 26 orang meninggal dunia. Sementara itu, 24 orang hilang dan korban sakit sejumlah 46 orang.

“Sebanyak 26 korban meninggal itu berasal dari tiga kabupaten. masing-masing Kabupaten Gowa (12 orang), Jeneponto (10 orang) dan Maros sebanyak 4 orang,” kata Kepala BPBD Sulsel, di Makassar, seperti dilansir dari Antaranews.

Jembatan Ambruk, Ribuan Rumah Terendam Banjir

Bencana alam ini juga mengakibatkan beberapa jembatan rusak. Sebanyak 8 jembatan itu berada di Kabupaten Wajo dan 2 jembatan di Kabupaten Gowa.

Selain itu, sebanyak 2.024 rumah terendam banjir, 32 rumah hanyut, 5 rumah tertimbun, 25 rumah rusak berat, 2 rusak sedang, dan 12 rusak ringan dan beberapa tempat ibadah juga mengalami kerusakan, demikian yang dilaporkan BPBD Sulsel.

66b48bd0-66c7-46bf-845e-7dd4c922d581.jpg

Kronologi Banjir Bandang Sulsel

Banjir yang melanda Sulsel terjadi akibat meluapnya air sungai Jeneberang di Bendungan Bili-Bili. Ketinggian air di bendungan yang luasnya mencapai lebih dari 40 ribu hektare itu meningkat karena curah hujan yang tinggi sejak Senin (21/1) lalu.

Semakin tingginya permukaan air membuat status Bendungan Bili-Bili menjadi waspada. Akibatnya, pembukaan pintu air bendungan pun dilakukan sehingga banjir meluap hingga ke sejumlah wilayah.

R8JHGkKyDTdGpLtduHuoq-WiSbtIIqsU3AxbOSionW9y2E_CmCa3-o-mDGgYBRFpSCggSJBI9RS0OcILGWLDFjFk4-7Z0PSgzxR9dL5Dx0iteiYfugLNsOwp6nJMwpcy9KuCphSD

Merespons banjir dan tanah longsor di Sulsel, Aksi Cepat Tanggap (ACT) telah menurunkan tim relawan yang sudah mencapai 51 personel.

Mereka dibagi dalam dua wilayah, yaitu Makassar dan Gowa, untuk proses evakuasi, medis, logistik, hingga pendataan. ACT sendiri sudah membuka 4 posko bencana.

Sampai kini, masyarakat terdampak memerlukan banyak bantuan, khususnya logistik makanan. Selain itu, selimut juga diperlukan karena kondisi udara yang dingin.

***

Mari ikut meringankan beban Saudara kita yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Gowa. Sahabat dapat berdonasi dengan cara:

  1. Klik "DONASI SEKARANG"
  2. Pilih Bank Transfer Mandiri/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI dan kartu kredit
  3. Dapat laporan via email

Bantu share juga halaman ini agar lebih banyak doa dan bantuan terkumpul untuk Saudara kita di Gowa dan sekitarnya.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Donasi (0)