Kitabisa! - Selamatkan Anjing Kucing Bali dari Penelantaran
Selamatkan Anjing Kucing Bali dari Penelantaran

Selamatkan Anjing Kucing Bali dari Penelantaran

Rp 13.036.445
terkumpul dari Rp 15.000.000
266 Donasi 0 hari lagi

Cerita

Apa sih yang ada di benak kalian saat melihat anak anjing/ kucing berlarian di jalan? Mengais sampah, diusir saat ingin berteduh, bersaing dengan kelompok dewasa yang tak jarang mereka bisa terluka karena mereka lebih kecil. Mereka tidak tahu caranya menyeberang, mereka ketakutan dan kelaparan. Kita semua pasti ingin menyelamatkan mereka, memeluk mereka, memberi makan sebanyak yang mereka mau sampai ketiduran di tempat teduh dan aman.

bbc68699-65d1-4baa-a12b-1bcba9ef97aa.jpg

Sayangnya, dengan 450.000 jumlah anak anjing kucing di Bali, keadaan tersebut sangat 'biasa'. Dan setiap harinya, selalu ada anak anjing dan kucing yang lahir di salah satu sudut pasar di Bali, atau atap sekolah yang reot. Jumlah mereka akan terus bertambah, dan tempat penampungan atau rumah-rumah teman-teman baikpun tidak akan cukup untuk menampung mereka semua.

Tapi, apakah teman-teman tahu, ada cara lain untuk menyelamatkan mereka? Kita bisa MENCEGAH mereka lahir ke dunia dan tidak perlu merasakan kejamnya jalanan. Kita bisa mensteril calon-calon Induk, para jantan, Induk yang sudah sangat menderita karena hamil-melahirkan-menyusui di jalan. Kita bisa mengontrol populasi mereka agar tidak bertambah. 

Satu induk anjing dapat menghasilkan 16 anak anjing tiap tahun, dan satu induk kucing dapat menghasilkan 18 anak kucing dalam satu tahun. Sekarang bayangkan 10,000 anjing dan kucing melahirkan dalam satu tahun. Akan ada tambahan 160,000 anjing dan 180,000 kucing lagi yang terlantar tiap tahunnya. 

a5f53e21-19ed-4576-8ec8-0f13741da3c8.jpg

Bali sebagai daerah endemis Rabies, sangat memerlukan kontrol populasi. Tiga Kabupaten di Bali yakni Buleleng, Karangasem dan Bangli belum bebas dari rabies. Karena dengan masih banyaknya anjing dan kucing di jalan sebagai HPR (Hewan Penular Rabies) yang liar maupun diliarkan, potensi penyebaran rabies akan meningkat. Bayangkan saja, saat hewan-hewan di jalan berebut makanan, mereka akan pindah ke tempat lain untuk bertahan hidup, mencari sumber makanan lain. Belum lagi berkeliaran mencari pasangan untuk kawin. Dengan menyebarnya mereka, potensi kontak dengan hewan yang positif terjangkit rabies semakin besar. 

Bersama pemerintah yang menyediakan vaksinasi rabies gratis, kami Yayasan Seva Bhuana berkomitmen untuk pergi ke daerah Red Zone/ Zona Merah setiap bulannya selama dua hari, mengontrol populasi anjing kucing milik warga kurang mampu atau liar, seperti Ibu Nyoman Pamit yang memiliki 11 ekor anjing di rumahnya yang terus beranak pinak. 

26cb1852-8f51-4727-a5b6-15929a9c4042.jpg


Kami bisa mensteril 50 ekor tiap sterilisasi yang dapat mencegah kelahiran 900 anak anjing/ kucing baru dalam setahun. Anggota kami yang terdiri dari 4 dokter hewan, 1 admin, 1 catcher, 1 tenaga edukasi dan 1 dokumentasi akan rutin mengunjungi daerah zona merah rabies demi kontrol populasi humanis. Kami memerlukan bantuan teman-teman baik. Kami memerlukan dana 15 juta tiap bulan untuk menutup biaya obat bius, obat pasca operasi, benang operasi, perawatan alat, mobil steril keliling kami dan akomodasi selama satu malam. Penggalangan dana akan kami perbaharui setiap bulan untuk zona merah yang berbeda.

43e2418c-ccef-45fe-8be8-e80564fc4696.jpg

Jika 300 teman baik mau menyisihkan 50.000 untuk kami sudah sangat membantu. Kami mohon untuk sebarkan rencana kebaikan kami, agar kami tetap terus berjalan sebagai satu-satunya mobil sterilisasi keliling di Bali, terutama zona merah rabies.

Bali bebas penelantaran menuju Bali Bebas Rabies.

Salam hangat,

Tim Seva Bhuana.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (266)