Kitabisa! - Senyum Untuk Donggala
Senyum Untuk Donggala

Senyum Untuk Donggala

Rp 49.704
terkumpul dari Rp 1.000.000
2 Donasi 0 hari lagi

Cerita

"Laporan sementara, terdapat beberapa korban yang meninggal karena tertimpa bangunan roboh. Tsunami juga menerjang beberapa permukiman dan bangunan yang ada di pantai. Jumlah korban dan dampaknya masih dalam pendataan," Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho

***

Sejak pukul 14.00 WIB, Jumat (28/9), Kota Donggala yang berlokasi di Sulawesi Tengah mengalami rentetan gempa-gempa besar di atas 5 SR. Gempa terbesar terjadi pada pukul 17.02 WIB dengan kekuatan 7,7 SR. Bahkan, setelahnya pun terjadi gempa susulan dengan kekuatan 7,4 SR.

Hingga Jumat (28/9) malam, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut bahwa secara total ada 58 gempa susulan.

Gempa susulan terdiri dari 31 gempa susulan pascagempa dengan magnitudo 7,7 yang terjadi pukul 17.02 WIB, dan 27 gempa susulan setelah gempa pertama yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.

Sumber: Youtube

Selain menghancurkan Kota Donggala, guncangan gempa yang besar juga membuat bencana tsunami menimpa Kota Palu. Ketinggian gelombang air di Pantai Palu berkisar antara 1,5 hingga 3 meter dan menerjang bangunan di pesisir pantai hingga masjid dan salah satu pusat perbelanjaan di kota Palu.

Guncangan gempa yang terjadi pun terasa di daerah-daerah sekitar Sulawesi Tengah, bahkan hingga ke Pulau Kalimantan.

Bergerak memberikan respon cepat terhadap bencana, Tim Disaster Emergency Response (DERM) ACT telah bergerak menuju lokasi terdampak gempa dan masih terus berusaha menghubungi pihak-pihak terkait atas bencana alam ini.

Selain tim DERM dari ACT Pusat yang berangkat, tim dari ACT Sulawesi Selatan beserta relawan dari MRI setempat pun tengah dipersiapkan untuk berangkat.

Mohon doa tertulus dari seluruh Sahabat Peduli untuk keselamatan bagi seluruh warga Donggala, Palu, dan sekitarnya, serta untuk keselamatan tim relawan yang bertugas di sana.

#BersamaHadapiBencana

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Donasi (2)