Kitabisa! - Taman Baca memberi harapan anak-anak kurang mampu
Taman Baca memberi harapan anak-anak kurang mampu

Taman Baca memberi harapan anak-anak kurang mampu

Rp 30.889.554
terkumpul dari Rp 30.000.000
104 Donasi 0 hari lagi
Yayasan Pendar Pagi
Akun telah terverifikasi

Cerita

“Yeayy kakak dateng..” ujar seorang bocah berusia 4 tahun bernama Rangga. Rangga yang sering dipanggil Ata memang sangat senang belajar. Tumpukan sampah dan bisingnya suara kereta tidak menyurutkan semangatnya untuk menimba ilmu.

Namun lingkungan di sekitar Ata tidak mendukung anak-anak belajar.

Ayah Ata seorang tukang sampah dan ibunya bekerja sebagai buruh lepas konveksi. Ata beserta orang tua dan adiknya tinggal di pondok sederhana berukuran 2x3 meter yang mereka bangun sendiri di daerah pinggiran rel. Pendapatan yang sehari-hari diperoleh cukup untuk membiayai makan keluarga ini namun dengan kondisi Ata dan adiknya yang sering sakit, mereka sulit menabung untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

Kawasan terpadat di Indonesia

Ata tinggal di Kalianyar yang merupakan bagian dari Kecamatan Tambora, kawasan terpadat di Asia Tenggara dengan luas 540 hektar dihuni oleh 263 ribu jiwa (487 jiwa / hektar). Daerah ini dikelilingi rumah-rumah kontrakan berukuran 6m persegi yang dihuni lebih dari 3 orang. Mata pencaharian sebagian besar warga adalah buruh lepas konveksi, buruh cuci, pedagang kelontong atau penjual makanan.

Taman Baca membuka pintu sekolah

Bagi warga yang tinggal di pinggiran rel kereta hidup dapat menjadi lebih sulit. Dengan mata pencaharian utama sebagai pemulung dan tukang sampah, banyak dari orang tua memilih mempekerjakan daripada menyekolahkan anak mereka.

Setelah melalui serangkaian wawancara dengan warga dan atas permintaan beberapa orang tua, kami membuka Taman Baca. Di Taman Baca, anak-anak mulai belajar cara memegang pensil, mengenal huruf dan suku kata, hingga akhirnya mereka dapat membaca. Kami menggunakan kurikulum khusus yang bertujuan untuk menanamkan rasa cinta baca pada anak-anak muda.

Kegiatan awal Taman Baca dimulai di daerah pinggir rel

Kini, beberapa orang tua telah dapat melihat pentingnya pendidikan bagi anak mereka dan mulai menyekolahkan anak mereka. “Pinginnya sih nanti kalau Rani bisa baca, mau dikasi ikut Kejar Paket A,” kata ibunya Rani, salah satu anak berkebutuhan khusus yang kami layani.

Bagiamana dengan Ata? “Sebelum ikut Taman Baca,” kata ibunya, “Ata belum bisa baca, sekarang udah lancar! … Ata yang ingetin untuk datang, banyak temen, seru bisa main dan nyanyi.”

Target Taman Baca juga telah diperluas, tidak hanya diperuntukkan bagi warga pinggir rel, tapi juga bagi anak di atas 7 tahun yang belum dapat membaca, bahkan bagi orang dewasa!

Penggunaan kurikulum berkualitas membantu anak-anak dapat membaca dengan baik


Terus Maju, Maju Terus - Jembatan Menuju Masa Depan

Langkah selanjutnya bagi anak-anak yang telah lancar membaca adalah menyiram kecintaan mereka untuk membaca, untuk itulah disediadakan perpustakaan terbuka bagi warga.

Anak-anak juga bisa ikut kelas belajar matematika, sanggar menggambar dan menari, dan kelas belajar bahasa Inggris. Semua ini dengan harapan terciptanya masyarakat yang lebih sejahtera karena perubahan pola pikir dan revolusi mental yang berkelanjutan. Memberi alat pancing dan bukan umpan menjadi prinsip mendasar bagi seluruh kegiatan kami.

“Kemampuan membaca adalah jembatan dari penderitaan menuju harapan.” Sepenggal kalimat Kofi Annan ini sungguh tepat menggambarkan kerinduan kami dan warga lainnya yang tinggal di Kalianyar.

Mari kita dukung Taman Baca untuk menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih baik bagi anak-anak ini.


Yayasan Pendar Pagi merupakan Yayasan Sosial dengan visi utama pemberdayaan masyarakat. Untuk info lebih lanjut dapat membuka www.pendarpagi.org

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (104)