Kitabisa! - Tangan si Tulang Punggung
Tangan si Tulang Punggung

Tangan si Tulang Punggung

Rp 1.642.738
terkumpul dari Rp 10.000.000
16 Donasi 0 hari lagi
Bagian dari YBM BRI

Cerita

Tangan Si Tulang Punggung

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum mereka mengubah sendiri keadaan mereka. Petikan ayat ini dapat tercerminkan pada kegigihan Rizky Aninda Rahma. Gadis yang akrab disapa Kiky ini telah kehilangan kasih seorang ayah semenjak ia duduk di bangku SMA.

Cukup menyedihkan baginya, saat-saat harus menghadapi tahap akhir SMA, sang ayah justru pergi meninggalkan Kiky, ibu, dan adik-adiknya. Keadaan ini membuat beban di pundak sang ibu kian terasa berat. Kiki dan keempat adiknya yang masih menempuh bangku pendidikan sekolah tentunya membuat sang Ibu harus berjuang lebih keras untuk membiayai kebutuhan keluarganya dengan berjualan kue dan makanan kecil.

Allah tak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan hamba-Nya. Kiky kian dikuatkan dengan ujian Allah yang datang kembali. Sepeninggal sang ayah, penyakit Hydrosalping pun datang menyerang sang ibu. Penyakit pembengkakan pada tuba falopi ini membuat sang ibu tidak memungkinkan bekerja terlalu keras. Sebagai seorang anak, hati Kiky tak bisa luput dari rasa sedih.

Sebulan setelah kepergian sang ayah, harapan sempat menghampiri dengan kembalinya sang ayah ke rumah. Kembalinya sang ayah diharapkan dapat menjadi angin segar sebagai jawaban atas cobaan yang datang saling manyusul.

Namun, harapan hanya sekadar harapan. Bukannya menjadi solusi, kepulangan sang ayah justru membawa masalah makin bertambah. Saat sang ayah kembali pergi setelah kepulangannya itu, sang ayah diam-diam meninggalkan hutang sebesar sepuluh juta yang dibebankan ke pundak Kiky. Kiky yang tidak tahu menahu sebelumnya tentang hutang tersebut mendadak terkejut karena suatu hari pernah datang penagih hutang yang akhirnya menyita handphone milik Kiky.

Bagaikan jatuh tertimpa tangga. Awalnya, Kiky merasa ujian yang datang terus menerus pada dirinya. Tapi, Tuhan memberikan ujian disertai dengan solusinya. Hal kecil yang biasa Kiky lakukan, membuahkan rezeki untuk Kiky. Tangan terampil Kiky menjadi solusi atas permasalahannya.

Gadis kelahiran Serang, 31 Mei 1996 ini sejak dulu mewarisi bakat ibunya yang terampil dalam membuat kerajinan tangan. Dalam sehari anak pertama dari lima bersaudara ini bisa membuat 100-an bross.

Untuk mendukung bakat yang dimiliki anaknya, sang Ibu pun pernah mengikutsertakan Kiky dalam kursus menjahit milik rekannya yang dulu pernah bekerja di BRI. Berbekal bakat yang dimilikinya, Kiky bertekad untuk dapat membantu ibunya karena Kiky sadar beban sang Ibu untuk membiayai hidup dan sekolah kelima anaknya dan biaya kontrakan tempat tinggal mereka bukanlah hal yang mudah, ditambah lagi dengan kondisi sang ibu yang sedang sakit.

Akhirnya, Kiky pun mulai berani untuk menjual hasil karya kerajinan tangannya. Tiap akhir pekan, tepatnya di hari Minggu, Kiky menjajakan dagangannya. Saat pertama berjualan, Kiky mencoba peruntungannya di event Minggu Ceria, di Halim, di Masjid Sunda Kelapa, Adz-Zikra, dan di Istiqlal. Awal berjualan, Kiky hanya diam di pintu karena belum tahu cara menjualnya. Sampai akhirnya ada seorang ibu yang membantu menjajakan dagangan Kiky. Dan alhamdulillah, dua box dagangan Kiky pun habis terjual. Untuk tiap bross Kiky jual dengan harga 5 ribu hingga 10 ribu rupiah.

Dengan terjualnya hasil karya yang dibuatnya, membuat Kiky makin bersemangat untuk lebih banyak memproduksi dan menjual bross-bross cantiknya. Sampai suatu hari Allah mempertemukan Kiky dengan lembaga zakat BRI yaitu YBM-BRI.

Atas izin Allah, usaha dan kegigihan Kiky pun mendapat dukungan dari YBM-BRI berupa beasiswa pendidikan dan modal usaha untuk sedikit membantunya dalam memproduksi buah karya tangan terampilnya. Dukungan ini pun tak lepas dari tantangan yang diberikan YBM-BRI agar Kiky mampu mengembangkan karya dan usahanya dengan lebih baik.

Alhamdulillah, kini ujian hidup yang dihadapi Kiky mulai menemukan jawaban. Tak hanya berhenti di sini. Kiky pun memiliki keinginan mulia di benaknya. Kiky ingin berbagi kebahagiaan kepada orang di sekitarnya. Sedikit demi sedikit Kiky pun menularkan kebisaannya kepada ibu-ibu di lingkungan tempat tinggalnya.

Kiky sangat ingin bisa mengembangkan usaha “Kiky Handmade” yang mulai dirintisnya. Harapannya, dengan usaha dan pelatihan sederhana yang dilakukannya akan dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat di sekitar tempat tinggalnya. Oleh sebab itu, Kiky sangat membutuhkan dukungan dan bantuan modal dengan kisaran 10 juta rupiah untuk mengembangkan usahanya ini demi mengajak orang di sekitarnya turut merasakan manfaat yang didapatnya.

Terima Kasih

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (16)