Kitabisa! - MIMPI KANG NUR UNTUK TEMAN DIFABELNYA
MIMPI KANG NUR UNTUK TEMAN DIFABELNYA

MIMPI KANG NUR UNTUK TEMAN DIFABELNYA

Rp 15.768.561
terkumpul dari Rp 60.000.000
66 Donasi 0 hari lagi
NU CARE-LAZISNU
Akun telah terverifikasi

Cerita

WUJUDKAN MIMPI KANG NUR MEMBERDAYAKAN TEMAN DIFABELNYA

Hidup dan terlahir dengan fisik yang tak sempurna membuat kaum difabel kerapkali dipandang sebelah mata.342ccee5119abb80eb87efb40321973af9710903

Nur Rohmadi (22 tahun) merasakan betul bagaimana terlahir sebagai seorang difabel.Sejak lahir Nur—sapaan akrabnya—memiliki kaki dan tangan yang tak normal. Kondisi tersebut membuat Nur kerapkali kehilangan keseimbangan ketika berjalan. Tak ayal, Nur kecil sering menjadi bahan olok-olokan teman-temannya.

640a792539d62db9a3c4d1692e4c8fe334611816

Di waktu kecil Nur sempat mendaftar sekolah dasar negeri di daerahnya, namun ia tidak diterima dan disarankan untuk sekolah di SLB. Mengenyam Pendidikan di SLB selama 12 tahun membuat Nur banyak berjumpa dengan teman-teman difabel lainnya.

Selepas lulus dari SLB, Nur berulangkali mendaftar kerja di berbagai kota. Akan tetapi ia selalu ditolak dengan berbagai macam alasan dari tak bisa mengangkat beban berat hingga ia tak bisa mengendarai motor.

838a4a0374b6ea99932ae5e628021160e53a7057

Nasib yang sama ternyata juga dirasakan oleh teman-teman Nur. “Selemah inikah orang memandang difabel?” Begitulah pertanyaan yang sering muncul. Meskipun hampir putus asa, Ibunda Nur selalu memberikan motivasi pada dirinya.

“Dalam benakku, aku harus bisa kerja supaya tidak menjadi beban orang tua walaupun aku difabel”ba4c7f04dd97c46fbe32d8e494a56bcee068996a

Semangatnya kembali naik karena Nur sadar ia terlahir di keluarga yang serba kekurangan. Kedua orang tua serta kakaknya adalah buruh tani di kampung.

Hingga suatu saat, Nur bertemu dengan Pak Ghofur dan Pak Kandar—Pendiri Difabel Blora Mustika (DBM) yang juga seorang difabel—sebuah komunitas pengrajin batik di Blora Jawa Tengah yang pekerjanya adalah para difabel.

Di tempat ini Nur belajar betul pentingnya memiliki kepercayaan diri. Nur memiliki harapan baru setelah bergabung dengan teman-teman difabel di DBM. Apalagi ketika ia mendengar perjalanan hidup satu sama lain.

Nur saat ini adalah satu-satunya alumni SLB tempat ia belajar yang saat ini sudah bekerja. Ia memiliki keinginan untuk mengajak teman-teman difabelnya dulu bahkan difabel lainnya supaya bisa ikut berkarya di DBM. Hanya saja keinginan Nur itu terbatas karena DBM tak memiliki modal untuk menambah jumlah karyawan. Begitu juga untuk menyelenggarakan pelatihan membatik untuk temen-temen difabel dalam jumlah yang besar juga baru sekedar impian.

84ef1b2742722f1e6a5ef8036028ddc77bdbf671

“Suatu hari, teman Kang Nur yang tak memiliki kaki ingin ikut kerja dengannya. Orang tuanya juga memohon kepada DBM untuk menampung sang anak. Namun, karena keterbatasan modal DBM menambah karwayan, apalagi harus membuat pelatihan membatik terlebih dahulu membuat Kang Nur mengurungkan niat mengajak temannya itu untuk bekerja”.

Teman Nur itu adalah satu diantara ratusan difabel yang belum bisa bekerja. Mereka sadar bahwa mereka memiliki kekurangan, tapi mereka masih mempunyai keinginan yang kuat untuk bisa mandiri.

Untuk membantu mewujudkan impian Nur, NU CARE-LAZISNU mengajak para budiman yang membaca ini untuk berdonasi

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (66)