Kitabisa! - #THR Pak Sae yang kehilangan sebagian ingatannya
#THR Pak Sae yang kehilangan sebagian ingatannya

#THR Pak Sae yang kehilangan sebagian ingatannya

Rp 117.935.813
terkumpul dari Rp 50.000.000
425 Donasi 0 hari lagi
Ibrahim Imaduddin Islam
Akun belum terverifikasi

Cerita

Pak Saepudin akrab disapa Pak Sae oleh para murid-muridnya. Beliau mengajar di SMAN 5 Bandung. Beliau adalah salah satu guru favorit mata pelajaran Fisika, dikarenakan cara mengajarnya yang enakeun (dalam bahasa indonesia: enak) dan terlebih di beberapa kelas yang ia ajar saat jam pelajaran siang, selalu ada break shalat dzuhur yang tentunya membuat kami siswa-siswi nya senang bukan kepalang :D. Beliau mengajar di SMAN 5 Bandung sejak awal tahun 2000an sampai dengan tahun 2013. kurang lebih 10 angkatan mengenal langsung sosok beliau yang humble, ramah menyapa tak mengambil jarak dengan siswa-siswinya.

Pak Sae dan Keluarga

Pak Sae menikah pada tahun 1993. 23 tahun membina rumah tangga, hingga hari ini beliau telah dikaruaniai 6 orang anak.

Yang pertama bernama Abdullah Irsyad Ikramullah (20 tahun) saat ini sedang menempuh studi semester tiga di UNISBA,

Anak kedua bernama Afifah Nurul Syahidah (18 tahun) sedang menempuh pendidikan kelas XII di SMAN 5 Bandung,

Anak ketiga bernama Nadia Khoirunnisa (16 tahun) sedang menempuh pendidikan Kelas XI di SMA Edu Global School,

Anak keempat bernama Ghina Sofiah Mujahidah (14 tahun) Kelas VII di SMP Edu Global School,

Anak kelima bernama Hanna Humaira (13 tahun), pelajar kelas VI di SDN Taruna Karya,

Dan anak keenam dan terakhir, bernama Fakhri Habiburrahman (8 tahun), Pelajar kelas 2 di Madrasah Iptida'iah Negeri.

Untuk menghidupi keluarganya dengan mengajar di SMAN 5 Bandung, mengajar les dan terakhir di tahun 2013 sempat menjadi pengajar fisika sekaligus kepala cabang sebuah bimbel ternama di Kota Bandung. Sebagai seorang guru yang cukup senior di SMAN 5 Bandung, pak Sae memiliki kehidupan dan aktivitas yang cukup padat tiap harinya. Mengajar, berdiskusi, membimbing ektrakulikuler dan juga mengajar les. Namun segudang aktivitas tersebut seketika saja terhenti dengan datangnya ujian di tahun 2013. Istrinya adalah seorang ibu rumah tangga, yang menerima order jahit dan juga mengajar di PAUD

2013, Titik Perubahan Hidup Pak Sae dan Keluarga

Pada tahun 2013, Keluarga Pak Sae diuji. Beliau terkena serangan “Struk”. Serangan ini bukanlah yang pertama, karena pada tahun 2009, beliau terkena struk ringan. Serangan ini berefek pada lumpuhnya Sebelah bagian tubuh selama hampir 9 hari, saat itu ia di rawat inap di RSHS Bandung. Pada tahun 2013, serangan itu kembali datang dengan kondisi yang lebih serius. Ini menyebabkan ia di rawat inap selama kurang lebih 3 bulan di RSHS Bandung. Efeknya, hingga saat ini beliau masih belum bisa berjalan dengan normal dan ingatan beliau terganggu, dulu bahkan tidak dapat mengingat nama-nama anggota keluarganya, ia pun kehilangan ingatan fisika yang menjadi sumber nafkah keluarganya selama ini.

Saya dan kawan-kawan pernah berkunjung bersilaturahmi ke rumah beliau. Waktu itu beliau baru keluar beberapa bulan dari rumah sakit, beliau mampu mengingat beberapa memori aktivitas bersama saya dan kawan-kawan, hanya saja tertukar nama dan kejadiannya.

Saat beliau di rawat, keluarganya pun mengetahui bahwa pak sae pun memiliki penyakit hipertensi dan kolestrol. Selepas keluar dari rumah sakit, Pak Sae mencoba berbagai macam pengobatan, mulai dari obat-obatan kimia dokter dari dokter, hingga ia yang mendapat teguran istrinya “Saya sendiri yang mulai mengurangi penggunaannya. Selain mahal obat-obat ini juga tidak baik untuk tubuh.” jelas istri beliau, obat-obat herbal hingga terapi.

Selain mengonsumsi obat-obatan herbal jadwalnya berobat dapat dibilang cukup banyak. Enam bulan sekali cek darah, satu bulan sekali cek dokter dan seminggu sekali terapi listrik ataupun akupuntur. Namun dikarenakan permasalahan biaya, (Sebelumnya keluarga pak sae sempat dibuat bingung dengan biaya pengobatan yang mahal dan mekanisme pembayaran pengobatan yang ngejelimet) pertengahan tahun kemarin hingga saat ini memilih pengobatan alternatif terapi yang tidak memakan biaya. Alhamdulillah, setelah mencoba berbagai macam pengobatan pak Sae dapat saat ini dapat berangsur pulih, walau beliau belum dapat berjalan dengan normal.

Aktivitas Pak Sae Saat ini

Aktivitas hariannya mulai kembali seperti semula. Namun tak lantas sempurna. Dulu kesehariaannya yang pulang-pergi daerah Cibiru kota Bandung hampir dilalui di lima hari bekerja kini hanya dijatahkan sekali saja pada hari senin sebagai seorang petugas piket. Dulu waktu awal selepas beliau sembuh, beliau selalu diantar oleh anak petama atau istrinya menggunakan motor. Perannya sebagai seorang guru terhenti karena ingatan materi “fisika”nya yang masih tersembunyi.

Saat ditanya apa dampak dari sakitnya beliau terhadap aktivitas, beliau menjawab:

“Yah kalo dulu setiap hari kerja kan ngajar. Saya jadi bodoh lagi haha. Harus belajar fisika lagi. Pernah saya minta ikut ke kelasnya Bu Elli, katanya grogi kalau saya masuk. Jadi sekarang belajar sendiri. Baca buku, diajak ngobrol. Alhamdulillah sekarang dapat jadwal piket dari SMAN 5 seminggu sekali hari senin. Berangkat naik bus kota sendiri, alhamdulillah. Habis piket biasanya main ke Edu Lab. Kalo hari Jumat, shalat jumatnya pengen keliling, gak di komplek aja. Di weekendnya pengen juga dianter kelliling, ketemu sama temen-temen lama." - Pak Sae

Kondisi keluarga setelah sakit bagaimana pak? Apa saja yang berubah?

Sebelum sakit alhamdulillah serba berkecukupan, belum ada keluhan sana-sini. Setelah Bapak sakit yang dapat cobaan dari segi ekonominya. Sedang dapat ujian.”

- Pak Sae

Pendidikan Putra-Putri Pak Sae

'Alhamdulillah karena ada kenalan dulu yang di SMAN 5 sama di Edu Global dapat beasiswa.”- Pak Sae

Alhamdulillah hubungan baiknya dengan orang-orang disekitarnya dulu, kini berbuah manis. Biaya anaknya yang bersekolah di SMAN 5 dan di Edu Global School dibebaskan sebagai tunjangan dan perhatian kenalan-kenalan pak Sae dulu.

Pak Sae saat ini hanya mendapatkan gaji dari pihak sekolah, walau dengan kondisinya yang terbatas sekarang ini, ia menginginkan agar pendidikan anak-anaknya tidak terganggu. Jiwa pendidik yang ia peroleh selama menjadi guru, membuat ia ingin mendorong anak-anaknya untuk terus bersekolah.

Saat ini, baru satu anaknya yang sudah menempuh jenjang perkuliahan. masih ada 5 orang anak lainnya yang tentunya ingin beliau sekolahkan.

Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu beliau?

Sebentar lagi lebaran, Hanya sebuah pemikiran dan upaya kecil saja dari saya pribadi dan beberapa kawan untuk mengajak kawan2 yang mengenal sosok Pak Sae, Khususnya kawan-kawan di SMAN 5 Bandung, dapat turut memberikan THR bagi beliau.

Yang Pertama adalah biaya pengobatan beliau untuk terapi khususnya agar beliau bisa kembali bisa berjalan sepeti sedia kala.

Yang kedua, Pak Sae dan Istri berencana untuk membuat peternakan ikan, dengan membuat kolam, membeli mesin dan alat serta bibit ikan awal. Jumlah Dana yang beliau butuhkan untuk memulai peternakan ini adalah 20 juta rupiah.

Selain itu, Saat ini Anak Kedua dan Ketiga beliau sebentar lagi akan melanjutkan ke jenjang kuliah. dan tentunya kita tentunya tau bahwa pendidikan saat ini tidak murah.

Saya ingin mengajak kawan-kawan semua untuk patungan THR bagi beliau, istri dan anak-anak beliau, terlebih karena saat dulu kita di sekolah kita ditanamkan untuk dapat saling membantu sesama 'Lima Besar Karena Kebersamaan'.

Ibrahim Imaduddin Islam
SMAN 5 2007
Telp: 0821 2771 2571

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (425)