Kitabisa! - Tolong! Selamatkan Ibu Ani!
Tolong! Selamatkan Ibu Ani!

Tolong! Selamatkan Ibu Ani!

Rp 26.618.370
terkumpul dari Rp 25.000.000
138 Donasi 0 hari lagi
Dina Ramadhani
Akun belum terverifikasi

Cerita

Halo semua, nama saya Dina Ramadhani sorang pegawai swasta yang tidak sengaja bertemu dengan Ibu Ani di sebuah mall di jalan Margonda Raya, Depok.

Saat itu beliau dan dua anaknya baru saja terserempet motor. Pelaku pergi begitu saja meninggalkan Bu Ani dan kedua anaknya yang mengalami kesakitan.

Karena penasaran, saya akhirnya berbincang dengan bu Ani. Banyak yang saya pelajari tentang beliau, salah satunya untuk selalu bersyukur walaupun hidup serba kekurangan. Dan berikut cerita lain yang saya dapatkan :

--------------------------------------------------------------------------------------

Ibu Ani berasal dari Aceh dan merupakan salah satu korban tsunami. Beliau pindah ke Jakarta bersama dengan suami dan anak-anaknya karena di iming-imingi pekerjaan oleh seorang oknum yang tidak bertanggung jawab. Namun, nasib buruk kembali menimpanya. Sang oknum membawa lari perbekalan uang dan barang-barang keluarga Bu Ani. Beliau dan keluarganya menjadi gelandangan tanpa arah tujuan.

Tidak berhenti sampai di situ, suami Ibu Ani meninggal dunia meninggalkan Bu Ani yang sedang hamil dua bulan dan ke-4 anaknya. Bu Ani akhirnya menjadi pemulung barang bekas untuk menghidupi dirinya dan anak-anaknya. Mereka tinggal di sebuah lapak pemulung di daerah Rawageni, Citayam.

Bu Ani melahirkan anak ke-5 nya dibiayai oleh sang bos lapak. Terlilit hutang dan tak tahu arah tujuan, Bu Ani kemudian menjadi “tahanan” sang bos dan tidak diperkenankan untuk mencari pekerjaan lain selain memulung. Penghasilan Bu Ani sehari sebesar 10-15 ribu rupiah. Uang tersebut harus dia pergunakan untuk membiayai hidupnya, ke-5 anaknya, dan juga menyicil membayar hutang kepada bos lapak. Tak jarang Bu Ani harus rela tidak makan demi anak-anaknya agar tetap mendapat jatah makan.

Ruangan berukuran 3x1 m menjadi tempat tinggal Bu Ani beserta 5 anaknya. Sang anak yang paling tua menjadi “tahanan” bosnya dan tidak diperkenankan meninggalkan lapak. Keadaan hidup seperti ini tidak lantas membuat Bu Ani menghalalkan segala cara. Beliau pantang untuk meminta-minta karena merasa masih sanggup bekerja. Beliau juga masih mampu untuk bersyukur dan berdoa ditengah kehidupannya yang berat. Beliau masih menyempatkan diri untuk ikut pengajian setiap Jumat di salah satu masjid di Jalan Tole Iskandar, Depok. Beliau juga masih berusaha membayar kewajiban zakat pada Idul Fitri kemarin.

Dari deskripsi tersebut, saya dan teman-teman merasa bahwa melalui kami, Allah SWT akan menjawab doa Ibu Ani. Seperti Firman Allah “..Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya..." (QS. Al-Maidah:32) kami mengajak Anda semua untuk membantu menyelamatkan dan merubah nasib Bu Ani dengan menyisihkan sedikit harta yang Anda punya untuk disedekahkan kepada Bu Ani.

Rencana Penggunaan Dana

Dana yang terkumpul seluruhnya akan digunakan untuk upaya menyelamatkan Bu Ani dari kedzaliman yang dialaminya. Upaya yang akan dilakukan adalah:

1. Membebaskan Bu Ani dari bos lapaknya, dengan melunasi hutang-hutang beliau. Hutang melahirkan sebesar kurang lebih 8 juta rupiah dan hutang-hutang lainnya yang belum diketahui pasti karena sang bos tidak mau memberikan informasi terkait hal tersebut.

2. Mencarikan tempat tinggal sementara yang lebih layak hingga Bu Ani mampu untuk mandiri. Saya dan teman-teman berencana untuk mencarikan tempat tinggal untuk beliau yang jauh dari tempat tinggal sekarang karena dikhawatirkan sang bos akan mencari dan menjerumuskan Bu Ani kembali.

3. Biaya sementara untuk sekolah anak-anak Bu Ani sampai Bu Ani mampu mandiri.

4. Modal awal berjualan Bu Ani agar Bu Ani mampu mandiri.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (138)