Kitabisa! - Tolong Nia dan tiga adiknya
Tolong Nia dan tiga adiknya

Tolong Nia dan tiga adiknya

Rp 1.320.585
terkumpul dari Rp 3.000.000
27 Donasi 0 hari lagi

Cerita

Kesedihan Nia dan tiga adiknya berawal dari Protes sang Ayah akibat rumah selalu terandam banjir karena Pabrik baru yang berdiri tepat disebelah rumahnya dan akhirnya berujung BUI. 

Sebelumnya Berita ini sudah saya share di Fb 

https://www.facebook.com/mentari.melvi dengan 3.050 Netizen yang telah membantu share.

Minggu 19 Mei Saya mengunjungi Lokasi, dan ternyata keadaan nya jauh lebih miris dari berita yg telah saya share.

Pak Ismail yang berstatus duda harus mendekam di penjara berawal dari protes yang dilakukannya.

Dalam beberapa bulan setelah pabrik berdiri pak Ismail dan warga sekitar sudah 18 kali terkena banjir. Penuturan dari warga disana belum pernah terjadi banjir dikawasan tersebut sebelumnya. Dan banjir yg dihasilkan pabrik ini tidak hanya air melainkan bercampur dengan kotoran manusia dan lintah. Terlihat lantai rumah pak ismail yg menggunakan semen begitu rusak parah, dinding bagian bawah rumahnya mulai berlumut karena selalu terendam banjir. Hal ini sudah berulang kali disampaikan kepada perangkat desa. Namun tidak direspon. Terakhir dibulan maret perangkat desa datang untuk melihat dan mengambil beberapa foto namun tidak juga ada tindakan. Hingga tanggal 18 April Pak ismail menyampaikan keluhan nya kepada Sari (salah satu karyawan wanita di pabrik) untuk mengirimkan foto banjir kepada Aseng (pemilik pabrik) dan ini bukan yg pertama kali warga menyampaikan keluhan nya ke pabrik. Tapi tiba - tiba muncul sahata ( pelapor) yg juga karyawan pabrik disana mengatakan "asik itu aja yg kalian bahas, kalau gak mau terus kalian mau apa? "
Sontak pak ismail emosi sambil mengatakan "jaga omongan mu" mereka pun bergumul. Tidak ada saling pukul hebat disana. Sahata tidak apa-apa begitu juga pak ismail. 2 hari kemudian pak ismail ditangkap dengan 2 pasal pemerasan dan penganiayaan. Pasal pemerasan gugur karena pak Ismail hanya meminta untuk membuat parit yg lebih dalam. Tidak ada sama sekali minta uang. Akhirnya Pasal penganiayaan yg diangkat karena tiba tiba muncul memar memar ditubuh sahata yg membuat warga sekitar heran. Karena setahu mereka begitu bergumul langsung dipisah. Pak Ismail juga dikenal sebagai orang yang baik dan tak pernah kasar. Dan bergumul juga termasuk saling serang bukan penganiayaan. 

Tepat hari ini pak ismail sudah 32 hari mendekam dipenjara. Pihak keluarga sudah membuat permohonan penahanan kepada kepolisian beserta orang yg bersedia menjamin (adik kandung pak ismail) akan tetapi tidak ada respon dari pihak kapolres dan terakhir kabarnya pihak penyidik tidak menyetujui permohonan tersebut. Yg membuat tanda tanya dari kasus ini , setelah sahata melaporkan pak ismail, dia pun menghilang. disusul dengan Sari sebagai saksi. Ketika ditanya ke pabrik, mereka mengatakan Sahata pulang kampung. (dan kampungnya tidak tahu dimana).

Waktu memberi sedikit rezeki ke pada anak-anak pak ismail, Nia anak sulung dari empat bersaudara tersebut memeluk saya sambil membisikan, "Tolong ayah ya kak, semalam ayah ulang tahun". dia pun mulai menangis, disusul tangisan Bu Nuraini ibu dari Pak Ismail yang saat ini sedang sakit-sakitan. Hati saya rasanya hancur. Terlihat dari wajah mereka yang begitu merindukan Pak Ismail. 

sambil menahan isak tangis saya mulai bertanya, Nia dan adik2 makannya gimana? Karena mereka sudah lima tahun tidak bersama ibunya lagi.
Dia pun mulai bercerita, "kalau makan kadang ada yg kasi beras kak. Bu atik (salah satu tetangga) kemarin ada kasi beras. Adek yg kelas 1 SMP pulang sekolah kerja doorsmeer. Lumayan kak, dapat sepuluh ribu sampek lima belas ribu bisa dibuat untuk beli lauk sahur dan buka puasa". Ya Allah, hati saya bener2 menjerit rasanya. Perih sakit campur jadi satu. 5 tahun dia jadi ibu urus adik-adiknya. Sekarang dia harus kehilangan ayahnya karena hukum yg tidak adil.
Saat ini ada pengacara yang suka rela menjadi kuasa hukum Pak Ismail. Beliau bernama Bp. Mas'ud S.H,M.H  
https://www.facebook.com/sahabatomdimas ( Akun Facebook milik Pak Mas'ud)
untuk menolong Pak Ismail agar mendapat penangguhan penahanan kami akan membuat gerakan 100 permohonan penangguhan penahanan untuk Pak Ismail baik dari Ormas, Forum maupun Komunitas. Jika ada pembaca yang merupakan bagian tersebut semoga dapat tergerak bergabung untuk berpartisipasi membantu menyalamatkan Pak Ismail dari hukum yang tidak adil.


Untuk yang ingin berpartisipasi dengan gerakan 100 permohonan penangguhan Pak Ismail, berikut CP saya ;
Mentari Melvi - 082167384948

Alamat Pak Ismail : Dusun III Desa Batu Melenggang Kecamatan Hinai Kab. Langkat Sumatera Utara


ac375ea4-f6cb-4f54-8920-442895f8a618.jpg

Kesedihan Nia dan tiga adiknya berawal dari Protes sang Ayah akibat rumah selalu terandam banjir karena Pabrik baru yang berdiri tepat disebelah rumahnya dan akhirnya berujung BUI. 

Sebelumnya Berita ini sudah saya share di Fb 

https://www.facebook.com/mentari.melvi dengan 3.050 Netizen yang telah membantu share.

Minggu 19 Mei Saya mengunjungi Lokasi, dan ternyata keadaan nya jauh lebih miris dari berita yg telah saya share.

Pak Ismail yang berstatus duda harus mendekam di penjara berawal dari protes yang dilakukannya.

Dalam beberapa bulan setelah pabrik berdiri pak Ismail dan warga sekitar sudah 18 kali terkena banjir. Penuturan dari warga disana belum pernah terjadi banjir dikawasan tersebut sebelumnya. Dan banjir yg dihasilkan pabrik ini tidak hanya air melainkan bercampur dengan kotoran manusia dan lintah. Terlihat lantai rumah pak ismail yg menggunakan semen begitu rusak parah, dinding bagian bawah rumahnya mulai berlumut karena selalu terendam banjir. Hal ini sudah berulang kali disampaikan kepada perangkat desa. Namun tidak direspon. Terakhir dibulan maret perangkat desa datang untuk melihat dan mengambil beberapa foto namun tidak juga ada tindakan. Hingga tanggal 18 April Pak ismail menyampaikan keluhan nya kepada Sari (salah satu karyawan wanita di pabrik) untuk mengirimkan foto banjir kepada Aseng (pemilik pabrik) dan ini bukan yg pertama kali warga menyampaikan keluhan nya ke pabrik. Tapi tiba - tiba muncul sahata ( pelapor) yg juga karyawan pabrik disana mengatakan "asik itu aja yg kalian bahas, kalau gak mau terus kalian mau apa? "
Sontak pak ismail emosi sambil mengatakan "jaga omongan mu" mereka pun bergumul. Tidak ada saling pukul hebat disana. Sahata tidak apa-apa begitu juga pak ismail. 2 hari kemudian pak ismail ditangkap dengan 2 pasal pemerasan dan penganiayaan. Pasal pemerasan gugur karena pak Ismail hanya meminta untuk membuat parit yg lebih dalam. Tidak ada sama sekali minta uang. Akhirnya Pasal penganiayaan yg diangkat karena tiba tiba muncul memar memar ditubuh sahata yg membuat warga sekitar heran. Karena setahu mereka begitu bergumul langsung dipisah. Pak Ismail juga dikenal sebagai orang yang baik dan tak pernah kasar. Dan bergumul juga termasuk saling serang bukan penganiayaan. 

Tepat hari ini pak ismail sudah 32 hari mendekam dipenjara. Pihak keluarga sudah membuat permohonan penahanan kepada kepolisian beserta orang yg bersedia menjamin (adik kandung pak ismail) akan tetapi tidak ada respon dari pihak kapolres dan terakhir kabarnya pihak penyidik tidak menyetujui permohonan tersebut. Yg membuat tanda tanya dari kasus ini , setelah sahata melaporkan pak ismail, dia pun menghilang. disusul dengan Sari sebagai saksi. Ketika ditanya ke pabrik, mereka mengatakan Sahata pulang kampung. (dan kampungnya tidak tahu dimana).

Waktu memberi sedikit rezeki ke pada anak-anak pak ismail, Nia anak sulung dari empat bersaudara tersebut memeluk saya sambil membisikan, "Tolong ayah ya kak, semalam ayah ulang tahun". dia pun mulai menangis, disusul tangisan Bu Nuraini ibu dari Pak Ismail yang saat ini sedang sakit-sakitan. Hati saya rasanya hancur. Terlihat dari wajah mereka yang begitu merindukan Pak Ismail. 

sambil menahan isak tangis saya mulai bertanya, Nia dan adik2 makannya gimana? Karena mereka sudah lima tahun tidak bersama ibunya lagi.
Dia pun mulai bercerita, "kalau makan kadang ada yg kasi beras kak. Bu atik (salah satu tetangga) kemarin ada kasi beras. Adek yg kelas 1 SMP pulang sekolah kerja doorsmeer. Lumayan kak, dapat sepuluh ribu sampek lima belas ribu bisa dibuat untuk beli lauk sahur dan buka puasa". Ya Allah, hati saya bener2 menjerit rasanya. Perih sakit campur jadi satu. 5 tahun dia jadi ibu urus adik-adiknya. Sekarang dia harus kehilangan ayahnya karena hukum yg tidak adil.
Saat ini ada pengacara yang suka rela menjadi kuasa hukum Pak Ismail. Beliau bernama Bp. Mas'ud S.H,M.H  
https://www.facebook.com/sahabatomdimas ( Akun Facebook milik Pak Mas'ud)
untuk menolong Pak Ismail agar mendapat penangguhan penahanan kami akan membuat gerakan 100 permohonan penangguhan penahanan untuk Pak Ismail baik dari Ormas, Forum maupun Komunitas. Jika ada pembaca yang merupakan bagian tersebut semoga dapat tergerak bergabung untuk berpartisipasi membantu menyalamatkan Pak Ismail dari hukum yang tidak adil.


Untuk yang ingin berpartisipasi dengan gerakan 100 permohonan penangguhan Pak Ismail, berikut CP saya ;
Mentari Melvi - 082167384948

Alamat Pak Ismail : Dusun III Desa Batu Melenggang Kecamatan Hinai Kab. Langkat Sumatera Utara


ac375ea4-f6cb-4f54-8920-442895f8a618.jpg
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (27)