Kitabisa! - Bantu Penderita Tumor Otak di Tanah Rantau
Bantu Penderita Tumor Otak di Tanah Rantau

Bantu Penderita Tumor Otak di Tanah Rantau

Rp 471.890.201
terkumpul dari Rp 450.000.000
1964 Donasi 0 hari lagi

Cerita

Bantu Penderita Tumor Otak di Tanah Rantau

Screenshot 2016-08-28 23.08.13.png

Tidak pernah terbayang di benak Ardian Yunizar (38) bahwa tumor otak ganas menyerangnya di tempat dan waktu yang serba sulit.

Demi istri dan anak-anaknya, dua tahun lalu Ardian meninggalkan karirnya sebagai Accountant Manager di FOSPI Advertising di Medan, Indonesia dan beralih menjadi tenaga kebersihan di University of New Mexico, Amerika Serikat.

Dengan rendah hati, pilihan ini dilakukan Ardian untuk mendukung istrinya, Rahmah Fithriani (37), Dosen Bahasa Inggris di Universitas Islam Negeri Sumatra Utara yang berkesempatan melanjutkan studi doktoral di University of New Mexico dengan beasiswa.

10408505_10152920663606977_6745700934599068363_n.jpg

Komitmen penuh untuk memberikan perhatian maksimum bagi anak-anak mereka, Nadia (2) dan Nadine (4),memotivasi pasangan ini memboyong keluarga kecil mereka merantau ke Amerika selama Rahmah melakukan studi doktoral yang harus dijalani selama 5 tahun.

Telah 2 tahun lamanya keluarga kecil ini menjadi duta keramahan Indonesia, kebaikan umat Muslim, dan keindahan toleransi di Negeri Paman Sam. Namun, manusia hanya bisa berencana.

11703029_10153219152046977_3258722211651068982_n.jpg


Awal tahun 2016, Ardian menunjukkan gejala kemampuan penglihatan yang berkurang diiringi dengan sakit kepala yang berulang, mual, dan penurunan daya ingat. Pada 1 Agustus 2016 dokter mendiagnosa adanya Glioma, tumor agresif di otak sebelah kiri Ardian. Segala upaya dikerahkan sendiri, terutama secara finansial, mulai dari rawat inap, tes MRI, CT scan.

Dengan mempertimbangkan keterdesakan operasi atau pulang ke Indonesia, Rahmah memberikan persetujuan untuk operasi pengangkatan tumor. Setelah sembilan jam operasi pada 9 Agustus 2016, kondisi Ardian mulai stabil.

13903164_10153903042520028_9058522835429035630_n.jpg

Menurut dokter, pengangkatan seluruh tumor melalui operasi sangat sulit dilakukan karena sebagian tumor berada di posisi yang sangat dekat dengan syaraf-syaraf penting yang mengatur kemampuan berbicara dan gerak tubuh bagian kanan Ardian. Yang dikhawatirkan, bila tumor diangkat keseluruhannya, Ardian akan kehilangan kemampuan berbicara dan mengalami kelumpuhan dibagian kanan tubuhnya. Maka setelah operasi, dokter memastikan bahwa tumor di otak Ardian belum sepenuhnya bersih sehingga Ardian masih harus menjalani operasi kedua, radiasi, dan kemoterapi.

Sekalipun keadaannya saat ini stabil dan sadar, Ardian mengalami kesulitan mengingat dan berbicara. Ia bahkan tidak ingat nama istrinya dan anak-anaknya yang selama ini setia mendampingi. Ardian juga kesulitan mengingat beberapa kata sederhana bahkan huruf. Secara fisik, Ardian butuh belajar menggerakan kembali tangan dan kakinya.

uni dan double N.jpg

Bagi Rahmah yang kini harus menopang keluarganya sendirian di tanah perantauan, ini hal yang sangat berat. Selain itu, ia juga harus mengejar target studi doktoralnya yang dibatasi waktu sebagai penerima beasiswa. Sementara Nadine dan Nadia juga butuh perhatian penuh, mengingat usia mereka yang masih kecil. Dengan keadaan Ardian saat ini, praktis pendapatan Rahmah hanya berasal dari uang saku dari beasiswa yang layaknya hanya untuk satu orang saja.

Amerika merupakan salah satu negara dengan biaya kesehatan termahal di dunia. Rahmah berencana membawa Ardian pulang ketika kondisi Ardian sudah memungkinkan. Namun saat ini, biaya perawatan yang sudah dikeluarkan tetap harus ditanggung. Terlebih, asuransi yang dimiliki Rahmah tidak menanggung kondisi Ardian. Sementara biaya perawatan Ardian sampai saat ini telah mencapai Rp 650.000.000.


7_ekL2_9OQ_CeosDnzHZFiKWA9L4j2fs_Lnr9fzI

Pribadi Rahmah dan Ardian serta komitmen mereka sebagai orang tua telah menginspirasi kami dan banyak teman-teman lain dari berbagai belahan dunia yang mengenal mereka di Amerika.

Keramahan dan keterbukaan tangan mereka menjamu kami dengan tulus dan penuh kasih membuat kami tergerak untuk melakukan hal terkecil yang dapat kami lakukan. Bahkan diantara mahasiswanya di Universitas Islam Negeri Sumatra Utara di Medan, Rahmah terkenal tidak pelit ilmu dan senang berbagi.

Kami mengajak rekan-rekan sekalian untuk turut membantu keluarga kecil Indonesia yang sedang menghadapi cobaan di negeri asing ini.

Sumbangan akan dikirimkan seluruhnya Rahmah Fithriani untuk mengcover biaya pengobatan Ardian bila sudah terkumpul. Bila ingin pula memberi dukungan moril kepada Rahmah dan Ardian, Rahmah dapat dihubungi melalui email dengan alamat [email protected]

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (1964)