Kitabisa! - Batita penderita buta dan tuli akibat Rubella
Batita penderita buta dan tuli akibat Rubella

Batita penderita buta dan tuli akibat Rubella

Rp 336.729.473
terkumpul dari Rp 325.000.000
2794 Donasi 0 hari lagi

Cerita

Halo perkenalkan nama saya Kurnia, teman dari Nia Kurdi dan Ruly Hermawan, orangtua dari Ubai. Saya membantu Nia dan Ruly dalam menggalangdana di Kitabisa untuk pengobatan Ubai. Semoga teman-teman mau membantu orangtua Ubai, agar Ubai bisa segera sembuh. 

Deskripsi campaign ini akan diceritakan langsung dari Nia, ibu dari Ubai.

------------------------------------------------------------------------------

Bismillahirrohmanirrohiim..

Assalamualaikum warrohmatullahii waabarakatuuh

Perkenalkan nama saya Nia Kurdi dan suami saya bernama Rully Hermawan. Saya seorang ibu rumah tangga, suami saya bekerja sebagai buruh pabrik. Kami adalah keluarga kecil dengan dua orang anak yang berharap dapat menjalani biduk rumah tangga kami dengan bahagia. Cuma itu harapan hidup saya.

Pada tahun 2015, saat saya mengetahui positif hamil anak yang kedua, disitu pula kami merasakan perasaan berbunga-bunga bahwa anak pertama saya, Assyra, akan mempunyai seorang adik.

Bahagia hati yg saya rasakan, hingga akhirnya saat tri semester I kehamilan saya terkena penyakit Rubella, tertular anak saya sendiri, Assyra.

Ketidaktahuan dan keterbatasan biaya, membuat saya hanya berobat ke bidan. Tanpa ada sedikit pun terbersit dipikiran saya kalau sakit ini akan berdampak fatal bagi kandungan saya.

Di usia kandungan 35 minggu, saya melahirkan seorang bayi laki-laki dengan berat 2,5kg. Zayyan Faiq Ubaidillah, kami memanggilanya Ubai. Lagi-lagi akibat dari keterbatasan biaya, kami tidak menyegerakan utk cek keseluruhan organ tubuh bayi kami seperti halnya yang dilakukan ibu sehabis melahirkan bayinya.

1c2933aed389837b68f52c5c318766025c6fb4f5

Tepat saat usianya 1 bulan, suami saya membersihkan mata ubai dan menemukan ada sesuatu yg aneh dr bentuk mata ubai. Tampak seperti ada gelembung di tengah bola mata Ubai.

Keesokan harinya bermodalkan nekat, kami memberanikan diri membawa Ubai ke Rumah Sakit untuk diperiksa matanya. Dari hasil pemeriksaan dokter menyatakan Ubai positif katarak. Kami dirujuk ke rumh sakit mata cicendo Bandung. Sama hasilnya pun dokter di RS Cicendo Bandung menyatakan Ubai mengidap Katarak dan harus segera di operasi.

Sebelum operasi Ubai juga melewati beberapa tahapan tes darah dan rontgen, lagi-lagi kami mendapat kabar buruk bahwa Ubai igm positif Rubella dan jantung Ubai juga bermasalah alias bocor.

Sesegera mungkin Ubai dirujuk untuk tes Jantung di RS Hasan Sadikin Bandung, hasilnya jantung Ubai bocor PDA 3mm. Memasuki usia 2 bulan Ubai menjalani operasi katarak. Alhamdulillah berjalan lancar.

0dc1a68053db5f65cdbb0419175b952189a176aa

Satu hari setelah operasi, Ubai melakukan pemeriksaan ke RS Hasan Sadikin lebih tepatnya ke dokter spesialis THT, endokrin dan bedah mulut. Lagi lagi dan lagi kabar buruk lagi, Ubai ada masalah dengan pendengaran, hormon, dan langit-langit mulut yang terlalu tinggi.

Allahuakbar Allah maha besar dengan segala kuasaNya, kami dipilih sebagai orang tua Ubai.

Sampai usia Ubai 6 bulan, kami rajin bolak balik kontrol Ubai ke RS Hasan Sadikin Bandung. Karena di usia 6 bulan Ubai belum mampu mengangkat kepalanya, maka Ubai mejalani fisioterapi 2 kali dalam 1 minggu sampai sekarang.

Di usia 8 bulan Ubai menjalani tes BERRA, dari hasil tersebut Ubai positif tuli kiri kanan dengan gangguan sangat berat 110 desibel dan dokter menyarankan Ubai untuk implan karena alat bantu dengar saja tidak mampu menutupi gangguan pendengaran Ubai. Keterbatasan biaya membuat kami belum bisa membuat Ubai mendengar indahnya dunia ini.

Kami sadar, kami sebagai orang tua yg belum mampu membahagiakan anak-anak kami, tapi setidaknya kami juga tidak ingin merebut hak anak kami, hak Ubai untuk mendengar, hak Ubai untuk bisa bicara, hak Ubai untuk bisa melihat.

Melalui campaign ini kami menggantungkan setitik harapan pada Allah SWT melalui tangan-tangan saudara semua untuk dapat mewujudkan impian Ubai.

Penghasilan ayah Ubai yang hanya cukup untuk kami makan sehari-hari membuat Ubai hidup dalam kegelapan dan kesunyian.

bebde6b2454cb6e5732bb3659689fff611606f53

Ubai anak ku..

Andai kami bisa menggantikan kegelapan mu, biarlah kau menikmati terangnya matahari..
andai kami bisa menggantikan kesunyianmu, biarlah kau menikmati indahnya kicauan burung..
Kami akan selalu ada disamping mu nak, berjuang sampai Allah menghentikanya..

Entah ada berapa banyak Ubai-Ubai lain di dunia ini yang menjadi korban keganasan Rubella
merebut hak-hak bayi suci di dunia ini.

Melalui campaigne ini juga saya ingin mengajak semua saudara setanah air bahkan se isi dunia untuk menggalakan bahaya Rubella. Ayo bersama-sama kita ikuti imunisasi yang diberikan secara gratis oleh pemerintah. Bukan hanya untuk kita, tapi untuk generasi kita semua.

Untuk saudara-saudara yang mau berdonasi:

1. Klik tombol berwarna merah "Donasi Sekarang"

2. Isi data diri dan pilih cara pembayaran

3. Transfer ke rekening yang dipilih.

Untuk saudara yang ingin bersilaturahim lebih jauh dengan Ubai dan atau ingin berdonasi dalam bentuk barang silahkan kontak:

Rully Hermawan/Nia Kurdi (085280307424)

Instagram: @zayyanfaiq17

Facebook: neaa zaa

Alamat: KP. Lubangbuaya RT 01 RW 03 No 61 desa Lubang Buaya Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi Jawa Barat.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (2794)