Kitabisa! - MARI BERSAMA SUDIRMAN SAID UMROHKAN MBAH PON
MARI BERSAMA SUDIRMAN SAID UMROHKAN MBAH PON

MARI BERSAMA SUDIRMAN SAID UMROHKAN MBAH PON

Rp 25.165.621
terkumpul dari Rp 25.000.000
46 Donasi 0 hari lagi
Sudirman Said
Akun belum terverifikasi

Cerita

Perkenalkan, saya Sudirman Said. Saya ingin berbagi kepada Anda sebuah kisah yang luar biasa… Juga mengajak Anda berbuat sesuatu dari sana.

“Tolong doakan agar saya juga bisa diundang ke Baitullah,” begitu bisik Mbah Pon pada setiap tetangga yang ia antar pergi berhaji atau hendak berangkat umrah. Tak terasa, sudah berpuluh tahun ia membisikkan doa itu, harapan itu.

c794e8342fc8455e022abc750663f2e037a89367.jpeg

Kini usia Mbah Pon tak muda lagi, sekitar 70 tahunan, meski ia tak ingat betul angka pastinya. Namun, meski tubuhnya kian renta, tak sedikitpun mengikis semangatnya untuk selalu shalat berjamaah di masjid di setiap waktu. Paling tidak, baginya, itu bisa mengobati sedikit kerinduannya untuk bisa pergi ke tanah suci… “Kalau berdoa terus, Allah kan pasti denger, toh…” Ujarnya.

Tak hanya shalat berjamaah lima waktu, ia pun aktif mengikuti pengajian, apapun saja. Meski harus sambil mengantuk karena pengajian diselenggarakan larut malam. Hatinya sudah terlanjur terpaut kepada Allah, kantuk dan lelah saja tak akan cukup kuat mengganggu rasa cintanya. Hanya tinggal rindunya yang belum terbayar lunas, ia belum bisa bersujud di Baitullah. Hal yang selalu memanggil-manggil dari dasar hatinya.

Kini Mbah Pon yang memiliki 6 anak, 16 cucu dan 8 cicit ini bekerja hanya sebagai tukang sapu di kompleks dekat rumahnya. Setiap hari ia bekerja, meski harus berlelah-lelah dan berkeringat, upahnya hanya sebesar Rp. 300.000,- setiap bulan. Dipaksakan cukup untuk makan, sesekali memaksakan diri untuk berbagi kepada cucu. “Inginnya bisa nabung untuk haji. Tapi ndak bisa…” Ujarnya.

Saat kita hanya memperdulikan diri sendiri, Mbah Pon memberi teladan yang lain. Jika hari Kamis tiba, Mbah Pon bergerak ke area makam. Ia menyapu dan membersihkan makam. “Jumat pagi kan banyak yang ke makam. Biar bersih makamnya,” katanya.

Itulah Mbah Pon, ‘orang pinggiran’ yang mungkin sering luput dari perhatian kita. Di rumahnya yang kecil dan reyot di Desa Karet, Kelurahan Bulurejo, Kabupaten Magelang, ia adalah potret teladan seorang yang terus menjaga asa dengan cinta yang kuat kepada Allah.

Mendengar kisah dan melihat sosok Mbah Pon, saya tergerak untuk bisa membantu beliau pergi ke tanah suci. Saya mendonasikan bantuan saya untuk beliau, tetapi saya juga ingin membuka kesempatan kepada suadara-saudara untuk turut membantu dan berbagi rezeki. Betapa indah jika kita bisa memberangkatkan Mbah Pon bersama-sama ke tanah suci.

Ini bukan hanya sebuah ikhtiar untuk menolong Mbah Pon. Sebab alih-alih Mbah Pon, kitalah yang seharusnya minta tolong. Minta tolong didoakan oleh beliau. Betapa indah jika Mbah Pon bisa mendokan kita semua dalam sujud dan tangis rindunya di tanah suci.

Cara Berdonasi :

1. Klik "DONASI SEKARANG"

2. Pilih Bank Transfer Mandiri/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI dan kartu kredit

3. Dapat laporan via email


Salam hangat,
SUDIRMAN SAID

Kampanye ini merupakan bagian dari #GerakanUmrahGratis
(Narahubung: Argo - 081326618861 - email: [email protected])


Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (46)