Kitabisa! - Wisuda Nia untuk anak-anak HIV/aids
Wisuda Nia untuk anak-anak HIV/aids

Wisuda Nia untuk anak-anak HIV/aids

Rp 531.136
terkumpul dari Rp 10.000.000
13 Donasi 0 hari lagi

Cerita

Halo teman-teman semuanya

Nama saya Nia, saya mahasiswa yang baru saja menyelesaikan pendidikan S1 saya di Universitas Brawijaya malang. 

disini sebagai rasa syukur saya atas kelulusan saya dan gelar baru saya, saya mau mengajak teman-teman semua berbagi kebahagiaan dengan adik-adik kita sebagai Adha, biar mereka juga bisa merasakan kebahagian dan merasakan kesetaraan seperti kita.

Ini pak Puger Mulyono, tukang parkir di Solo yang jadi salah satu pendiri Rumah Singgah Lentera, rumah singgah khusus untuk anak-anak terlantar dengan HIV/AIDS (ADHA). 

Bapak ini mendirikan rumah singgah bersama dengan temannya, yaitu Pak Yunus dan Pak Kefas.

UDsPcV2hk16iNwIy57J3sUa-arkkU10s98d2rPsfmXXt04jDrq7BqbJZ0r7QMxf6xtGMB2J262U9jHjK5p58VhAwApgYR1dfcdwq_k1DcFNqeZHw03clqDeYmKx_65fnveb0e1FR

Mereka bertiga dari tahun 2012, telah berjuang merawat anak-anak terlantar dengan HIV/AIDS (ADHA) yang datang dari berbagai daerah. Ada yang dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Batam, Riau, Papua, Sumatera Utara, Jakarta dan daerah lainnya.

Anak-anak itu tidak hanya ditelantarkan di RS saja, tapi juga di hutan dan bahkan kandang ayam. Keluarga mereka malu merawat mereka. Sementara orangtua mereka sudah meninggal karena AIDS.

bbc66698-05f8-4d66-bd5e-babb5ba85698.jpg

Mereka juga sebenarnya memiliki keterbatasan ekonomi. Untuk mencukupi kebutuhan keluarga mereka sekaligus anak-anak ADHA, mereka bekerja sama  dengab Yayasan Mitra Alam, berusaha menopang hidup dengan menambah kerja sampingan.

Kerja sampingan bapak puger adalah tukang parkir. Sementara Pak Yunus bekerja sebagai makelar jual beli mobil dan Pak Kefas bekerja di bidang ternak hewan

Mungkin masyarakat kita belum mendapatkan pengetahuan lebih tentang ADHA sehingga masih banyak yang menolak kehadiran mereka

4b82e7e9-9e18-48e2-8d1b-c55f572f7ebf.jpg

(Sumber: BBC Indonesia)

Sepanjang perjalanan  bersama Rumah Singgah Lentera, kehidupan mereka serta anak-anak ADHA, penuh perjuangan. Berpindah-pindah rumah merupakan hal yang biasa bagi mereka karena diusir oleh masyarakat sekitar. Mereka tidak menerima kehadiran anak anak ADHA. Hinaan dan cacian sudah menjadi makanan sehari-hari bagi kami, khususnya anak-anak.

Dibully…. Didemo.. Bahkan dikeluarkan dari sekolah, sudah sering ADHA alami. ADHA harus harus berhenti sekolah karena hal tersebut. Bukankah seharusnya ADHA punya hak yang sama untuk bersekolah?

Sekarang mereka memutuskan untuk menyingkir dan belajar di rumah. Mereka bertekad untuk mendirikan sekolah. Tetapi mereka sekarang kekurangan biaya untuk mendirikan rumah singgah.

cb092406-7dbb-4561-a143-09592e83d003.jpg

Selain sekolah, mereka juga sedang membangun 8 ruang kamar untuk anak-anak agar mereka tidak berdesakan saat tidur. Kebetulan yang bantu nukang adalah teman-teman pak puger yang dulunya dari rehabilitasi. Mungkin dulu mereka memang pecandu, tapi sekarang, mereka sudah pulih. Mereka adalah orang-orang baik yang ikhlas nukang tanpa dibayar. Semua demi anak-anak.

1e005a77-e9db-43c4-aa20-07030c72deba.jpg

Wahai saudara-saudara yang dermawan, apabila anda terketuk hatinya untuk membantu anak-anak ADHA, saudara-saudara dapat berdonasi dengan cara:

1. Klik "Donasi Sekarang".

2. Masukkan nominal donasi.

3. Pilih metode pembayaran (GO-PAY/Dompet Kebaikan/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI/Mandiri/Kartu Kredit).

4. Teman-teman akan mendapat laporan via email.

Donasi dari teman-teman juga akan disalurkan ke kebutuhan harian mereka. Karena kebutuhan mereka nggak hanya sandang, papan dan pangan, tapi juga obat-obatan agar imunnya bagus dan tidak terinfeksi penyakit. Saya memang sangat menjaga kondisi anak-anak, secara fisik dan mental.

bafe42ae-aff3-4e0d-9472-1d4a6333611e.jpg

(Sumber: BBC Indonesia)

Berapapun donasi dari teman-teman akan sangat berarti untuk mereka.

Yuk, teman-teman bantu mereka mewujudkan cita-cita mereka. Mereka juga berhak mendapatkan pendidikan dan perlakuan yang sama seperti kita

Salam,

Nia

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Donasi (13)