Kitabisa! - Donasi untuk Dini mahasiswi korban tabrak lari
Donasi untuk Dini mahasiswi korban tabrak lari

Donasi untuk Dini mahasiswi korban tabrak lari

Rp 118.918.215
terkumpul dari Rp 300.000.000
748 Donasi 0 hari lagi

Cerita

Nama saya Rifa Afifah. Saya tinggal di Soreang Kabupaten Bandung.

Saat ini saya bekerja sebagai buruh di perusahaan garment di daerah Katapang Kabupaten Bandung.

Saya mempunyai sahabat dari waktu SMK sampai sekarang yang sudah saya anggap saudara sendiri. Beliau bernama Dini Novia Lestari yang sekarang sedang melanjutkan pendidikan S1 di STIE Pasundan.

Wisuda D3 Dini

Pada tanggal 07-07-2017 pukul 02.52 WIB saya mendapatkan pesan whatsapp dari Dini. Ternyata pesan itu dari mamahnya Dini. Beliau bilang kalau Dini mendapat musibah kecelakaan dan masuk ruang ICU di Rumah Sakit Immanuel Kota Bandung. Paginya sebelum berangkat kerja, saya sempatkan datang ke RS dan bertemu dengan ibu nya yang langsung menceritakan sedikit kejadiannya.

Pada Kamis malam hari tanggal 06-07-2017 sekitar pukul 21.00-22.00 WIB sepulang kuliah di daerah Jalan BKR Kota Bandung Dini menjadi korban tabrak lari. Beliau ditemukan warga sekitar yang telah tergeletak di jalan dan dibantu oleh polisi yang bertugas di sekitar daerah tersebut lalu dilarikan ke rumah sakit yang terdekat dengan daerah tersebut.

Keadaan barang-barang berharga seperi dompet, handphone dan motor masih utuh karena dikhawatirkan itu tindakan pembegalan. Akan tetapi, kondisi Dini sungguh mengiris hati.

Beliau mengalami benturan hebat di kepala yang mengakibatkan keluarnya cairan darah dari lubang telinga, adanya benjolan sebesar kepalan tangan dan juga luka yang sangat serius di dalam kepalanya.

Beliau harus menjalani beberapa operasi, dan alhamdulillah operasi pertama telah dilakukan pada hari Jum'at 07-07-2017 sekitar pukul 18.30 - 23.00 WIB.

Operasi pertama harus dilakukan sesegera mungkin, dikarenakan bila ditunda akan mengakibatkan penggumpalan darah di otak. Prosesnya yaitu pelepasan tempurung kepala dan di tanamkan di bagian perut tubuh beliau, lalu baru bisa dibersihkan luka bagian dalam kepala beliau.

Dini adalah anak pertama dari 4 saudara. Adik-adik beliau Senja baru lulus SMK dan juga Fadli dan Fajrin yang masih murid SD. Dini tinggal bersama ibu dan adik-adiknya. Beliau menjadi tulang punggung keluarga karena sudah 2 tahun ayahnya meninggal dunia dan ibunya mengurus adik-adiknya.

Dini adalah orang yang periang, polos, jujur, teliti dan suka membantu orang lain. Dini juga orang yang pekerja keras. Beliau melanjutkan pendidikan dengan uang dan usahanya sendiri. Dini orang yang mandiri, tidak mau menyusahkan orang lain. Beliau bekerja di Golden Life Institute daerah Sumber Sari Kota Bandung sebagai pengajar. Dini lebih sering tinggal di rumah atasannya bekerja, karena untuk mempermudah dan menghemat waktu perjalanan dari tempat kerja ke tempat kuliah.

Dan sekarang Dini terbaring di ruangan ICU rumah sakit. Tubuh khususnya bagian kepala beliau penuh dengan selang infusan, kabel untuk monitoring keadaan beliau, dan juga oksigen untuk membantu pernafasan.

Biaya yang dikeluarkan dari mulai penanganan di UGD, masuk ICU, operasi pertama dan masuk lagi ke ruangan ICU sebanyak lebih dari Rp. 39.000.000. Dan biaya yang baru masuk sebanyak Rp. 15.000.000 yang dicover oleh pimpinan/ atasan tempat Dini bekerja. Sisa sekitar Rp. 24.000.000 per tanggal 08-07-2017 jam 08.00 WIB.

Ini adalah biaya sementara untuk pengobatan di ICU dan operasi pertama Dini yang kurang dari 24 jam. Beliau masih harus menjalani pengobatan di ICU sekitar 1 minggu atau lebih tergantung dari perkembangan kondisi tubuh Dini. Setelah hasilnya bagus Dini harus menjalani operasi kedua, yaitu penempatan kembali tempurung kepala.

Tentu bukan dengan biaya yang sedikit untuk pengobatan di ruang ICU. Dibutuhkan biaya kurang lebih 6 juta rupiah dalam kurun hanya 1 hari rawat inap di ruang ICU rumah sakit.

Maka dari itu saya beserta teman yang lain merencanakan penggalangan dana untuk membantu pengobatan dan penyembuhan Dini agar bisa sehat seperti semula kembali.

Karena proses penyembuhannya tidak sebentar, dan untuk biaya nya tidak selamanya ditanggung atasan tempat beliau bekerja.

Dan teman saya menyarankan untuk menggunakan fasilitas kitabisa.com ini. Karena sebelumnya kerabat dari teman saya pernah melakukan campaign untuk saudara nya yang menderita penyakit lupus, dan campaign tersebut goals.

Teman-teman, ayo bantu keluarga Dini untuk meringankan biaya pengobatan dan penyembuhan Dini. Gak bisa dibayangkan jika kita berada di posisi keluarga beliau.

Dana yang terkumpul akan digunakan untuk pelunasan sisa biaya operasi pertama dan juga untuk biaya pengobatan di ruang ICU selama kurang lebih 1-2 minggu kedepan juga untuk persiapan operasi kedua.

Berapapun donasi yang diberikan, akan sangat bermanfaat untuk proses penyembuhan Dini. Berikut cara untuk berdonasi :

1. Klik "DONASI SEKARANG"

2. Isikan jumlah nominal yang akan di donasi, metode pembayaran dan juga no telpon yang bisa dihubungi untuk konfirmasi. Lalu pilih "Lanjut" dan transfer

3. Share dan ajak teman atau kerabat lain untuk ikut berdonasi

Jika ada pertanyaan tentang kondisi dari Dini, bisa ke nomor berikut.

Rifa Afifah - 08818268051

Foto-foto yang saya upload disini dan di halaman update serta yang disebarkan oleh teman-teman saya di media sosial sudah mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga.

Untuk KTP asli Dini masih dalam proses pencarian, terakhir dikeluarkan oleh pihak keluarga ketika proses administrasi di UGD. Sementara saya info menggunakan fotocopy nya dahulu.

Fotocopy KTP Dini

Untuk surat dari kepolisian dan kronologis kejadian di tempat kejadian perkara belum dapat saya berikan. Karena petugas polisi yang membantu proses pertolongan Dini dari tanggal 07-07-2017 sedang tidak bertugas dan baru bisa diminta keterangan dan laporannya hari senin 10-07-2017. Jika sudah saya dapatkan, saya akan langsung meng-update nya.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (748)